| Kalimat Berbahasa Arab | Artinya |
|---|---|
| أَمَّا الْآيَاتُ فَقَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ: ﴿وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ﴾ وَالْمُرَادُ هُوَ التَّعْلِيمُ وَالْإِرْشَادُ. | Adapun dalil-dalilnya adalah firman Allah Azza wa Jalla: “Dan agar mereka memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepada mereka, supaya kaum itu berhati-hati.” Yang dimaksud di sini adalah kegiatan mengajar dan memberi petunjuk. |
| وَقَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا يَكْتُمُونَهُ﴾ وَهُوَ إِيْجَابٌ لِلتَّعْلِيمِ. | Serta firman Allah Ta’ala: “Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Al-Kitab: ‘Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya’.” Ayat ini menunjukkan bahwa mengajar itu hukumnya wajib. |
| وَقَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ﴾ وَهُوَ تَحْرِيمٌ لِلْكِتْمَانِ. | Dan firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya sebagian dari mereka benar-benar menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya.” Ayat ini menunjukkan bahwa menyembunyikan ilmu itu hukumnya haram. |
| كَمَا قَالَ تَعَالَى فِي الشَّهَادَةِ: ﴿وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ﴾. | Sebagaimana firman Allah Ta’ala mengenai persaksian: “Dan barangsiapa menyembunyikannya, maka sesungguhnya dosanya ada pada hatinya.” |
| وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا آتَى اللهُ عَالِمًا عِلْمًا إِلَّا وَأَخَذَ عَلَيْهِ مِنَ الْمِيثَاقِ مَا أَخَذَ عَلَى النَّبِيِّينَ أَنْ يُبَيِّنُوهُ لِلنَّاسِ وَلَا يَكْتُمُوهُ. | Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah Allah memberikan suatu ilmu kepada seorang yang berilmu, kecuali Allah mengambil janji kepadanya sebagaimana janji yang diambil kepada para Nabi, yaitu agar mereka menjelaskannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.” |
Dalam pembahasan ini, kita sedang mendalami tentang tanggung jawab besar yang dipikul oleh orang-orang yang memiliki ilmu. Melalui ayat Al-Qur’an yang pertama, kita diingatkan bahwa fungsi ilmu bukan sekadar untuk disimpan sendiri, melainkan sebagai sarana peringatan bagi orang lain. Ketika seseorang kembali kepada kaumnya setelah mendapatkan pengetahuan, tugas utamanya adalah memberikan bimbingan agar masyarakat tersebut bisa waspada dan tidak terjerumus dalam kesalahan.
Selanjutnya, kita melihat adanya sebuah janji atau ikatan suci (mistaq) yang Allah tetapkan kepada para pemilik kitab suci sebelumnya. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa menyampaikan kebenaran kepada manusia bukanlah sebuah pilihan atau sekadar hobi, melainkan sebuah kewajiban syariat. Mengajarkan ilmu adalah bentuk pemenuhan janji kita kepada Allah agar cahaya kebenaran tetap bersinar di tengah masyarakat.
Sebaliknya, kita juga diperingatkan dengan sangat keras mengenai bahaya menyembunyikan ilmu. Mengutip ayat tentang kaum yang menyembunyikan kebenaran padahal mereka tahu, kita bisa memahami bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah Ilahi. Menyembunyikan ilmu bukan hanya merugikan orang lain yang butuh petunjuk, tetapi juga merupakan dosa besar yang merusak hati pelakunya.
Dosa menyembunyikan ilmu ini disamakan dengan dosa menyembunyikan persaksian yang jujur. Jika kita mengetahui sebuah kebenaran namun sengaja menutup-nutupinya demi kepentingan duniawi, maka beban dosa tersebut akan menetap di dalam hati kita. Hal ini menunjukkan bahwa integritas seorang penuntut ilmu sangat diuji pada kemampuannya untuk tetap jujur dan transparan dalam menyampaikan apa yang telah ia pelajari.
Terakhir, hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempertegas bahwa setiap ilmu yang kita dapatkan memiliki konsekuensi hukum yang sama dengan para Nabi. Jika kita diberikan pemahaman tentang agama atau kebaikan, maka secara otomatis kita memikul tanggung jawab untuk menjelaskannya kepada sesama. Mari kita bersama-sama menjaga amanah ilmu ini dengan cara menyampaikannya secara benar, ikhlas, dan tanpa ada yang ditutup-tutupi.