Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu
Ihya Ulumuddin

Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin (Part 28) – Keutamaan Ilmu dan Karakteristik Ibnu Abbas RA

Posted on May 4, 2026May 1, 2026 by Manarul Ikhsan
Kalimat Berbahasa ArabArtinya
وَكَذٰلِكَ قَالَ ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ رَحِمَهُ اللّٰهُ: مَا رَأَيْتُ مِثْلَ ابْنِ عَبَّاسٍ.Begitu juga Ibnu Abi Mulaikah—semoga Allah merahmatinya—pernah berkata bahwa kita tidak akan menemukan orang yang seperti Ibnu Abbas.
إِذَا رَأَيْتَهُ رَأَيْتَ أَحْسَنَ النَّاسِ وَجْهًا.Kalau kita melihat wajahnya, kita akan melihat orang yang paling tampan parasnya.
وَإِذَا تَكَلَّمَ فَأَعْرَبَ النَّاسُ لِسَانًا.Dan kalau beliau sedang berbicara, tutur katanya sangat jelas sehingga membuat orang lain mudah memahami maksudnya.
وَإِذَا أَفْتَى فَأَكْثَرَ النَّاسِ عِلْمًا.Serta apabila beliau memberikan fatwa, hal itu membuat orang-orang semakin bertambah ilmu pengetahuannya.

Teks yang sedang kita pelajari ini memberikan gambaran yang sangat indah mengenai sosok sahabat Nabi, yaitu Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu. Melalui perkataan Ibnu Abi Mulaikah, kita diajak untuk melihat bahwa seorang ulama besar tidak hanya unggul dalam kapasitas intelektualnya saja, tetapi juga memiliki pancaran kebaikan yang terlihat dari kepribadiannya secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan bahwa kesalehan seseorang dapat terpancar melalui akhlak dan penampilan yang menyenangkan.

Poin pertama yang disebutkan adalah mengenai ketampanan wajah beliau. Dalam tradisi para ulama, ketampanan wajah seorang saleh seringkali dianggap sebagai cerminan dari ketenangan hati dan kejernihan jiwa. Ketika kita melihat wajah seseorang yang senantiasa berdzikir dan dekat dengan Allah, akan muncul rasa sejuk di hati kita. Ini bukan sekadar tentang fisik semata, melainkan tentang aura positif yang dibawa oleh ketaatan kepada Sang Pencipta.

Selanjutnya, kita belajar tentang pentingnya kefasihan dalam berbicara. Ibnu Abbas dikenal sebagai orang yang sangat mampu menyampaikan kebenaran dengan bahasa yang sangat lugas dan mudah dimengerti. Dalam dunia dakwah, kemampuan menyampaikan pesan dengan bahasa yang “beradab” dan jelas adalah kunci agar pesan tersebut sampai ke hati pendengar. Beliau tidak menggunakan kata-kata yang membingungkan, melainkan kata-kata yang justru mencerahkan pikiran orang yang mendengarnya.

Aspek ketiga yang sangat krusial adalah kapasitas keilmuan beliau dalam memberikan fatwa. Ibnu Abbas dijuluki sebagai “Turjumanul Qur’an” atau penerjemah Al-Qur’an karena kedalaman pemahamannya. Ketika beliau berbicara mengenai hukum agama, ilmu yang disampaikan bukan sekadar teori, melainkan solusi yang mencerahkan. Hal ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, di mana fatwa yang beliau berikan justru menjadi sarana bagi orang lain untuk semakin mendalami agama.

Sebagai penutup, pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa kesempurnaan seorang penuntut ilmu terletak pada perpaduan antara keindahan akhlak, kefasihan lisan, dan kedalaman ilmu. Kita perlu meneladani semangat Ibnu Abbas dalam menggali ilmu agar kita tidak hanya menjadi orang yang pintar secara kognitif, tetapi juga menjadi pribadi yang bermanfaat dan menyejukkan bagi lingkungan sekitar melalui tutur kata dan tindakan kita.

Sources: https://shamela.ws/book/9472/9#p1

Recent Posts

  • Fiqh Puasa Syiah – Kelonggaran Dalam Niat Puasa
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 44 – Keutamaan Menyampaikan Kebaikan
  • Fiqh Puasa Syiah – Niat Puasa Tetap Sah Meski Siang Hari
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 43 – Keutamaan Ilmu Dibanding Menyampaikan Sebuah Hadis yang Baik
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 42 – Keutamaan Mendoakan Pengajar Kebaikan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 41 – Keutamaan Mengingat Allah dan Menuntut Ilmu di Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 40 – Keutamaan Berbagi Ilmu dan Hikmah kepada Sesama Muslim
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 39 – Bahaya Menyembunyikan Ilmu Agama
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 38 – Cara Allah Mencabut Ilmu dari Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 37 – Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 36 – Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Mengamalkannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 35 – Keutamaan Dakwah dan Mengajak kepada Jalan Allah
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 10): Adab Masuk Masjid Saat Imam Sedang Khutbah Jumat
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 9): Adab Mendengarkan Khutbah dan Pengecualiannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 34 – Kewajiban Menyampaikan Ilmu dan Larangan Menyembunyikannya
  • 7 Skill Keamanan Jaringan yang Membuat Network Engineer Makin Dibutuhkan
  • How to Spin Up Disposable macOS and Linux VMs on Apple Silicon with TartVM
  • Belajar Cyber Security dari Nol hingga Siap Kerja, Ini Roadmap Lengkapnya
  • Running Windows 11 on Apple Silicon: UTM vs. Parallels Desktop vs. VMware Fusion
  • Testing PikaOS, a Rolling Debian Distribution Special for Gaming and Content Creation
  • Engineering the On-Premises AI Data Center: An In-Depth Technical Review of the HP ZGX Fury AI Station
  • Trying my new Favourite Task Manager, TMOG on Omarchy Linux
  • ASRock Industrial AI Box A395: Is This the Best Compact Strix Halo System for Local AI?
  • Redox OS: A Rust-Based Microkernel Operating System (And How It Differs from Linux)
  • Canonical Is Bringing Back Ubuntu Core Desktop — This Time With a Clearer Plan
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Secure DNS and NTP in Fedora Linux
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • Some of New Gemini Notebook Update is CRAZY GOOD: Native Mobile Recording
  • Clover 35B A3B Local Test | Diffusion Model Beats Qwen 35B MoE? | Local AI Setup with llama.cpp
  • The no-code app implementation plan in 2026
  • Liquid AI Unveils LFM3: A New Generation of Multimodal Foundation Models Built Small Device
  • Google DeepMind Unveils Genie 4: The Most Advanced Real-Time Interactive World Model Yet
  • Building Long-Running AI Agents with Pi Durable: An AI SRE Agent Example
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Apple
  • Bahtsul Masail
  • Bughyatul Mustarsyidin
  • Cerita
  • Download
  • Fathul Qarib
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Linux
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Review
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Tutorial
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme