Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu
Ihya Ulumuddin

Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin (Part 27) – Keutamaan Penuntut Ilmu di Sisi Allah dan Para Nabi

Posted on May 3, 2026May 1, 2026 by Manarul Ikhsan
Kalimat Berbahasa ArabArtinya
وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: مَنْ جَاءَهُ الْمَوْتُ وَهُوَ يَطْلُبُ الْعِلْمَ لِيُحْيِيَ بِهِ الْإِسْلَامَ، فَبَيْنَهُ وَبَيْنَ الْأَنْبِيَاءِ فِي الْجَنَّةِ دَرَجَةٌ وَاحِدَةٌ.Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang menjemput kematian dalam keadaan sedang menuntut ilmu demi menghidupkan syiar Islam, maka jarak antara dirinya dengan para Nabi di surga nanti hanyalah satu derajat saja.
وَأَمَّا الْآثَارُ، فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: ذَلَلْتُ طَالِبًا، فَعُزِّزْتُ مَطْلُوبًا.Adapun mengenai perkataan para ulama, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Dulu kita merendahkan diri (bersusah payah) saat menjadi penuntut ilmu, maka kini kita dimuliakan saat menjadi orang yang dicari (memiliki ilmu).”

Melalui teks ini, kita diajak untuk merenungi betapa tingginya kedudukan orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk belajar agama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kabar gembira bahwa niat yang tulus untuk menjaga keberlangsungan Islam melalui ilmu akan membuahkan balasan yang luar biasa. Bayangkan saja, jarak antara seorang penuntut ilmu yang wafat dalam perjuangannya dengan para Nabi di surga hanya terpaut satu tingkat saja. Ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar bukan sekadar rutinitas intelektual, melainkan sebuah ibadah yang sangat agung.

Namun, ada catatan penting yang perlu kita perhatikan dalam teks tersebut, yaitu mengenai niat. Syarat utama untuk mendapatkan kemuliaan tersebut adalah “li yuhyiya bihil Islam” atau untuk menghidupkan Islam. Artinya, tujuan utama kita belajar bukan untuk pamer kepintaran, mencari gelar, atau sekadar mencari harta duniawi. Kita harus memastikan bahwa setiap huruf yang kita pelajari dan setiap kitab yang kita kaji, tujuannya adalah untuk menjaga agar cahaya Islam tetap menyala di muka bumi ini.

Selanjutnya, kita juga belajar dari perkataan sahabat Nabi, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, tentang sebuah proses kehidupan yang sangat logis namun penuh hikmah. Beliau menggambarkan bahwa kemuliaan tidak datang secara instan. Ada fase “dzalaltu tholiban” di mana kita harus bersedia merasa rendah, lelah, sabar menghadapi kesulitan, dan mungkin harus meninggalkan kenyamanan demi mengejar ilmu. Fase ini adalah fase ujian mental dan fisik bagi kita semua.

Setelah melalui proses “merendahkan diri” dalam belajar tersebut, barulah datang fase “fa ‘uzziztu mathluban”. Artinya, setelah ilmu itu menetap di dalam dada, kedudukan kita akan berubah. Kita yang tadinya mencari ilmu, kini justru menjadi orang yang dicari oleh masyarakat karena ilmu yang kita miliki. Kemuliaan yang didapatkan di masa tua atau setelah menjadi alim adalah buah manis dari kesabaran yang kita tanam di masa muda saat menjadi santri atau pelajar.

Oleh karena itu, mari kita jadikan semangat ini sebagai motivasi dalam perjalanan belajar kita sehari-hari. Jangan pernah merasa malu atau merasa rendah saat kita harus bersusah payah menghafal, memahami kitab, atau mendatangi majelis ilmu. Ingatlah bahwa setiap kesulitan yang kita hadapi saat ini adalah investasi untuk kemuliaan kita di dunia dan kedudukan yang sangat dekat dengan para Nabi di akhirat kelak. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang istiqomah di jalan ilmu.

Souce: https://shamela.ws/book/9472/9#p1

Recent Posts

  • Fiqh Puasa Syiah – Kelonggaran Dalam Niat Puasa
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 44 – Keutamaan Menyampaikan Kebaikan
  • Fiqh Puasa Syiah – Niat Puasa Tetap Sah Meski Siang Hari
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 43 – Keutamaan Ilmu Dibanding Menyampaikan Sebuah Hadis yang Baik
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 42 – Keutamaan Mendoakan Pengajar Kebaikan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 41 – Keutamaan Mengingat Allah dan Menuntut Ilmu di Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 40 – Keutamaan Berbagi Ilmu dan Hikmah kepada Sesama Muslim
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 39 – Bahaya Menyembunyikan Ilmu Agama
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 38 – Cara Allah Mencabut Ilmu dari Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 37 – Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 36 – Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Mengamalkannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 35 – Keutamaan Dakwah dan Mengajak kepada Jalan Allah
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 10): Adab Masuk Masjid Saat Imam Sedang Khutbah Jumat
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 9): Adab Mendengarkan Khutbah dan Pengecualiannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 34 – Kewajiban Menyampaikan Ilmu dan Larangan Menyembunyikannya
  • 7 Skill Keamanan Jaringan yang Membuat Network Engineer Makin Dibutuhkan
  • How to Spin Up Disposable macOS and Linux VMs on Apple Silicon with TartVM
  • Belajar Cyber Security dari Nol hingga Siap Kerja, Ini Roadmap Lengkapnya
  • Running Windows 11 on Apple Silicon: UTM vs. Parallels Desktop vs. VMware Fusion
  • Testing PikaOS, a Rolling Debian Distribution Special for Gaming and Content Creation
  • Engineering the On-Premises AI Data Center: An In-Depth Technical Review of the HP ZGX Fury AI Station
  • Trying my new Favourite Task Manager, TMOG on Omarchy Linux
  • ASRock Industrial AI Box A395: Is This the Best Compact Strix Halo System for Local AI?
  • Redox OS: A Rust-Based Microkernel Operating System (And How It Differs from Linux)
  • Canonical Is Bringing Back Ubuntu Core Desktop — This Time With a Clearer Plan
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Secure DNS and NTP in Fedora Linux
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • Some of New Gemini Notebook Update is CRAZY GOOD: Native Mobile Recording
  • Clover 35B A3B Local Test | Diffusion Model Beats Qwen 35B MoE? | Local AI Setup with llama.cpp
  • The no-code app implementation plan in 2026
  • Liquid AI Unveils LFM3: A New Generation of Multimodal Foundation Models Built Small Device
  • Google DeepMind Unveils Genie 4: The Most Advanced Real-Time Interactive World Model Yet
  • Building Long-Running AI Agents with Pi Durable: An AI SRE Agent Example
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Apple
  • Bahtsul Masail
  • Bughyatul Mustarsyidin
  • Cerita
  • Download
  • Fathul Qarib
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Linux
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Review
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Tutorial
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme