Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu

Terjemah Kitab Ad-Duroru Rembany KH Kholil Bisri Rembang – Makna Politik

Posted on March 9, 2026March 8, 2026 by Manarul Ikhsan

Berikut adalah pembahasan tentang arti dan asal-usul kata politik atau siyasah (halaman 6 – 11)

kalimat berbahasa arab artinya
فَصْلٌ فِي مَعْنَى السِّيَاسَةِ Bab tentang penjelasan arti politik.
اِعْلَمُوا أَيُّهَا الْإِخْوَةُ – وَفَّقَكُمُ اللهُ – أَنَّ السِّيَاسَةَ، كَمَا فِي لِسَانِ الْعَرَبِ مَصْدَرٌ مِنْ “سَاسَ” الْأَمْرَ إِذَا قَامَ بِهِ Ketahuilah wahai saudara-saudara sekalian—semoga Allah memberi petunjuk—bahwa kata Siyasah atau politik dalam bahasa Arab berasal dari kata “Sasa” yang artinya mengurusi sesuatu.
يُقَالُ: رَجُلٌ سَاسٌ مِنْ قَوْمٍ سَاسَةٍ وَسُوَّاسٍ Ada sebutan bahwa seseorang disebut pengatur jika ia berasal dari kaum yang pandai memimpin dan mengatur urusan.
وَأَنْشَدَ الثَّعْلَبَةُ: سَادَةٌ قَادَةٌ لِكُلِّ جَمِيْعٍ :: سَاسَةٌ لِلرِّجَالِ يَوْمَ الْقِتَالِ Penyair Ats-Tsa’labah berkata bahwa mereka adalah para tuan dan pemimpin bagi semuanya, yang mengatur orang-orang di saat terjadi peperangan.
وَقَالَ الْجَوْهَرِيُّ: سَسْتُ الرَّعِيَّةَ سِيَاسَةً وَسَوَّسَ الرَّجُلُ أُمُوْرَ النَّاسِ إِذَا مَلَكَ أَمْرَهُمْ Imam Al-Jawhari berkata bahwa aku mengatur rakyat dengan suatu aturan, dan seseorang disebut mengatur urusan orang banyak jika ia sudah memegang kendali atas urusan mereka.
وَيُرْوَى قَوْلُ الْخَطِيئَةِ: لَقَدْ سُوِّسْتَ أَمْرُ نَبِيِّكَ حَتَّى تَرَكْتَهُمْ أَدَقَّ مِنَ الطَّحِيْنِ Ada syair dari Al-Khathi’ah yang menceritakan tentang bagaimana seseorang mengatur urusan kaumnya dengan sangat teliti sampai sangat halus ibarat tepung.
وَإِذَا قِيْلَ: فُلَانٌ مُجَرَّبٌ قَدْ سَاسَ وَسِيْسَ عَلَيْهِ: أَيْ أَمَرَ وَأُمِرَ عَلَيْهِ Kalau ada yang bilang bahwa si Fulan itu sudah berpengalaman dalam memimpin dan dipimpin, artinya dia pernah memberikan perintah dan juga pernah menerima perintah.
وَفِي الْحَدِيْثِ: كَانَ بَنُوْ إِسْرَائِيلَ يَسُوْسُهُمْ أَنْبِيَاؤُهُمْ Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa dahulu kaum Bani Israil itu urusannya diatur langsung oleh nabi-nabi mereka sendiri.
أَيْ تَتَوَلَّى أُمُوْرَهُمْ كَمَا يَفْعَلُ الْأُمَرَاءُ وَالْوُلَاةُ بِالرَّعِيَّةِ Maksudnya adalah para nabi itu mengurusi urusan kaumnya persis seperti yang dilakukan oleh para pemimpin dan penguasa terhadap rakyatnya sekarang.
فَالسِّيَاسَةُ لُغَةً: اَلْقِيَامُ عَلَى الشَّيْءِ بِمَا يُصْلِحُهُ Jadi secara bahasa, politik itu artinya adalah mengurusi sesuatu dengan cara-cara yang bisa membuat sesuatu itu menjadi baik.
وَهِيَ اصْطِلَاحًا كَمَا حَدَّ الْعُلَمَاءُ بِهَا حَسَبَ مَا نَظَرُوا مِنْ عَمِيْقِ تَحْقِيْقِهِمْ Sedangkan secara istilah, artinya adalah definisi yang dibuat oleh para ulama berdasarkan pemikiran dan penelitian mereka yang sangat mendalam.
حَيْثُ قَالَ الْمَقْرِيْزِيُّ: اَلسِّيَاسَةُ هِيَ فَنُّ أَوِ الْقَانُوْنُ الْمَوْضُوْعُ لِرِعَايَةِ الْآدَابِ وَالْمَصَالِحِ وَانْتِظَامِ الْأَحْوَالِ Syekh Al-Maqrizi menjelaskan bahwa politik adalah sebuah seni atau aturan yang sengaja dibuat untuk menjaga sopan santun, kepentingan bersama, dan supaya keadaan menjadi teratur.
وَقَالَ أَبُو الْوَفَاءِ بْنُ عَقِيْلٍ: اَلسِّيَاسَةُ هِيَ مَا كَانَ فِعْلًا يَكُوْنُ مَعَهُ النَّاسُ أَقْرَبُ إِلَى الصَّلَاحِ وَأَبْعَدُ عَنِ الْفَسَادِ Syekh Abu Al-Wafa bin Aqil berkata bahwa politik adalah segala tindakan yang membuat manusia menjadi lebih dekat kepada kebaikan dan membuat mereka menjauh dari kerusakan atau keburukan.

Politik atau dalam bahasa Arab disebut siyasah memiliki arti yang sangat indah jika kita melihat dari asal-usul katanya. Secara sederhana, siyasah berarti mengurusi atau mengatur sesuatu agar menjadi lebih baik. Ibarat seorang kakak yang mengatur adik-adiknya saat bermain supaya tidak ada yang menangis atau berebut mainan, itulah inti dari siyasah. Di dalam kitab ini dijelaskan bahwa kata siyasah sudah digunakan sejak zaman dahulu, bahkan dalam sejarah agama disebutkan bahwa para nabi dahulu bertindak sebagai pengatur urusan umatnya seperti layaknya seorang pemimpin negara mengurusi rakyatnya.

Para ulama memberikan penjelasan yang sangat luas tentang apa itu politik agar kita tidak salah paham. Menurut Syekh Al-Maqrizi, politik adalah sebuah seni dan aturan yang tujuannya mulia, yaitu untuk menjaga agar semua orang tetap punya tata krama, semua kepentingan orang banyak terpenuhi, dan hidup bermasyarakat menjadi teratur dan tidak berantakan. Jadi, politik itu sebenarnya adalah alat untuk membuat hidup kita semua menjadi lebih nyaman dan damai di bawah aturan yang baik.

Ada juga pendapat yang sangat terkenal dari Syekh Ibnu Aqil yang mengatakan bahwa politik adalah setiap perbuatan yang membawa orang-orang menuju kebaikan dan menjauhkan mereka dari segala bentuk kejahatan atau kerusakan. Meskipun sebuah aturan tidak tertulis secara langsung di dalam perintah nabi, asalkan aturan itu membawa manfaat bagi orang banyak dan mencegah terjadinya kekacauan, maka itu disebut sebagai politik yang benar. Jadi, tujuan utama dari berpolitik dalam pandangan Islam adalah untuk kemaslahatan atau kebaikan bersama seluruh umat manusia.

kalimat berbahasa arab artinya
وَإِنْ لَمْ يَضَعْهُ الرَّسُوْلُ وَلَا نَزَلَ بِهِ وَحْيٌ Meskipun aturan itu tidak dibuat secara khusus oleh Rasulullah dan tidak ada wahyu yang turun langsung mengenainya.
وَقَالَ عَبْدُ الْوَهَّابِ خَلَّافٌ: اَلسِّيَاسَةُ هِيَ تَدْبِيرُ شُؤُونِ الْعَامَّةِ لِلدَّوْلَةِ بِمَا يَكْفُلُ تَحْقِيقَ الْمَصَالِحِ وَرَفْعَ الْمَضَارِّ Syekh Abdul Wahhab Khallaf berkata bahwa politik adalah mengatur urusan orang banyak di sebuah negara dengan cara yang menjamin tercapainya kebaikan dan menghilangkan hal-hal yang membahayakan.
مِمَّا لَا يَتَعَدَّى حُدُودَ الشَّرِيْعَةِ وَأُصُولِ الْكُلِّيَّةِ وَإِنْ لَمْ يَتَّفِقْ أَقْوَالُ الْأَئِمَّةِ الْمُجْتَهِدِينَ Cara mengatur tersebut tidak boleh melanggar batasan agama dan prinsip-prinsip dasar Islam, meskipun mungkin para ahli agama tidak memberikan pendapat yang sama tentang hal itu.
فَفِيمَا ذَكَرْنَا نَعْلَمُ أَنَّ السِّيَاسَةَ عِبَارَةٌ عَنِ الْفَنِّ أَوِ الْأَفْعَالِ الْمُوَافِقَةِ بِالْقَانُوْنِ الْمَوْضُوعِ لَهَا Dari apa yang sudah kita bahas, kita jadi tahu bahwa politik itu adalah sebuah seni atau tindakan yang sesuai dengan hukum yang memang sengaja dibuat untuk tujuan tersebut.
اَلَّتِي يَكُونُ مَعَهَا النَّاسُ أَوِ الْأَعْضَاءُ أَقْرَبُ إِلَى الصَّلَاحِ وَأَبْعَدُ عَنِ الْفَسَادِ Tujuannya adalah supaya orang-orang atau anggota masyarakat menjadi lebih dekat dengan kebaikan dan makin jauh dari segala macam kerusakan.
مُرَاعِيَةً لِلْآدَابِ وَالْمَصَالِحِ الْمُرْسَلَةِ وَانْتِظَامِ الْأَفْعَالِ وَمُدَبِّرَةً لِشُؤُونِ الْحَيَاةِ لِلدَّوْلَةِ Politik harus memperhatikan sopan santun, kepentingan umum yang luas, serta keteraturan tindakan dalam mengurus kehidupan bernegara.
بِمَا يَكْفُلُ تَحْقِيقَ تِلْكَ الْمَصَالِحِ وَرَفْعَ الْمَضَارِّ مِمَّا لَا يَتَعَدَّى حُدُودَ الشَّرِيْعَةِ وَأُصُولِ الْكُلِّيَّةِ Semua itu dilakukan dengan cara yang menjamin tercapainya kebaikan-kebaikan tadi dan menolak bahaya tanpa melampaui batas agama dan prinsip-prinsip utamanya.
وَإِنْ لَمْ يَضَعْهُ الرَّسُولُ وَلَا نَزَلَ بِهِ وَحْيٌ وَإِنْ لَمْ يَتَّفِقْ أَقْوَالُ الْأَئِمَّةِ الْمُجْتَهِدِينَ Hal ini tetap berlaku meskipun aturan tersebut tidak dibuat oleh Nabi Muhammad, tidak ada wahyu khususnya, dan tidak ada kesepakatan bulat dari para imam.
وَقَالَ إِمَامُنَا الشَّافِعِيُّ مُتَعِظًا لِلسِّيَاسِيِّينَ: لَا سِيَاسَةَ إِلَّا مَا وَافَقَ الشَّرْعَ Imam Syafii memberikan nasihat kepada orang-orang politik dengan berkata bahwa tidak ada politik yang benar kecuali politik yang sesuai dengan aturan agama.
فَلَا بُدَّ مِنْ أَنْ تَكُونَ السِّيَاسَةُ مُوَافِقَةً لِمَا جَاءَ بِهِ الشَّرْعُ Oleh karena itu, politik memang harus selalu sejalan dan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama kita.
وَلَا تَعَارُضَ إِذَا قِيْلَ أَنَّ السِّيَاسَةَ جُزْءٌ مِنْ أَجْزَاءِ الشَّرِيْعَةِ وَفَرْعٌ مِنْ فُرُوعِهَا Jadi tidak ada pertentangan kalau kita bilang bahwa politik itu sebenarnya adalah bagian dari ajaran agama dan merupakan salah satu cabangnya.
وَمَنْ لَهُ ذَوْقٌ فِي الشَّرِيْعَةِ وَاطِّلَاعٌ عَلَى كَمَالِهَا وَتَضَمُّنِهَا لِغَايَةِ مَصَالِحِ الْعِبَادِ Barangsiapa yang memiliki pemahaman yang dalam soal agama dan tahu betapa sempurnanya agama ini, ia pasti tahu bahwa agama mencakup segala hal demi kepentingan manusia.

Politik dalam Islam bukan sekadar soal berebut kekuasaan atau kursi pimpinan, melainkan sebuah cara atau seni untuk mengatur kehidupan orang banyak agar lebih teratur dan bahagia. Seorang pemimpin yang baik akan membuat aturan-aturan yang bisa menjamin semua warga mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan terlindungi dari hal-hal yang merugikan. Meskipun aturan tersebut mungkin hal baru yang belum pernah ada di zaman Nabi Muhammad, selama tujuannya adalah untuk kebaikan bersama dan tidak melanggar perintah Allah, maka aturan itu tetap dianggap sebagai bagian dari politik yang baik dan terpuji.

Syekh Abdul Wahhab Khallaf menjelaskan bahwa inti dari politik adalah memberikan manfaat bagi negara dan rakyatnya. Aturan politik ini sifatnya sangat luas dan bisa berubah-ubah menyesuaikan dengan kebutuhan zaman yang terus berkembang. Walaupun para ahli agama atau kyai mungkin memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam menghadapi sebuah masalah baru, yang paling penting adalah aturan atau kebijakan tersebut tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar agama seperti keadilan, kejujuran, dan rasa kasih sayang kepada sesama manusia.

Imam Syafii juga memberikan pesan yang sangat kuat bahwa politik tidak boleh dipisahkan dari nilai-nilai agama Islam. Politik seharusnya menjadi alat untuk melaksanakan ajaran agama di dunia nyata demi menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bagi semua orang. Orang yang benar-benar memahami agama dengan hati yang tulus akan menyadari bahwa tujuan akhir dari setiap aturan politik adalah untuk mencapai kebaikan tertinggi bagi seluruh manusia sesuai dengan maksud dari syariat Islam itu sendiri dalam menjaga kehidupan di dunia.

kalimat berbahasa arab artinya
اَلْعِبَادِ فِي الْمَعَاشِ وَالْمَعَادِ وَمَجِيْئِهَا بِغَايَةِ الْعَدْلِ الَّذِي يَسَعُ الْخَلَائِقَ Manusia dalam urusan penghidupan dan akhirat serta mendatangkan keadilan yang luar biasa bagi semua makhluk.
وَإِنَّهُ لَا عَدْلَ فَوْقَ عَدْلِهَا وَلَا مَصْلَحَةَ فَوْقَ مَا تَضَمَّنَتْهُ مِنَ الْمَصَالِحِ – تَبَيَّنَ أَنَّ السِّيَاسَةَ جُزْءٌ مِنْ أَجْزَاءِ الشَّرِيْعَةِ وَفَرْعٌ مِنْ فُرُوعِهَا Sesungguhnya tidak ada keadilan yang melebihi keadilannya dan tidak ada kebaikan yang melebihi kebaikan yang dikandungnya, sehingga jelaslah bahwa politik adalah bagian dari aturan agama dan salah satu cabangnya.
فَعَلَى رِجَالِ السِّيَاسَةِ أَيِ السِّيَاسِيِّيْنَ أَنْ يَنْظُرُوا إِلَى حِيْنِيَّةِ الْمَصَالِحِ وَالصَّلَاحِ لِلْعَامَّةِ مِمَّا لَا بُدَّ مِنْهُ لِمَنَافِعِ مَعَاشِهِمْ وَمَعَادِهِمْ. Maka para politisi atau orang-orang politik harus selalu melihat kepentingan dan kebaikan orang banyak yang memang dibutuhkan demi manfaat hidup di dunia maupun di akhirat kelak.
وَيَنْظُرُوا وَيُفَكِّرُوا فِي تَكْيِيفِ كَفِّ الْأَذَى وَبَثِّ الْأَمْنِ وَالْكِفَافِ وَالْكِفَايَةِ وَالِاطْمِئْنَانِ وَالْعَدْلِ Mereka juga harus melihat dan memikirkan bagaimana cara menghentikan gangguan, menyebarkan rasa aman, kecukupan hidup, ketenangan, serta rasa adil di masyarakat.
وَالسِّيَاسَةُ نَوْعَانِ Dan politik itu ada dua macam jenisnya.
١- السِّيَاسَةُ الظَّالِمَةُ الَّتِي حَرَّمَهَا الشَّارِعُ وَالشَّرِيْعَةُ، هِيَ الَّتِي تَجْلِبُ الْبَغْيَ وَالْبُهْتَانَ وَتَضَعُ الشَّيْءَ فِي غَيْرِ مَحَلِّهِ نَحْوُ: إِبْطَالِ الْحَقِّ وَإِحْقَاقِ الْبَاطِلِ وَتَخْرِيْبِ ضَرُورِيَّاتِ الْحَيَاةِ Pertama adalah politik yang zalim yang dilarang oleh agama, yaitu politik yang membawa permusuhan, kebohongan, dan menaruh sesuatu tidak pada tempatnya seperti membuang kebenaran, membela kesalahan, serta merusak kebutuhan hidup.
٢- السِّيَاسَةُ الْعَادِلَةُ الَّتِي حَثَّتْهَا الشَّرِيْعَةُ إِلَى أَنْ يَعْتَمِدَ بِهَا الْمُسْلِمُونَ اخْتِيَارُهُمْ وَجِهَادُهُمْ إِظْهَارُ الْحَقِّ وَمُحَارَبَةُ الظُّلْمِ وَالظَّلَمَةِ وَإِعْلَاءِ كَلِمَةِ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا Kedua adalah politik yang adil yang sangat dianjurkan oleh agama agar dipilih oleh orang-orang Islam dalam perjuangan mereka untuk memunculkan kebenaran, melawan segala kezaliman dan pelaku zalim, serta meninggikan agama Allah setinggi-tingginya.
وَذَلِكَ بِمَا تَبَأَ بِهِ الشَّرِيْعَةُ دُونَ أَنْ تَلْقَى الْأَنْفُسُ إِلَى التَّهْلُكَةِ Hal itu dilakukan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh aturan agama tanpa membuat orang-orang jatuh ke dalam bahaya atau kehancuran.

Dalam hidup bermasyarakat, politik dan keadilan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Seorang pemimpin atau orang yang terjun ke dunia politik punya tugas yang sangat mulia, yaitu memastikan semua orang bisa hidup dengan tenang dan berkecukupan baik saat di dunia maupun bekal untuk di akhirat. Karena aturan agama Islam sudah memberikan contoh keadilan yang paling sempurna, maka setiap keputusan politik yang dibuat harus selalu mengacu pada nilai-nilai kebaikan tersebut agar tidak ada satu pun makhluk yang merasa dirugikan atau disakiti.

Para politisi harus selalu memutar otak dan berpikir keras untuk menciptakan suasana yang aman di lingkungan tempat tinggal kita. Tugas mereka bukan cuma soal jabatan, tapi bagaimana caranya agar tidak ada lagi kejahatan, semua orang punya makanan yang cukup, dan semua orang merasa nyaman saat beristirahat. Jika politik dijalankan dengan cara yang benar seperti ini, maka politik tersebut dianggap sebagai ibadah karena sedang menjalankan salah satu cabang dari ajaran agama Islam yang tujuannya adalah menjaga kedamaian manusia.

Kitab ini membagi politik menjadi dua wajah yang sangat berbeda, yaitu politik yang jahat dan politik yang baik. Politik yang jahat atau zalim adalah politik yang penuh dengan kebohongan, fitnah, dan hanya merusak tatanan hidup manusia sehingga sangat dilarang oleh agama. Sebaliknya, politik yang baik adalah politik yang adil di mana orang-orang bekerja keras untuk menegakkan kebenaran dan berani melawan orang-orang yang suka berbuat jahat kepada sesama. Dengan memilih jalan politik yang adil, kita sebenarnya sedang berusaha meninggikan nilai-nilai kebaikan yang diperintahkan oleh Allah di muka bumi.

kalimat berbahasa arab artinya
وَالْمُنْكَرَاتِ وَأَنْ يَسْتَعِدَّ الطُّرُقَ وَالْمَمَرَّاتِ لِلسَّهْلَةِ الْمُمْكِنِ سُلُوْكُهَا حَتَّى الْمِيْعَادِ Pemimpin harus menjauhkan hal buruk dan menyiapkan jalan serta sarana yang mudah untuk dilewati oleh rakyat sampai waktu yang ditentukan.
ذَلِكَ هُوَ الْإِمَامُ وَالْحَاكِمُ أَوِ الرَّئِيْسُ أَوِ الْقَائِدُ الْقَوِيُّ الْأَمِيْنُ حَسَبَ مَا احْتَاجَتْهُ الْمَصَالِحُ وَامْتَنَعَتْهُ الْمَضَارُّ Pemimpin itu bisa berupa Imam, Penguasa, Presiden, atau pemimpin yang kuat dan jujur, sesuai dengan kebutuhan untuk mendatangkan kebaikan dan menolak bahaya.
وَهُوَ وَأَعْوَانُهُ رِجَالُ السِّيَاسَةِ الْعَادِلَةِ الَّذِينَ يَنْغَمِسُوْنَ وَيَتَمَرَّنُوْنَ فِي رَشْفِ السِّيَاسَةِ الْعَادِلَةِ وَإِقَامَةِ الشَّرِيْعَةِ السَّمْحَةِ Pemimpin itu bersama para pembantunya adalah orang-orang politik yang adil yang selalu berlatih dan terbiasa menjalankan politik yang adil serta menegakkan aturan agama yang ramah.
وَنَحْنُ نَعْلَمُ أَنَّ مِيْدَانَ السِّيَاسَةِ: الْبَشَرُ وَالْإِنْسَانُ وَمَنْ لَهُ إِرَادَةٌ مُتَفَرِّقَةٌ وَهِمَّةٌ مُتَنَوِّعَةٌ وَطَبَقَةٌ وَطَبِيْعَةٌ وَقَلْبٌ وَبُقْعَةٌ شَتَّى وَطَاقَةٌ مُتَدَرِّجَةٌ وَنَفْسٌ غَيْرُ وَاحِدَةٍ Kita semua tahu bahwa bidang politik itu berurusan dengan manusia yang punya keinginan berbeda-beda, cita-cita yang macam-macam, serta sifat, hati, tempat tinggal, dan kemampuan yang tidak sama.
فَنَرُوْمُ مِنْهُمْ مُتَّحِدِيْنَ سَائِرِيْنَ إِلَى هَدَفٍ وَاحِدٍ Maka dari itu, tugas kita adalah mengajak mereka semua untuk bersatu dan berjalan bersama-sama menuju satu tujuan yang sama.
فَلِذَلِكَ تَفْتَقِرُ السِّيَاسَةُ عِنْدَ إِجْرَائِهَا: أَشْخَاصٌ وَشَخْصِيَّتُهَا وَنِظَامُ جَمْعِيَّتِهَا وَكَيْفِيَّةُ تَنْظِيْمِهَا وَغَيْرُ ذَلِكَ مِنْ ضَرُورِيَّاتِ الْجَمْعِيَّةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالثَّوْرَةِ وَالْحَرَكَةِ بِالَّتِي تَضُمُّ تِلْكَ الْمُخْتَلِفَاتِ Oleh sebab itu, dalam menjalankan politik dibutuhkan orang-orang, kepribadian yang kuat, aturan organisasi, cara mengatur yang benar, serta kebutuhan kelompok atau gerakan yang bisa menyatukan semua perbedaan tadi.
وَثَمَرَتُهَا بَعْدَ أَنْ عَمِلَتِ السِّيَاسَةُ كَمَا هُوَ مَعْهُوْدٌ مِنَ الشَّرِيْعَةِ: حَلَاوَةُ الثَّوَابِ وَالنَّجَاحِ وَالرِّضَا مِنَ اللهِ سُبْحَانَهُ Buah dari menjalankan politik yang sesuai dengan ajaran agama adalah manisnya pahala, kesuksesan, dan mendapatkan ridha dari Allah yang Maha Suci.
وَإِذَا كَانَتِ الشَّرِيْعَةُ فِي كُتْلَةِ وَالْمُسْلِمُوْنَ الْمُطِيْعُوْنَ فِي كُتْلَةٍ أُخْرَى فَالْمِيْزَانُ: السِّيَاسَةُ الْعَادِلَةُ Jika aturan agama ada di satu sisi dan umat Islam yang taat ada di sisi lain, maka timbangan atau alat penyatunya adalah politik yang adil.

Tugas utama seorang pemimpin, baik itu presiden maupun gubernur, adalah menjadi pembuka jalan bagi rakyatnya. Pemimpin yang hebat harus memiliki dua sifat utama, yaitu kuat dan bisa dipercaya atau amanah. Ibarat seorang sopir bus yang handal, ia harus tahu jalan yang paling aman dan mudah agar penumpangnya sampai ke tujuan dengan selamat tanpa merasa takut. Pemimpin inilah yang bertugas memikirkan apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakatnya agar hidup mereka menjadi lebih mudah dan terhindar dari segala kesulitan.

Mengurus manusia itu tidaklah mudah karena setiap orang punya keinginan dan sifat yang berbeda-beda. Ada orang yang cita-citanya tinggi, ada yang biasa saja, dan mereka tinggal di tempat yang berjauhan dengan latar belakang yang berbeda juga. Politik hadir sebagai alat yang sangat penting untuk menyatukan semua perbedaan itu menjadi satu kekuatan yang kompak. Tanpa adanya politik yang baik dan organisasi yang rapi, orang-orang akan berjalan sendiri-sendiri dan sulit untuk mencapai tujuan bersama yang besar.

Hasil akhir dari politik yang dijalankan dengan jujur dan sesuai aturan agama akan membawa kebahagiaan yang luar biasa. Kita tidak hanya akan meraih kemenangan atau kesuksesan di dunia, tetapi juga akan merasakan manisnya pahala dan dicintai oleh Allah. Politik yang adil bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan antara ajaran agama yang suci dengan praktik kehidupan sehari-hari umat Islam. Dengan politik yang adil, ajaran agama bisa diterapkan secara nyata sehingga semua orang bisa merasakan manfaatnya secara langsung.

kalimat berbahasa arab artinya
الَّتِي ثَمَرَتُهَا الرِّضَا مِنَ اللهِ Yang buah atau hasilnya adalah mendapatkan ridha dari Allah.
فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَهُوَ فِي عِيْشَةٍ رَاضِيَةٍ Adapun orang yang berat timbangan kebaikannya, maka dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan.
وَذَلِكَ ذُرْوَةُ الْمِنَحِ Dan hal tersebut merupakan puncak dari segala pemberian atau anugerah.

Berjuang di jalan politik yang benar bukan sekadar mencari kemenangan di dunia saja, melainkan tujuannya adalah untuk mendapatkan kasih sayang dan ridha dari Allah. Jika seseorang berpolitik dengan niat yang jujur untuk menolong sesama dan menegakkan keadilan, maka setiap langkahnya akan dianggap sebagai amal ibadah yang sangat berharga. Hasil yang paling manis dari perjuangan ini bukanlah jabatan yang tinggi atau kekuasaan yang luas, melainkan perasaan tenang karena telah melakukan hal yang benar di mata Tuhan.

Di dalam teks ini diingatkan dengan kutipan ayat Al-Qur’an bahwa siapa saja yang memiliki timbangan amal kebaikan yang berat akan mendapatkan kehidupan yang sangat bahagia dan memuaskan. Dalam konteks memimpin masyarakat, jika seorang pemimpin berhasil menjalankan tugasnya dengan amanah dan mengutamakan kepentingan orang banyak, maka timbangan kebaikannya di akhirat nanti akan menjadi sangat berat. Kehidupan yang memuaskan ini tidak hanya dirasakan nanti di surga, tetapi juga bisa dirasakan selama di dunia berupa ketenangan hati dan keberkahan dalam setiap urusan hidupnya.

Mencapai ridha Allah dan kehidupan yang bahagia merupakan puncak dari segala macam anugerah atau hadiah yang bisa diterima oleh manusia selama hidupnya. Tidak ada pemberian yang lebih besar daripada perasaan cukup dan puas atas apa yang telah dikerjakan demi kebaikan orang banyak. Oleh karena itu, berpolitik dengan cara yang adil dan jujur adalah jalan yang sangat mulia karena bisa mengantarkan seseorang pada puncak kemuliaan hidup yang sesungguhnya dan menjadikannya pribadi yang bermanfaat bagi agama dan bangsanya.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Recent Posts

  • Terjemah Kitab Ad-Duroru Rembany KH Kholil Bisri Rembang – Makna Politik
  • Terjemah Kitab Ad-Duroru Rembany KH Kholil Bisri Rembang Mukadimah dan Sejarah Politik Indonesia
  • Fiqh Puasa Syiah (Hadis No 12.702): Boleh Niat Puasa di Siang Hari
  • Terjemah Kitab Tsaquful Akhyarin Nahdliyah (Qurratu ‘Ayn) Halaman 16 – Fitnah Akhir Zaman dan Pentingnya Menjaga Diri
  • Terjemah Kitab Tsaquful Akhyarin Nahdliyah (Qurratu ‘Ayn) Halaman 15 – Tsaquful Akhyarin Nahdliyin – Menjaga Diri Saat Kekacauan Melanda Kerajaan
  • Terjemah Kitab Tsaquful Akhyarin Nahdliyah (Qurratu ‘Ayn) Halaman 14 – Hubungan Erat Agama dan Pemerintahan
  • Fiqh Puasa Syiah (Hadis No 12.701) – Kenapa Puasa Bisa Mengingat Akhirat Melalui Rasa Lapar?
  • Terjemah Kitab Tsaquful Akhyarin Nahdliyin (Qurratu `Ayn) – Tugas Pemimpin Saat Ada Kekacauan
  • Fiqh Puasa Syiah (Hadis No 12.700) – Mengapa Allah mewajibkan puasa?
  • Terjemah Kitab Tsaquful Akhyarin Nahdliyah (Qurratu ‘Ayn) Halaman 13 – Kekuasaan Imam dan Pahala Ijtihad
  • Fiqh Puasa Syiah (Hadis No. 12699) – Hikmah Merasakan Lapar Dan Haus
  • Terjemah Kitab Tsaquful Akhyarin Nahdliyah (Qurratu ‘Ayn) Halaman 12 – Kewajiban Tobat dari Paham Wujudiyah
  • Terjemah Kitab Tsaquful Akhyarin Nahdliyah (Qurratu ‘Ayn) – Larangan Mengejek Syariat
  • Terjemah Kitab Ad-Duroru Rembany KH Kholil Bisri Rembang – Pengertian Politik Islam
  • Terjemah Kitab Al Haqibah KH Bisri Musthofa – Sholawat Nur Al-Dhati
  • Belum Tahu? Inilah Cara Pasang Iklan Meta Ads untuk Sales WiFi Supaya Banjir Closingan!
  • Inilah Alur Pengerjaan EMIS GTK 2026 yang Benar dari Awal Sampai Akhir
  • Inilah 27 Sekolah Kedinasan untuk Lulusan SMK 2026, Bisa Kuliah Gratis dan Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Cara Kuliah S2 di Inggris dengan GREAT Scholarship 2026: Syarat Lengkap, Daftar Kampus, dan Tips Jitu Biar Lolos!
  • Belum Tahu? Inilah Alasan Non-Muslim Juga Bisa Ngurangin Pajak Pake Sumbangan Keagamaan Wajib!
  • Inilah Kenapa Zakat ke Pondok Pesantren Mungkin Nggak Bisa Jadi Pengurang Pajak, Yuk Cek Syaratnya!
  • Inilah Caranya Daftar SMA Unggul Garuda Baru 2026 yang Diperpanjang, Cek Syarat dan Link Resminya!
  • Cara Cek Pencairan KJP Plus Tahap 1 Januari 2026 Beserta Daftar Nominal Lengkapnya
  • Lengkap! Inilah Kronologi Meninggalnya Vidi Aldiano Berjuang Melawan Kanker
  • Inilah Cara Tarik Data PKH di EMIS 4.0 Agar Bantuan Siswa Tetap Cair!
  • How to Create and Configure DNS Server on RHEL 10
  • How a Security Professional Bypassed a High-Security Building Using Just a Smartphone and a QR Code
  • A Step-by-Step Guide to Upgrading Uptime Kuma to Version 2.0
  •  How to Disable Bing Search in the Windows 11 Start Menu for Better Privacy
  • How to Transitioning from Engineer to Product Manager
  • How to Managing GitHub Pull Requests Directly from Your Terminal with Github-CLI
  • How to Building a Privacy-First Self-Hosted App Stack, 2026!
  • How to Remove Underlines from Links in Outlook
  •  How to Fix Microsoft 365 Deployment Tool Not Working: A Complete Troubleshooting Guide
  •  How to Fix Windows 11 ISO Download Blocked and Error Messages
  • Seedance 2.0 Is Here! Unlimited + Completely Uncensored AI Video Gen
  • A Step-by-Step Guide to the Qwen 3.5 Small Model Series
  • What new in Google’s Workspace CLI?
  • Anthropic Claude Outage Explained!
  • Mercury 2: The Next Big Leap in AI Technology and Why It Matters for Your Projects
  • How to Create Mind-Blowing Cinematic AI Videos with Kling 3.0
  • How to Launching Production-Ready Agents with Google Antigravity and AI Studio
  • How to Automate Your Business Intelligence with Google Antigravity and NotebookLM
  • The Secret Reason Seedance 2.0 is Realistic
  • Exploring Microsoft Phi-4 Reasoning Vision 15B
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Bahtsul Masail
  • Cerita
  • Download
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme