Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu

Terjemah Kitab Ad-Duroru Rembany KH Kholil Bisri Rembang Mukadimah dan Sejarah Politik Indonesia

Posted on March 7, 2026 by Manarul Ikhsan

Berikut adalah pembahasan tentang pendahuluan kitab yang menjelaskan pentingnya ilmu politik bagi umat Islam serta sejarah singkat kemerdekaan Indonesia (halaman 1 – 5):

kalimat berbahasa arab artinya
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ مِنْ مَخْلُوقَاتِهِ وَدَبَّرَ. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dan mengaturnya.
وَأَظْهَرَ كُلَّ آيَةٍ مِنْ آيَاتِهِ وَعَبَّرَ. Dan Allah memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya sebagai pelajaran.
وَأَغْنَى كُلَّ فَقِيرٍ إِلَيْهِ مِنْ عِبَادِهِ وَجَبَرَ. Dan Allah mencukupi setiap hamba yang butuh kepada-Nya serta menolong mereka.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَحَّدَ وَكَبَّرَ. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي بَلَّغَ رِسَالَةَ رَبِّهِ وَخَبَّرَ. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang telah menyampaikan pesan dari Tuhan.
وَدَعَا إِلَى الْجِهَادِ وَصَبَرَ. Beliau mengajak kepada perjuangan yang baik dan selalu bersikap sabar.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ أُسْوَةٍ لِمَنْ فَكَّرَ وَدَبَّرَ. Ya Allah, berikanlah rahmat dan keselamatan untuk hamba dan utusan-Mu, yaitu Nabi Muhammad, sebaik-baiknya contoh bagi orang yang berpikir.
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ كُلُّ عَلَى تَعَالِيمِهِ تَحَقَّقَ وَتَخَبَّرَ. Dan juga untuk keluarga serta sahabatnya yang benar-benar mengikuti ajarannya.
أَمَّا بَعْدُ. Setelah itu.
فَهَذَا مَا لَا تَسْتَطِيعُ اللَّجْنَةُ اجْتِنَابَهُ وَهُوَ أَمْرُ الْمُشَاوَرَةِ. Inilah hal yang tidak bisa dihindari oleh tim penulis, yaitu tentang masalah musyawarah.
فِي أَنْ تَكُونَ حَامِلَةً مَا ثَقُلَ عَلَيْهَا كِتَابَةُ رِسَالَةٍ فِي فَنِّ السِّيَاسَةِ. Yaitu tanggung jawab yang cukup berat untuk menulis sebuah buku tentang ilmu politik.
وَأَعْضَاؤُهَا يَعْرِفُونَ وَيَعْتَرِفُونَ أَنَّهُمْ لَيْسُوا أَهْلًا لِذَلِكَ. Orang-orang di tim ini tahu dan mengaku kalau mereka sebenarnya bukan ahli yang paling hebat di bidang itu.
وَلَكِنَّهُمْ لَمَّا رَأَوْا افْتِقَارَ كَثِيرٍ مِنَ إِخْوَانِنَا الْمُسْلِمِينَ إِلَى مَزِيدِ الْإِيضَاحِ عَلَى حَقِيقَةِ السِّيَاسَةِ فِي الْإِسْلَامِ. Tapi karena mereka melihat banyak saudara sesama Muslim yang butuh penjelasan lebih jelas tentang apa itu politik dalam Islam.
وَعَلَاقَتِهَا بِوَظَائِفِ الْعُلَمَاءِ شَدَّتْ أَزَارَهَا وَقَهَرَتْ جُهْدَهَا عَلَى عُكُوفِ بَحْثٍ لَدَى هَذَا الْفَنِّ. Dan bagaimana hubungannya dengan tugas para guru agama atau ulama, maka mereka pun bersemangat dan berusaha keras untuk meneliti bidang ini.
لَقَدْ مَرَّتْ عَلَيْنَا سَنَواتٌ طَوِيلَةٌ مُنْذُ أَنْ أَعْلَنَ سُوكَرْنُو وَهَاتَّا بِاسْمِنَا عَنِ اسْتِقْلَالِ إِنْدُونِيسِيَا يَوْمَ السَّابِعِ عَشَرَ أَغُسْطُوسَ سَنَةَ أَلْفٍ وَتِسْعِمِائَةٍ وَخَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ مِيلَادِيَّةً. Sudah bertahun-tahun lamanya sejak Bung Karno dan Bung Hatta mengumumkan kemerdekaan Indonesia atas nama kita pada tanggal 17 Agustus 1945.

Tulisan ini dimulai dengan memuji Allah dan bersyukur karena Allah-lah yang mengatur seluruh isi dunia ini. Penulis ingin menunjukkan bahwa segala sesuatu, termasuk cara kita mengatur negara, tidak lepas dari pengawasan Tuhan. Selain itu, penulis juga memberikan penghormatan kepada Nabi Muhammad sebagai contoh terbaik bagi manusia dalam bertindak dan mengambil keputusan yang bijaksana.

Bagian pembukaan ini menjelaskan bahwa menulis tentang politik dalam pandangan Islam adalah tugas yang sangat penting sekaligus berat. Penulis merasa perlu membuat penjelasan ini karena masih banyak umat Islam yang belum paham betul apa itu politik yang sesuai dengan ajaran agama. Mereka ingin meluruskan pandangan orang-orang agar tahu bahwa politik bukan sekadar berebut kekuasaan, tapi juga tentang bagaimana menjalankan tugas keagamaan di tengah masyarakat.

Selain membahas agama, tulisan ini juga mengingatkan kita pada sejarah penting bangsa Indonesia. Penulis menyebutkan nama Bung Karno dan Bung Hatta saat memproklamasikan kemerdekaan kita pada tahun 1945. Hal ini menunjukkan bahwa belajar tentang politik Islam sangat erat kaitannya dengan mencintai tanah air dan menjaga kemerdekaan yang sudah susah payah didapatkan oleh para pahlawan kita.

kalimat berbahasa arab artinya
وَنَحْنُ نَعِيْشُ فِي حُرِّيَّةٍ. Dan kita sekarang hidup dalam keadaan merdeka atau bebas.
اَلْحُرِّيَّةِ الَّتِي لَيْسَتْ هَدِيَّةً أَوْ مِنْةً مِنَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ بَلِ انْتَزَعْنَاهَا قَهْرًا مِنْهُمْ بِقُوَّتِنَا وَجِهَادِنَا رَغْمَ عَنْهُمْ. Kebebasan ini bukanlah sebuah hadiah atau pemberian dari penjajah, melainkan kita rebut secara paksa dari mereka dengan kekuatan dan perjuangan kita meskipun mereka tidak suka.
وَصِرْنَا مُنْذُ ذٰلِكَ الْيَوْمِ أَحْرَارًا وَكُلُّنَا فِي الْحُرِّيَّةِ وَالْحُقُوقِ وَالْوَاجِبَاتِ سَوَاسِيَةٌ لَيْسَ فِيْنَا أَكْثَرُ حُرِّيَّةً مِنْ غَيْرِهِ وَلَا أَقَلُّ. Sejak hari itu kita menjadi orang-orang merdeka, dan kita semua memiliki kebebasan, hak, serta kewajiban yang sama rata, tidak ada yang lebih merdeka atau kurang merdeka dibanding yang lain.
وَلِذٰلِكَ اخْتَرْنَا وَأَقَمْنَا لِحُكُومَةِ الدِّيْمُقْرَاطِيَّةِ الَّتِي مِنْ طَبْعِهَا احْتِرَامُ الْحُرِّيَّةِ وَتَنْظِيْمُهَا. Oleh karena itu, kita memilih dan mendirikan pemerintahan demokrasi yang sifat alaminya adalah menghormati dan mengatur kebebasan tersebut.
فَدَوْلَتُنَا الدَّوْلَةُ الْإِنْدُوْنِيْسِيَّةُ هِيَ الدَّوْلَةُ الْمُسْتَقِلَّةُ الْحُرَّةُ وَلَهَا دُسْتُورُهَا الْأَسَاسِيُّ الَّذِي يُهَيْمِنُ عَلَى أَفْرَادِ أُمَّتِهَا فِي حَيَاتِهِمُ الْوَطَنِيَّةِ وَحَدَّثَهُمْ فِي الْمُشَارَكَةِ عَلَى إِقَامَتِهَا وَتَنْظِيْمِهَا وَإِصْلَاحِهَا. Negara kita, Negara Indonesia, adalah negara yang berdiri sendiri dan merdeka, serta memiliki undang-undang dasar yang mengatur seluruh warga negaranya dalam kehidupan berbangsa dan mengajak mereka ikut serta membangun, mengatur, dan memperbaikinya.
وَهَذَا الدُّسْتُورُ الْمَعْرُوفُ بِدُسْتُورِ أَلْفٍ وَتِسْعِمِائَةٍ وَخَمْسٍ وَأَرْبَعِيْنَ مَعَ مُقَدِّمَتِهِ الشَّهِيْرَةِ “بِنْشَاسِيْلَا” هُوَ الْقَانُونُ الْأَسَاسِيُّ الَّذِي يُعْتَبَرُ مَصْدَرًا أَسَاسِيًّا وَمَرْجِعًا أَوْلِيًّا لِكُلِّ قَانُونٍ وَتَشْرِيْعٍ فِي هَذِهِ الدَّوْلَةِ لِمَصَالِحِ أُمَّتِهَا. Undang-undang ini dikenal dengan UUD 1945 beserta pembukaannya yang terkenal yaitu Pancasila, yang menjadi hukum paling dasar dan rujukan utama bagi setiap peraturan di negara ini demi kepentingan seluruh rakyat.
فَكُلُّ فَرْدٍ مِنْ أَفْرَادِ الْأُمَّةِ فِي هَذِهِ الدَّوْلَةِ عَلَى الْأَسَاسِ وَوَفْقَ دُسْتُوْرِهَا حُرٌّ وَلَهُ كَمَا عَلَيْهِ حَقٌّ. Maka setiap orang di negara ini, berdasarkan undang-undang tersebut, adalah manusia yang merdeka dan memiliki hak-hak yang sama seperti ia memiliki kewajiban.
فَلَهُ حَقٌّ فِي الِاشْتِرَاكِ فِي تَدْبِيْرِ الدَّوْلَةِ وَتَلْوِيْنِهَا وَقِيَادَةِ الْحُكُومَةِ وَإِدَارَتِهَا. Setiap warga punya hak untuk ikut serta dalam mengurus negara, menentukan arahnya, serta ikut dalam memimpin dan mengatur jalannya pemerintahan.

Bagian ini menjelaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil kerja keras dan perjuangan yang luar biasa, bukan pemberian cuma-cuma dari bangsa lain. KH Kholil Bisri ingin kita paham bahwa kebebasan yang kita rasakan sekarang harus dijaga dengan baik karena didapatkan dengan tumpah darah. Di negara ini, semua orang kedudukannya sama, tidak ada yang lebih hebat atau lebih rendah karena kita semua punya hak dan kewajiban yang sudah diatur dengan adil.

Sistem pemerintahan yang dipilih Indonesia adalah demokrasi, yang tujuannya untuk memastikan kebebasan setiap orang tetap dihormati tapi juga diatur supaya tidak berantakan. Penulis menegaskan bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah pondasi paling penting yang menjadi sumber dari segala aturan yang ada di Indonesia. Semua hukum yang dibuat harus selalu merujuk ke sana dan tujuannya harus untuk kebaikan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Sebagai warga negara yang merdeka, setiap dari kita punya hak untuk ikut campur dalam mengatur negara ini. Kita tidak boleh hanya diam, tapi punya kesempatan untuk memberikan pendapat atau ikut serta dalam pemerintahan agar negara menjadi lebih baik. Ini adalah pesan penting bahwa dalam politik Islam yang diterapkan di Indonesia, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga agar pemerintahan tetap berjalan di jalan yang benar dan bermanfaat bagi banyak orang.

kalimat berbahasa arab artinya
وَبِنَاءُ الْوَطَنِ لِمَصَالِحِ الْجَمِيعِ وَفْقًا لِلْأُسُسِ الدِّيمُقْرَاطِيَّةِ. Dan membangun negara untuk kepentingan semua orang sesuai dengan dasar-dasar demokrasi.
وَهَذِهِ الْأُمُورُ الَّتِي تَتَعَلَّقُ بِالْوَطَنِ وَالدَّوْلَةِ وَالْأُمَّةِ بِمَا فِيهِ مُبَاشَرَةُ الْحُقُوقِ وَمُزَاوَلَتُهَا بِسَرِيقِهَا الصَّحِيحِ هِيَ كُلُّهَا مَوْضُوعُ السِّيَاسَةِ. Hal-hal yang berkaitan dengan tanah air, negara, dan bangsa, termasuk cara menggunakan hak-hak dengan benar, semuanya adalah pembahasan dalam ilmu politik.
أَوْ قُلْ إِنْ شِئْتَ بِالِاخْتِصَارِ: إِنَّ مَوْضُوعَ السِّيَاسَةِ هُوَ الدَّوْلَةُ: الرَّاعِي وَالرَّعِيَّةُ. Atau kalau mau lebih singkatnya: inti dari politik adalah tentang negara, yaitu pemimpin dan rakyatnya.
قَالَ تَعَالَى: “إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ”. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia, hendaknya kalian menetapkannya dengan adil”.
“إِنَّ اللهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا”. “Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang paling baik kepada kalian, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.
وَقَالَ: “يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ”. Dan Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, serta para pemimpin di antara kalian”.
“فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا”. “Jika kalian berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya”.
قَالَ الْعُلَمَاءُ نَزَلَتِ الْآيَةُ الْأُولَى فِي وُلَاةِ الْأُمُورِ: عَلَيْهِمْ أَنْ يُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمُوا بَيْنَ النَّاسِ أَنْ يَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ. Para ulama berkata bahwa ayat pertama ditujukan untuk para pemimpin: mereka wajib menjalankan amanah dan harus adil saat membuat keputusan untuk rakyat.
وَنَزَلَتِ الثَّانِيَةُ فِي الرَّعِيَّةِ مِنَ الْجُيُوشِ وَغَيْرِهَا: عَلَيْهِمْ أَنْ يُطِيعُوا أُولِي الْأَمْرِ الْفَاعِلِينَ لِذٰلِكَ. Sedangkan ayat kedua ditujukan untuk rakyat, seperti tentara dan warga lainnya: mereka wajib patuh kepada pemimpin yang menjalankan tugasnya dengan benar.
فَإِذَا أَمَرُوا بِمَعْصِيَةِ اللهِ فَلَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ. Tapi jika pemimpin menyuruh melakukan perbuatan dosa, maka kita tidak boleh patuh kepada manusia untuk mendurhakai Tuhan yang menciptakan kita.
هَذَا وَالْعُلَمَاءُ كَمَا نَعْلَمُ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَقَادَةُ الْأُمَّةِ. Selain itu, kita tahu bahwa para ulama adalah pewaris para nabi dan mereka adalah pemimpin yang membimbing umat.

Politik itu sebenarnya sederhana, yaitu tentang bagaimana sebuah negara diatur agar semua orang bisa hidup dengan nyaman dan adil. KH Kholil Bisri menjelaskan bahwa inti dari politik adalah hubungan antara pemimpin dan rakyatnya. Pemimpin bertugas mengatur urusan banyak orang, sementara rakyat punya hak dan kewajiban untuk menjaga negaranya agar tetap rukun sesuai dengan aturan yang sudah disepakati bersama.

Di dalam Al-Quran, Allah memberikan pesan yang sangat penting bagi orang-orang yang memegang kekuasaan. Pemimpin itu tidak boleh sombong atau berbuat sesuka hati, mereka harus jujur dalam menjalankan amanah dan harus selalu adil kepada siapa saja tanpa membeda-bedakan. Sebaliknya, kita sebagai rakyat juga diminta untuk patuh kepada aturan pemerintah selama aturan itu membawa kebaikan dan tidak melanggar perintah agama.

Namun, ada batas yang harus kita tahu dalam hal kepatuhan. Kita tidak boleh menuruti perintah siapa pun, termasuk pemimpin, jika mereka menyuruh kita berbuat jahat atau melanggar aturan Tuhan. Dalam situasi seperti ini, kita harus mendahulukan perintah Allah di atas perintah manusia. Itulah sebabnya peran ulama atau guru agama sangat penting, karena mereka membantu kita memahami mana aturan yang benar dan mana yang salah agar kita tidak tersesat dalam kehidupan bernegara.

kalimat berbahasa arab artinya
فِي أُمُورِهِمُ الدِّينِيَّةِ وَالدُّنْيَوِيَّةِ وَالْعُلَمَاءُ مَلْجَأُ الْأُمَّةِ فِي أَكْثَرِ مِنْ شُؤُونِ حَيَاتِهِمْ وَمَا فِيهِ مِنْ مَصَالِحِهِمْ كَأَبْنَاءٍ وَأَصْحَابِ الْوَطَنِ وَالدَّوْلَةِ. Ulama adalah tempat mengadu bagi umat dalam urusan agama maupun urusan dunia, termasuk dalam banyak urusan hidup serta kepentingan mereka sebagai anak bangsa dan warga negara.
فَقَدِيْمًا تُعْرَفُ الْعُلَمَاءُ بِفَتْيَاهُمْ فِي أُمُورِ الْخَلْقِ وَسِيَاسَةِ الْمُلُوكِ بِالْإِضَافَةِ إِلَى إِحَاطَتِهِمْ بِعُلُومِ الدِّينِ وَالْآخِرَةِ. Sejak zaman dulu, para ulama sudah dikenal dengan nasihat-nasihat mereka mengenai urusan masyarakat dan cara memimpin negara, selain mereka juga sangat ahli dalam ilmu agama dan akhirat.
فَإِذَا رَأَيْنَا أَخِيْرًا كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ – وَمِنْ بَيْنِهِمْ مَنْ نُنَادِي بِالْعُلَمَاءِ – يَنْظُرُونَ إِلَى تِلْكَ الْأُمُورِ السِّيَاسِيَّةِ نَظْرَتَهُمْ إِلَى أَشْيَاءَ شَنِيْعَةٍ مُنْكَرَةٍ بَلْ يَظُنُّونَ أَنَّهَا لَا تَلِيقُ بِالْمُسْلِمِينَ بَلْهَ الْعُلَمَاءَ. Tapi kalau sekarang kita melihat banyak orang, bahkan termasuk orang yang kita panggil ulama, menganggap urusan politik itu sebagai sesuatu yang buruk dan jahat, bahkan mengira itu tidak pantas bagi umat Islam apalagi bagi ulama.
فَلَرُبَّمَا سَبَبُ ذٰلِكَ سُوءُ الْفَهْمِ لِمَعْنَى السِّيَاسَةِ الْحَقِيقِيَّةِ النَّاتِجِ مِنْ مُعَايَنَةِ فِعْلَاتِ أُنَاسٍ يَدْعُونَ “سِيَاسِيِّينَ” الَّذِينَ يُزَاوِلُونَ الْأُمُورَ السِّيَاسِيَّةَ عَلَى غَيْرِ طَرِيقِهَا الصَّحِيحِ. Mungkin saja penyebabnya adalah karena salah paham tentang arti politik yang sebenarnya, gara-gara melihat tingkah laku orang-orang yang mengaku “politisi” tapi menjalankan politik dengan cara yang tidak benar.
وَهُنَاكَ مَعَ ذٰلِكَ مَنْ يَعْمَدُ لِغَرَضٍ مَا إِلَى تَلْبِيسِ مَفَاهِيمِ السِّيَاسَةِ الْعَادِلَةِ السَّلِيمَةِ بِزَعْمِهِمْ أَنَّهَا مِنَ الْأُمُورِ الْقَذِرَةِ يَجِبُ تَجَنُّبُهَا. Selain itu, ada juga orang yang sengaja ingin membuat bingung tentang politik yang adil dan benar dengan menuduh bahwa politik itu adalah hal kotor yang harus dijauhi.
فَلَا بُدَّ – إِذًا – مِنْ إِعَادَةِ إِجْرَاءِ الْمَاءِ إِلَى مَجْرَاهُ وَوَضْعِ الشَّيْءِ فِي مَحَلِّهِ. Maka dari itu, kita harus mengembalikan semuanya ke jalan yang benar dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya yang pas.
فَلَا بُدَّ مِنْ تَعْدِيلَاتٍ وَتَصْحِيحَاتٍ فِي نَظَرِنَا إِلَى هٰذِهِ الْقَضِيَّةِ الْخَطِيرَةِ قَبْلَ أَنْ يَتَمَادَى الْأَمْرُ إِلَى حَيْثُ يُمْكِنُ تَصْفِيَةُ الصَّفَاءِ مِنْ كَدَرِهِ وَيَصِيْرُ الطِّيْنُ بَلَّةً وَزَادَتِ الْأُمَّةُ حَيْرَةً مَعَ حَيْرَتِهِمْ. Kita perlu memperbaiki dan membetulkan cara pandang kita terhadap masalah penting ini sebelum semuanya jadi makin kacau, supaya kita bisa membedakan mana yang jernih dan mana yang keruh, agar masyarakat tidak semakin bingung.

Para guru agama atau ulama adalah tempat bertanya bagi masyarakat, bukan cuma soal ibadah tapi juga soal urusan hidup sehari-hari di negara kita. Sejak zaman dulu, ulama sudah biasa memberikan nasihat tentang bagaimana memimpin rakyat dan mengatur negara karena mereka punya ilmu yang luas. Jadi, ulama punya peran besar untuk memastikan kita semua sebagai warga negara bisa hidup dengan baik dan tenang sesuai ajaran agama.

Tapi belakangan ini, ada orang yang menganggap politik itu buruk atau kotor dan tidak pantas diurusi oleh orang beragama. Hal ini terjadi karena banyak orang melihat perilaku beberapa politisi yang tidak jujur atau menggunakan cara yang salah dalam memimpin. Akhirnya, banyak yang salah paham dan mengira kalau politik itu sendiri adalah hal jahat yang harus dijauhi oleh orang baik dan para ulama, padahal sebenarnya politik itu penting untuk mengatur keadilan.

Kita harus memperbaiki cara pandang yang salah ini supaya masalahnya tidak semakin rumit dan membingungkan masyarakat. Politik yang benar sebenarnya bertujuan untuk menegakkan keadilan dan membantu banyak orang, jadi kita perlu menempatkan politik pada tempat yang seharusnya. Jika kita membiarkan anggapan bahwa politik itu kotor, maka orang-orang baik akan menjauh dan keadaan negara bisa menjadi semakin kacau dan sulit untuk diperbaiki nantinya.

kalimat berbahasa arab artinya
فَهَذَا الَّذِي سَمَّيْنَا “فِقْهَ السِّيَاسِيَّةِ” رُبَّمَا يَكُوْنُ مُحَاوَلَةً مُتَوَاضِعَةً – سَدًّا لِلْفَرَاغِ – لِإِعْطَاءِ الصُّوْرَةِ الصَّادِقَةِ لِمَعَالِمِ السِّيَاسَةِ عَلَى ضَوْءِ تَعَالِيْمِ الْإِسْلَامِ كَخِدْمَةٍ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ وَمُسَاهَمَةً لِمُوَاجَهَةِ تِلْكَ الْقَضِيَّةِ الَّتِي نَحْنُ بِصَدَدِهَا. Apa yang kami sebut sebagai “Fikih Politik” ini mungkin hanyalah sebuah usaha sederhana untuk mengisi kekosongan agar bisa memberikan gambaran yang jujur tentang dasar-dasar politik menurut ajaran Islam, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bantuan untuk menghadapi masalah yang sedang kita bahas ini.
وَاللهُ الْمُوَفِّقُ فِيمَا هُوَ يُحِبُّهُ وَيَرْضَاهُ. Dan semoga Allah memberikan petunjuk serta keberhasilan dalam segala hal yang Dia cintai dan Dia ridai.

KH Kholil Bisri menjelaskan bahwa buku ini beliau beri nama Fikih Politik. Beliau dengan rendah hati mengatakan bahwa tulisan ini adalah usaha kecil untuk mengisi kekurangan informasi yang ada di tengah masyarakat. Tujuannya sangat mulia, yaitu ingin memberikan penjelasan yang jujur dan benar tentang bagaimana sebenarnya aturan politik jika dilihat dari kacamata agama Islam, agar orang-orang tidak lagi merasa bingung atau takut saat berbicara tentang urusan negara.

Menulis tentang politik dianggap sebagai salah satu cara untuk berbakti dan melayani umat atau masyarakat luas. Penulis ingin agar pengetahuan ini bisa membantu kita semua dalam menghadapi berbagai masalah penting yang terjadi di negara kita. Dengan memahami politik yang benar, masyarakat diharapkan bisa ikut membantu mencari solusi dan tidak hanya menjadi penonton saat ada masalah besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Bagian penutup ini diakhiri dengan sebuah doa yang sangat indah agar Allah selalu membimbing kita. Harapannya adalah agar setiap langkah yang diambil dalam berpolitik selalu mendapatkan restu dan rida dari Tuhan. Ini mengingatkan kita bahwa apa pun yang kita kerjakan di dunia ini, termasuk dalam mengurus negara, semuanya harus diniatkan untuk mencari kebaikan yang disukai oleh Allah agar membawa berkah bagi semua orang.

Recent Posts

  • Fiqh Puasa Syiah – Kelonggaran Dalam Niat Puasa
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 44 – Keutamaan Menyampaikan Kebaikan
  • Fiqh Puasa Syiah – Niat Puasa Tetap Sah Meski Siang Hari
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 43 – Keutamaan Ilmu Dibanding Menyampaikan Sebuah Hadis yang Baik
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 42 – Keutamaan Mendoakan Pengajar Kebaikan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 41 – Keutamaan Mengingat Allah dan Menuntut Ilmu di Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 40 – Keutamaan Berbagi Ilmu dan Hikmah kepada Sesama Muslim
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 39 – Bahaya Menyembunyikan Ilmu Agama
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 38 – Cara Allah Mencabut Ilmu dari Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 37 – Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 36 – Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Mengamalkannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 35 – Keutamaan Dakwah dan Mengajak kepada Jalan Allah
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 10): Adab Masuk Masjid Saat Imam Sedang Khutbah Jumat
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 9): Adab Mendengarkan Khutbah dan Pengecualiannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 34 – Kewajiban Menyampaikan Ilmu dan Larangan Menyembunyikannya
  • Inilah Cara Mengatasi OneDrive yang Suka Mengubah atau Menghapus Metadata File Kalian
  • Inilah Cara Menonaktifkan Antivirus Pihak Ketiga di Windows 11 dengan Aman
  • Inilah Cara Mengatur Raspberry Pi 5 dengan Ubuntu Server untuk Python dan Desktop GUI Tanpa Ribet
  • Inilah Alasan Kenapa Galaxy Z Fold 8 Ultra Bisa Jadi Produk yang Mengecewakan
  • Inilah Alasan Intel Merilis Raptor Lake Next di Socket LGA 1700, Masih Setia dengan DDR4!
  • Gini Caranya Menghilangkan Recycle Bin dari Desktop Windows 11 Supaya Lebih Bersih!
  • Inilah Huawei AirEngine 8771-X1T, Solusi Wi-Fi 7 Super Cepat untuk Bisnis Masa Kini
  • Inilah Cara Mengatasi Error Koneksi VMware Horizon Akibat Intersepsi SSL Proxy
  • Inilah Cara Mengatasi Connection Server Authentication Failed di VMware Horizon Client
  • Cara Laptop Nggak Lemot Pas Colok SD Card, Gampang Banget!
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • How to Masking & Secure Daemon in Linux Server
  • How to Hardening Mount Option in Linux Server
  • How to Secure Linux Server with AIDE
  • Auditd Custom Rules & Tips
  • Securing SSH Server with fail2ban
  • Fedora Linux Firewalld Drop Zone and Rich Rules
  • How to SSH Hardening 2026
  • How to Add Password Protection to GRUB
  • Linux Kernel Hardening: Command-line Lockdown
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • How to unlock the potential of a 12 million token context window using SubQ AI
  • How to build your own specialized AI coding team using Mistral Vibe subagents for maximum efficiency
  • How to Find Free ComfyUI Workflows and Run Creative AI Locally Without Expensive API Costs
  • How to bridge the gap between visual prototypes and functional software using Claude Design and Claude Code for professional development
  • Stop Creating Slop Website, Here’s How to Create Stunning AI Websites That Look Professional and Bespoke
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Bahtsul Masail
  • Bughyatul Mustarsyidin
  • Cerita
  • Download
  • Fathul Qarib
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme