| Kalimat Berbahasa Arab | Artinya |
|---|---|
| وَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: مَنْ رَأَى أَنَّ الْغُدُوَّ إِلَى طَلَبِ الْعِلْمِ لَيْسَ بِجِهَادٍ، فَقَدْ نَقَصَ فِي رَأْيِهِ وَعَقْلِهِ. | Abu Darda radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: Barangsiapa yang menganggap bahwa pergi di pagi hari untuk menuntut ilmu itu bukanlah sebuah jihad, maka sungguh orang tersebut kurang dalam pemikiran dan akalnya. |
Melalui perkataan sahabat Nabi, Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, kita diajak untuk merenungkan kembali betapa tingginya kedudukan orang yang sedang belajar. Seringkali kita menganggap bahwa jihad hanya terbatas pada perjuangan fisik di medan perang saja. Padahal, perjuangan melawan rasa malas, rasa kantuk, dan kesulitan dalam memahami sebuah kitab merupakan bentuk perjuangan batin yang sangat luar biasa.
Perjalanan yang kita tempuh setiap pagi menuju majelis ilmu, baik itu ke pesantren maupun ke sekolah, sebenarnya memiliki nilai yang setara dengan semangat para pejuang. Kita harus menyadari bahwa waktu dan tenaga yang kita korbankan untuk duduk bersimpuh mendengarkan penjelasan guru adalah investasi spiritual yang sangat mahal harganya. Tanpa ilmu, kita tidak akan tahu bagaimana cara beribadah dengan benar kepada Allah SWT.
Abu Darda memberikan teguran keras kepada siapa saja yang meremehkan aktivitas menuntut ilmu. Beliau menyebut bahwa orang yang tidak melihat nilai jihad dalam belajar adalah orang yang akalnya kurang berfungsi dengan baik. Hal ini dikarenakan orang yang berakal sehat pasti memahami bahwa ilmu adalah senjata utama untuk menjaga agama dan memimpin umat manusia menuju jalan yang benar.
Dalam konteks kehidupan kita sebagai santri atau pelajar, semangat jihad ini harus terus dijaga agar tidak luntur oleh rasa bosan. Ketika kita merasa lelah dalam menghafal atau memahami kaidah nahwu dan sharaf, ingatlah bahwa setiap langkah kaki kita menuju majelis ilmu sedang dicatat sebagai amal jihad. Kesulitan yang kita hadapi saat belajar adalah ujian untuk menaikkan derajat kita di sisi Allah.
Oleh karena itu, marilah kita perbaiki niat dalam menuntut ilmu. Jangan sampai kita belajar hanya untuk sekadar mencari gelar atau pujian manusia. Mari kita jadikan setiap detik waktu belajar kita sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, sebagaimana para sahabat dahulu berjuang dengan pedang, kita berjuang dengan pena dan buku untuk menjaga cahaya Islam tetap menyala di muka bumi.
Sources: https://shamela.ws/book/9472/9#p1