| Kalimat Berbahasa Arab | Artinya |
|---|---|
| (وَهَيْئَاتُهَا) وَسَبَقَ مَعْنَى الْهَيْئَةِ (أَرْبَعُ خِصَالٍ): | (Adab-adabnya) dan penjelasan mengenai makna adab sudah lewat sebelumnya, (terdiri dari empat perkara): |
| أَحَدُهَا (الْغُسْلُ) لِمَنْ يُرِيدُ حُضُورَهَا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى، حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ، مُقِيمٍ أَوْ مُسَافِرٍ. | Pertama adalah (mandi) bagi siapa saja yang ingin menghadirinya, baik laki-laki maupun perempuan, orang merdeka maupun hamba sahaya, serta orang yang menetap maupun musafir. |
| وَوَقْتُ غُسْلِهَا مِنَ الْفَجْرِ الثَّانِي؛ وَتَقْرِيبُهُ مِنْ ذَهَابِهِ أَفْضَلُ. | Waktu untuk mandi tersebut dimulai sejak terbit fajar kedua; dan melakukannya mendekati waktu berangkat (ke masjid) itu lebih utama. |
| فَإِنْ عَجَزَ عَنْ غَسْلِهَا تَيَمَّمَ بِنِيَّةِ الْغُسْلِ لَهَا. | Jika ada kendala untuk mandi, maka boleh menggantinya dengan tayamum dengan niat mandi untuk salat tersebut. |
| (وَ) الثَّانِي (تَنْظِيفُ الْجَسَدِ) بِإِزَالَةِ الرِّيحِ الْكَرِيهَةِ مِنْهُ كَصُنَانٍ، فَيَتَعَاطَى مَا يُزِيلُهُ مِنْ مُرَتَّكٍ وَنَحْوِهِ. | Dan yang kedua adalah (membersihkan badan) dengan menghilangkan bau tidak sedap, seperti menggunakan pembersih atau hal serupa yang bisa menghilangkannya. |
| (وَ) الثَّالثُ (لُبْسُ الثِّيَابِ الْبِيضِ)، فَإِنَّهَا أَفْضَلُ الثِّيَابِ. | Dan yang ketiga adalah (memakai pakaian yang berwarna putih), karena itu adalah pakaian yang paling utama. |
| (وَ) الرَّابِعُ (أَخْذُ الظُّفْرِ) إِنْ طَالَ، وَالشَّعْرُ كَذَلِكَ، فَيَنْتِفُ إِبْطَهُ وَيَقُصُّ شَارِبَهُ، وَيَحْلِقُ عَانَتَهُ، (وَالتَّطَيُّبُ) بِأَحْسَنِ مَا وَجَدَ مِنْهُ. | Dan yang keempat adalah (memotong kuku) jika sudah panjang, begitu juga dengan rambut; maka mencabut bulu ketiak, memotong kumis, mencukur bulu kemaluan, serta (memakai wangi-wangian) dengan sebaik mungkin yang ditemukan. |
Dalam kajian kitab kuning yang sedang kita pelajari ini, kita mendapati penjelasan mengenai adab atau tata cara mempersiapkan diri sebelum menghadiri salat Jumat. Adab ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan kita terhadap syiar agama. Ada empat poin utama yang ditekankan oleh para ulama agar kita tampil dalam keadaan yang paling sempurna saat menghadap Allah SWT di hari yang mulia ini.
Hal pertama yang sangat ditekankan adalah mandi sunah Jumat. Menariknya, kewajiban atau anjuran mandi ini berlaku secara umum bagi siapa saja yang ingin hadir, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan bagi musafir sekalipun. Waktu mulainya adalah sejak fajar kedua, namun kita disarankan untuk melakukannya sesaat sebelum berangkat ke masjid agar kesegaran tubuh tetap terjaga hingga waktu salat tiba.
Jika kita menghadapi situasi darurat di mana kita tidak bisa terkena air, misalnya karena sakit atau kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan, maka syariat memberikan kemudahan. Kita diperbolehkan melakukan tayamum dengan niat yang sama seperti niat mandi untuk salat Jumat tersebut. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan, namun tetap menjaga nilai-nilai kebersihan.
Poin kedua dan ketiga berkaitan dengan penampilan fisik kita. Selain mandi, kita juga diminta untuk memastikan tubuh kita bersih dari aroma yang tidak sedap. Menggunakan pakaian berwarna putih juga menjadi anjuran yang sangat kuat karena warna putih melambangkan kesucian dan kerapian. Dengan berpakaian bersih dan rapi, kita tidak akan mengganggu kenyamanan jamaah lain yang berada di sekitar kita.
Terakhir, kita diingatkan untuk menjaga kebersihan diri melalui pembersihan rambut dan kuku. Hal ini mencakup memotong kuku yang panjang, merapikan kumis, mencabut bulu ketiak, hingga mencukur bulu kemaluan. Ditambah lagi dengan penggunaan wangi-wangian yang terbaik. Semua rangkaian ini bertujuan agar saat kita berkumpul di masjid, kita berada dalam kondisi fisik yang paling prima, bersih, dan harum, sehingga ibadah kita menjadi lebih khusyuk.