Berikut adalah pembahasan tentang hadis nomor 12704, dari kitab Fiqh Puasa Syiah yang dimuat di kitab Wasa’il al-Shia, sebuah kumpulan hadis penting dalam tradisi Ahlul Bait yang disusun oleh Syekh Al-Hurr al-Amili jilid sepuluh bagian bab kewajiban puasa.
| kalimat berbahasa arab | artinya |
|---|---|
| وَعَنْهُ، عَنْ أَحْمَدَ، عَنِ الْحُسَيْنِ – يَعْنِي: ابْنَ سَعِيدٍ – عَنِ النَّضْرِ، عَنِ ابْنِ سِنَانٍ – يَعْنِي: عَبْدَ اللهِ – عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ (عَلَيْهِ السَّلَامُ) قَالَ – فِي حَدِيثٍ – : | Diriwayatkan lagi dari Ahmad, dari al-Husain—yaitu Ibnu Said—dari al-Nadr, dari Ibnu Sinan—yaitu Abdullah—dari Abu Abdillah (Imam Ja’far ash-Shadiq), beliau berkata dalam sebuah hadis: |
| إِنْ بَدَا لَهُ أَنْ يَصُومَ بَعْدَمَا ارْتَفَعَ النَّهَارُ فَلْيَصُمْ. | Jika ada orang yang baru ingin mulai puasa saat hari sudah siang, maka silakan saja dia langsung berpuasa. |
| فَإِنَّهُ يُحْسَبُ لَهُ مِنَ السَّاعَةِ الَّتِي نَوَى فِيهَا. | Sebab, pahala puasanya itu akan dihitung buat dia sejak jam atau waktu dia mulai berniat tadi. |
penjelasan:
Hadis nomor 12704 ini memberikan kabar gembira tentang betapa mudahnya aturan niat dalam berpuasa. Imam Ja’far ash-Shadiq menjelaskan bahwa seandainya seseorang baru teringat atau baru ingin berpuasa saat hari sudah siang dan matahari sudah naik, hal itu masih sangat diperbolehkan. Aturan ini berlaku asalkan orang tersebut benar-benar belum makan atau minum apa pun sejak waktu subuh tiba.
Poin yang menarik dari hadis ini adalah penegasan bahwa puasa tersebut mulai dihitung pahalanya sejak saat niat itu muncul di dalam hati. Hal ini menunjukkan bahwa Allah sangat menghargai keinginan baik hamba-Nya yang muncul meskipun harinya sudah berjalan. Jadi, kita tidak perlu merasa sedih atau menganggap hari itu sia-sia hanya karena kita lupa berniat di malam hari sebelum tidur.
Kemudahan seperti ini membuktikan bahwa ibadah puasa bukan untuk menyusahkan manusia, melainkan untuk melatih ketulusan hati. Selama kita menjaga diri dari hal yang membatalkan puasa sejak pagi, pintu untuk melakukan ibadah tetap terbuka lebar sampai siang hari. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah melalui ajaran Ahlul Bait agar hamba-Nya bisa selalu mendapatkan kesempatan untuk berbuat baik.