Berikut adalah pembahasan tentang hadis nomor 12705, dari kitab Fiqh Puasa Syiah yang dimuat di kitab Wasa’il al-Shia, sebuah kumpulan hadis penting dalam tradisi Ahlul Bait yang disusun oleh Syekh Al-Hurr al-Amili jilid sepuluh bagian bab kewajiban puasa.
| kalimat berbahasa arab | artinya |
|---|---|
| وَعَنْهُ، عَنْ أَحْمَدَ، عَنِ الْحُسَيْنِ، عَنْ فَضَالَةَ، عَنْ صَالِحِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنْ أَبِي إِبْرَاهِيمَ (عَلَيْهِ السَّلَامُ) قَالَ: | Dan darinya, dari Ahmad, dari al-Husain, dari Fadhalah, dari Shalih bin Abdullah, dari Abu Ibrahim (Imam Musa al-Kadzim) ia berkata: |
| قُلْتُ لَهُ: رَجُلٌ جَعَلَ اللهُ عَلَيْهِ الصِّيَامَ شَهْراً فَيُصْبِحُ وَهُوَ يَنْوِي الصَّوْمَ، ثُمَّ يَبْدُو لَهُ فَيُفْطِرُ؟ | Aku bertanya kepadanya: Ada seseorang yang sudah berjanji kepada Allah untuk puasa satu bulan, lalu di pagi hari dia sudah berniat puasa, tapi tiba-tiba dia berubah pikiran dan ingin berbuka? |
| وَيُصْبِحُ وَهُوَ لَا يَنْوِي الصَّوْمَ فَيَبْدُو لَهُ فَيَصُومُ؟ | Dan di pagi hari lainnya dia awalnya tidak berniat puasa, tapi tiba-tiba dia ingin berpuasa? |
| فَقَالَ: هَذَا كُلُّهُ جَائِزٌ. | Lalu Imam menjawab: Semua itu diperbolehkan. |
penjelasan:
Hadis nomor 12705 ini memberikan pelajaran penting tentang betapa mudahnya aturan niat dalam berpuasa menurut ajaran Ahlul Bait. Imam menjelaskan bahwa jika seseorang sudah memiliki kewajiban puasa tertentu, dia masih diberikan kelonggaran untuk mengubah niatnya di pagi hari. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak ingin memberatkan hamba-Nya yang ingin menjalankan kewajiban ibadah tersebut.
Maksud dari jawaban Imam adalah dua kondisi yang ditanyakan itu sama-sama boleh dilakukan. Kondisi pertama adalah ketika seseorang sudah niat puasa di pagi hari tapi kemudian ingin membatalkannya, dan kondisi kedua adalah saat seseorang belum niat tapi tiba-tiba di pagi hari ia ingin mulai berpuasa. Keduanya dianggap sah karena niat adalah urusan hati yang bisa saja berubah sesuai dengan kemantapan jiwa seseorang di awal hari.
Kemudahan ini sangat membantu bagi kita yang mungkin terkadang ragu atau lupa menetapkan niat secara pasti di malam hari. Selama kita belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh, kita masih punya kesempatan untuk memantapkan niat di pagi hari. Ini adalah bentuk kasih sayang agar setiap amal kebaikan kita tetap bisa dihitung sebagai ibadah yang diterima oleh Allah SWT.