Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu

Bagaimana Jika Seseorang Murtad Lalu Ingin Bertaubat?

Posted on May 14, 2024 by Manarul Ikhsan

Agama, seperti sebuah ikatan suci, melekat pada diri seseorang melalui serangkaian langkah yang menjadikannya seorang pemeluk. Islam, sebagai agama yang rahmatan lil alamin, juga memiliki proses serupa. Seseorang dapat dikatakan masuk Islam ketika ia dengan tulus melafalkan dua kalimat syahadat dan berkomitmen menjalankan kewajiban-kewajiban agama yang telah ditetapkan.

Namun, bagaimana jika seorang Muslim memutuskan untuk keluar dari Islam? Keadaan ini dikenal dengan istilah murtad, yang secara harfiah berarti membelot atau berkhianat. Murtad terjadi ketika seorang Muslim, baik melalui niat, perilaku, atau ucapan, melakukan tindakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, sehingga dianggap telah meninggalkan agama Islam.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana jika seseorang yang terlanjur murtad ingin kembali ke pangkuan Islam? Apakah caranya sama seperti seorang mualaf yang baru pertama kali memeluk Islam?

Masuk Islam Kembali Setelah Murtad

Menurut Imam Syafi’i dalam kitab Raudlatut Tholibin, seseorang yang ingin kembali memeluk Islam setelah murtad harus menunjukkan komitmennya melalui dua langkah utama:

Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat. Ini merupakan penegasan kembali akan keimanan kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya.
Melepaskan Diri dari Agama Selain Islam. Ini berarti memutuskan segala bentuk keterikatan dengan keyakinan atau praktik keagamaan lain yang bertentangan dengan Islam.
Pandangan Imam Syafi’i ini sejalan dengan pandangan mayoritas ulama. Mereka sepakat bahwa kembalinya seseorang ke Islam setelah murtad harus diiringi dengan pernyataan syahadat yang tulus dan penolakan tegas terhadap agama lain.

Landasan argumentasi ini bersumber dari hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Huraira:

“Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan ‘La ilaha Illallah’, kemudian barang siapa mengucapkan ‘La ilaha Illallah’ maka aku menjaga harta dan dirinya sesuai dengan haknya, dan Allah lah yang menimbangnya.” (Shahih Muslim, juz 1, halaman 43).

Perbedaan Pendapat Ulama Mengenai Murtad Berkali-kali

Bagaimana jika seseorang berulang kali murtad dan ingin kembali ke Islam? Para ulama memiliki pandangan yang berbeda mengenai hal ini.

Pandangan Al-Ahnaf dan Syafi’i: Mereka berpendapat bahwa taubat seseorang yang berulang kali murtad tetap diterima. Dasar argumentasi mereka adalah firman Allah SWT dalam surat Al-Anfal ayat 38:

“Katakanlah (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekufurannya dan masuk Islam), niscaya akan diampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu.”
Pandangan Hanafi dan Hambali: Mereka berpendapat bahwa kembalinya seseorang ke Islam setelah berulang kali murtad tidak diterima. Menurut mereka, tindakan tersebut menunjukkan lemahnya aqidah dan komitmen seseorang terhadap Islam. Dasar argumentasi mereka adalah firman Allah SWT dalam surat An-Nisa’ ayat 137:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, lalu kafir, kemudian beriman (lagi), kemudian kafir (lagi), lalu bertambah kekafirannya, Allah tidak akan mengampuninya dan tidak (pula) menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus)”.

Pentingnya Istiqomah dalam Islam

Terlepas dari perbedaan pendapat di atas, penting bagi kita untuk memahami bahwa kembali kepada Islam setelah murtad adalah sebuah kesempatan berharga untuk memperbaiki diri. Namun, yang lebih penting adalah menjaga keistiqomahan dalam menjalankan ajaran Islam agar terhindar dari kemurtadan.

Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk tetap istiqomah dalam beribadah dan menjalankan ajaran Islam, sehingga dapat meraih ridha Allah SWT. Aamiin.

Recent Posts

  • Fiqh Puasa Syiah – Kelonggaran Dalam Niat Puasa
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 44 – Keutamaan Menyampaikan Kebaikan
  • Fiqh Puasa Syiah – Niat Puasa Tetap Sah Meski Siang Hari
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 43 – Keutamaan Ilmu Dibanding Menyampaikan Sebuah Hadis yang Baik
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 42 – Keutamaan Mendoakan Pengajar Kebaikan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 41 – Keutamaan Mengingat Allah dan Menuntut Ilmu di Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 40 – Keutamaan Berbagi Ilmu dan Hikmah kepada Sesama Muslim
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 39 – Bahaya Menyembunyikan Ilmu Agama
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 38 – Cara Allah Mencabut Ilmu dari Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 37 – Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 36 – Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Mengamalkannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 35 – Keutamaan Dakwah dan Mengajak kepada Jalan Allah
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 10): Adab Masuk Masjid Saat Imam Sedang Khutbah Jumat
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 9): Adab Mendengarkan Khutbah dan Pengecualiannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 34 – Kewajiban Menyampaikan Ilmu dan Larangan Menyembunyikannya
  • Running Windows 11 on Apple Silicon: UTM vs. Parallels Desktop vs. VMware Fusion
  • Testing PikaOS, a Rolling Debian Distribution Special for Gaming and Content Creation
  • Engineering the On-Premises AI Data Center: An In-Depth Technical Review of the HP ZGX Fury AI Station
  • Trying my new Favourite Task Manager, TMOG on Omarchy Linux
  • ASRock Industrial AI Box A395: Is This the Best Compact Strix Halo System for Local AI?
  • Redox OS: A Rust-Based Microkernel Operating System (And How It Differs from Linux)
  • Canonical Is Bringing Back Ubuntu Core Desktop — This Time With a Clearer Plan
  • systemd Officially Adds Support for Rust Components
  • Rocky Linux Creator Builds a Brand-New “Not Linux” Kernel in 11 Days Using AI
  • Building a local AI agent in Workshop on Ubuntu 26.10
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Secure DNS and NTP in Fedora Linux
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • Some of New Gemini Notebook Update is CRAZY GOOD: Native Mobile Recording
  • Clover 35B A3B Local Test | Diffusion Model Beats Qwen 35B MoE? | Local AI Setup with llama.cpp
  • The no-code app implementation plan in 2026
  • Liquid AI Unveils LFM3: A New Generation of Multimodal Foundation Models Built Small Device
  • Google DeepMind Unveils Genie 4: The Most Advanced Real-Time Interactive World Model Yet
  • Building Long-Running AI Agents with Pi Durable: An AI SRE Agent Example
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Apple
  • Bahtsul Masail
  • Bughyatul Mustarsyidin
  • Cerita
  • Download
  • Fathul Qarib
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Linux
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Review
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Tutorial
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme