Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu

Terjemah Bughyatul Mustarsyidin – Kewajiban Zakat Nabi

Posted on March 10, 2026March 10, 2026 by Manarul Ikhsan

Berikut adalah pembahasan tentang kewajiban zakat bagi para nabi dan kepemilikan harta mereka:

kalimat berbahasa arab artinya
(مَسْأَلَةٌ : ش) 

قَالَ التِّرْمِذِيُّ الْحَكِيمُ وَغَيْرُهُ مِنَ الصُّوفِيَّةِ : لَا زَكَاةَ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ ، إِذْ لَا مِلْكَ لَهُمْ مَعَ اللهِ تَعَالَى

Masalah: Imam At-Tirmidzi Al-Hakim dan ulama sufi lainnya berpendapat bahwa tidak ada kewajiban zakat bagi para nabi karena mereka merasa tidak memiliki apa-apa di hadapan Allah Ta’ala.
لَكِنَّ الَّذِي نَقَلَهُ الْجَهَابِذَةُ عَنِ النَّصِّ أَنَّهُمْ يَمْلِكُونَ كَغَيْرِهِمْ ، بَلِ الظَّاهِرُ أَنَّ مِلْكَهُمْ أَتَمُّ وَأَعْظَمُ لِتَمَامِ كَمَالَاتِهِمْ فِي سَائِرِ الْأَحْوَالِ Namun, para ulama besar yang ahli dalam dalil menjelaskan bahwa para nabi tetap memiliki harta seperti manusia lainnya, bahkan kepemilikan mereka lebih sempurna dan kuat karena sifat-sifat mulia mereka.
أَلَا تَرَى أَنَّهُ يَلْزَمُ الْمَالِكَ الْمُضْطَرَّ بَذْلُ مَالِهِ لَهُ ، وَأَنَّهُ يَفْدِي مُهْجَتَهُ بِمُهْجَتِهِ Bukankah kita tahu bahwa seseorang yang punya harta wajib memberikannya kepada Nabi jika Nabi membutuhkan, bahkan orang itu wajib mengorbankan nyawanya demi menjaga nyawa Nabi?
فَإِذَا كَانَ أَوْلَى بِمِلْكِ كُلِّ مَالِكٍ مِنْ مَالِكِهِ إِذْ هُوَ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ، فَكَيْفَ لَا يَمْلِكُ مَا لَا مِلْكَ لِغَيْرِهِ عَلَيْهِ إِذَا تَقَرَّرَ ذَلِكَ ؟ Jika Nabi lebih berhak atas harta setiap orang daripada pemiliknya sendiri karena beliau lebih utama bagi orang beriman daripada diri mereka sendiri, maka sudah pasti Nabi memiliki hak atas apa yang ada di tangannya sendiri.
فَحُكْمُ الْأَنْبِيَاءِ فِي وُجُوبِ الزَّكَاةِ حُكْمُ غَيْرِهِمْ Maka dari itu, hukum para nabi dalam hal kewajiban membayar zakat adalah sama seperti orang lain pada umumnya.
وَاسْتِنْبَاطُ ذَلِكَ مِنْ قَوْلِ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ كَمَا حَكَاهُ اللهُ عَنْهُ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى : {وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا} Kesimpulan ini diambil dari perkataan Nabi Isa yang disebutkan Allah dalam Al-Qur’an, yaitu: “Dan Dia memerintahkan kepadaku untuk shalat dan zakat selama aku hidup.”
وَيُؤْخَذُ مِنْهُ أَنَّهُ أَوَانَ نُزُولِهِ يُصَلِّي الصَّلَوَاتِ وَيَمْلِكُ الْأَمْوَالَ وَيُزَكِّيهَا Dari ayat ini bisa dipahami bahwa saat Nabi Isa turun ke bumi nanti, beliau akan melaksanakan shalat, memiliki harta, dan mengeluarkan zakatnya.
وَأَمَّا عَدَمُ وُرُودِ كَوْنِهِ أَدَّى الزَّكَاةَ فَلَا يَلْزَمُ مِنْهُ عَدَمُ الْوُقُوعِ Adapun jika tidak ada cerita yang menyebutkan Nabi Muhammad membayar zakat, bukan berarti beliau tidak pernah melakukannya.
فَإِنْ فُرِضَ أَنَّهُ لَمْ يَقَعْ فَلِعَدَمِ اسْتِجْمَاعِ شَرَائِطِ الْوُجُوبِ الَّتِي مِنْهَا مُضِيُّ حَوْلٍ عَلَى عَيْنِ النِّصَابِ Seandainya memang beliau tidak pernah membayar zakat, itu karena syarat wajibnya tidak terpenuhi, seperti harta tersebut harus disimpan selama satu tahun penuh dan jumlahnya mencapai batas minimal tertentu.
مَعَ أَنَّهُ وَرَدَ أَنَّهُ كَانَ لَهُ عِشْرُونَ لَقْحَةً مِنَ النُّوقِ وَمِائَةٌ مِنَ الْغَنَمِ فَإِذَا زَادَتْ وَاحِدَةٌ ذَبَحَهَا Padahal ada riwayat yang menceritakan bahwa Nabi memiliki dua puluh unta betina dan seratus domba, tapi jika jumlahnya bertambah satu saja, beliau langsung menyembelihnya untuk dibagikan sehingga syarat haul tidak terpenuhi.

Pembahasan ini menjelaskan perbedaan pendapat tentang apakah para nabi wajib membayar zakat atau tidak. Sebagian ulama sufi berpendapat nabi tidak wajib zakat karena hati mereka selalu merasa bahwa semua adalah milik Allah dan mereka tidak memiliki apa-apa. Namun, pendapat yang lebih kuat dari para ahli ilmu menyatakan bahwa nabi sama seperti manusia lain dalam hal hukum kepemilikan harta, sehingga mereka pun terkena kewajiban zakat jika syaratnya terpenuhi.

Dalil kuat yang digunakan adalah ucapan Nabi Isa di dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah memerintahkannya untuk shalat dan zakat. Hal ini menunjukkan bahwa para nabi pun menjalankan syariat yang sama dalam urusan harta. Bahkan, kedudukan nabi atas harta umatnya sangat besar, di mana nabi lebih berhak atas harta itu daripada pemiliknya sendiri jika nabi membutuhkannya. Jika terhadap harta orang lain saja nabi punya hak, apalagi terhadap harta yang secara sah ada di tangan beliau sendiri.

Mengenai mengapa jarang ada riwayat Nabi Muhammad membayar zakat, hal itu dijelaskan karena syarat wajib zakat sering tidak terpenuhi pada diri beliau. Salah satu syarat zakat adalah harta tersebut harus dimiliki selama satu tahun penuh atau haul. Nabi Muhammad adalah orang yang sangat dermawan dan tidak suka menumpuk harta. Beliau seringkali langsung menyembelih atau membagikan kelebihan hartanya kepada orang miskin sebelum mencapai waktu satu tahun, sehingga harta beliau tidak pernah mengendap sampai waktu wajib zakat tiba.

Sumber: Kitab Bughyatul Musytarsidin, terbitan Darul Fikr, Terbitan tahun 1994

Recent Posts

  • Fiqh Puasa Syiah – Kelonggaran Dalam Niat Puasa
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 44 – Keutamaan Menyampaikan Kebaikan
  • Fiqh Puasa Syiah – Niat Puasa Tetap Sah Meski Siang Hari
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 43 – Keutamaan Ilmu Dibanding Menyampaikan Sebuah Hadis yang Baik
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 42 – Keutamaan Mendoakan Pengajar Kebaikan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 41 – Keutamaan Mengingat Allah dan Menuntut Ilmu di Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 40 – Keutamaan Berbagi Ilmu dan Hikmah kepada Sesama Muslim
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 39 – Bahaya Menyembunyikan Ilmu Agama
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 38 – Cara Allah Mencabut Ilmu dari Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 37 – Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 36 – Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Mengamalkannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 35 – Keutamaan Dakwah dan Mengajak kepada Jalan Allah
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 10): Adab Masuk Masjid Saat Imam Sedang Khutbah Jumat
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 9): Adab Mendengarkan Khutbah dan Pengecualiannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 34 – Kewajiban Menyampaikan Ilmu dan Larangan Menyembunyikannya
  • 7 Skill Keamanan Jaringan yang Membuat Network Engineer Makin Dibutuhkan
  • How to Spin Up Disposable macOS and Linux VMs on Apple Silicon with TartVM
  • Belajar Cyber Security dari Nol hingga Siap Kerja, Ini Roadmap Lengkapnya
  • Running Windows 11 on Apple Silicon: UTM vs. Parallels Desktop vs. VMware Fusion
  • Testing PikaOS, a Rolling Debian Distribution Special for Gaming and Content Creation
  • Engineering the On-Premises AI Data Center: An In-Depth Technical Review of the HP ZGX Fury AI Station
  • Trying my new Favourite Task Manager, TMOG on Omarchy Linux
  • ASRock Industrial AI Box A395: Is This the Best Compact Strix Halo System for Local AI?
  • Redox OS: A Rust-Based Microkernel Operating System (And How It Differs from Linux)
  • Canonical Is Bringing Back Ubuntu Core Desktop — This Time With a Clearer Plan
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Secure DNS and NTP in Fedora Linux
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • Some of New Gemini Notebook Update is CRAZY GOOD: Native Mobile Recording
  • Clover 35B A3B Local Test | Diffusion Model Beats Qwen 35B MoE? | Local AI Setup with llama.cpp
  • The no-code app implementation plan in 2026
  • Liquid AI Unveils LFM3: A New Generation of Multimodal Foundation Models Built Small Device
  • Google DeepMind Unveils Genie 4: The Most Advanced Real-Time Interactive World Model Yet
  • Building Long-Running AI Agents with Pi Durable: An AI SRE Agent Example
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Apple
  • Bahtsul Masail
  • Bughyatul Mustarsyidin
  • Cerita
  • Download
  • Fathul Qarib
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Linux
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Review
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Tutorial
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme