Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu

Terjemah Kitab Fathul Qarib Shalat Jumat (Part 3)- Tata Cara Shalat Dzuhur Jika Waktu Habis atau Syarat Tidak Terpenuhi

Posted on May 6, 2026May 4, 2026 by Manarul Ikhsan
Kalimat Berbahasa ArabArtinya
فَإِنْ خَرَجَ الْوَقْتُ أَوْ عُدِمَتِ الشُّرُوْطُ أَيْ جَمِيْعُ وَقْتِ الظُّهْرِ يَقِيْنًا أَوْ ظَنًّا وَهُمْ فِيْهَا (صُلِّيَتْ ظُهْرًا) بِنَاءً عَلَى مَا فَعَلُوْا مِنْهَا، وَفَاتَتِ الْجُمُعَةُ، سَوَاءٌ أَدْرَكُوْا مِنْهَا رَكْعَةً أَمْ لَا.Jika waktu shalat sudah habis atau syarat-syaratnya tidak terpenuhi—maksudnya seluruh waktu dzuhur sudah lewat, baik secara yakin maupun dugaan kuat saat kita masih di dalamnya—maka shalat tersebut dilakukan sebagai shalat dzuhur berdasarkan apa yang telah dikerjakan, dan shalat jumatnya dianggap gugur, baik kita sempat mengejar satu rakaat jumat maupun tidak.
وَلَوْ شَكُّوْا فِيْ خُرُوْجِ وَقْتِهَا وَهُمْ فِيْهَا أَتَمُّوْهَا جُمُعَةً عَلَى الصَّحِيْحِ.Namun, jika kita merasa ragu apakah waktu shalat sudah habis atau belum saat sedang mengerjakannya, maka menurut pendapat yang sahih, kita harus menyelesaikannya sebagai shalat jumat.

Dalam pembahasan fikih ini, kita sedang mempelajari situasi darurat yang berkaitan dengan pelaksanaan shalat jumat. Fokus utamanya adalah apa yang harus dilakukan jika ternyata waktu shalat dzuhur sudah habis atau ada syarat sah shalat jumat yang tidak terpenuhi saat kita sedang melaksanakan ibadah tersebut. Hal ini penting agar kita tidak bingung dalam menentukan status shalat yang sedang kita jalankan.

Poin pertama yang perlu kita perhatikan adalah mengenai waktu. Jika kita menyadari bahwa waktu dzuhur telah benar-benar habis, baik kita mengetahuinya dengan pasti (yakin) atau melalui dugaan kuat (dzan), maka kewajiban shalat jumat tersebut otomatis berubah menjadi shalat dzuhur. Perubahan ini terjadi karena syarat utama shalat jumat adalah dilaksanakan pada waktu dzuhur. Jika waktunya hilang, maka esensi shalat jumat tersebut gugur.

Menariknya, teks ini menjelaskan bahwa status shalat tersebut menjadi shalat dzuhur berdasarkan apa yang sudah kita kerjakan. Artinya, meskipun kita sudah melakukan gerakan-gerakan shalat jumat, jika ternyata waktunya habis, maka niat dan gerakannya dianggap sebagai pengganti shalat dzuhur. Hal ini berlaku secara menyeluruh, tidak peduli apakah kita sempat mengikuti imam hingga satu rakaat atau bahkan tidak sama sekali.

Selanjutnya, kita juga perlu memahami tentang keraguan. Dalam kaidah fikih, keraguan sering kali menjadi titik penentu. Jika saat sedang shalat kita merasa ragu, “Ini waktunya sudah habis belum ya?”, maka kita tidak boleh langsung menghentikan shalat atau mengubahnya menjadi dzuhur. Menurut pendapat yang paling kuat (ashah), kita harus tetap melanjutkan shalat tersebut dengan status sebagai shalat jumat.

Hal ini dikarenakan keyakinan bahwa waktu masih ada tidak bisa dikalahkan oleh keraguan yang muncul di tengah jalan. Kita tetap berpegang pada hukum asal bahwa waktu masih tersedia sampai ada bukti nyata bahwa waktu telah habis. Dengan demikian, pemahaman ini membantu kita untuk tetap tenang dan konsisten dalam beribadah meskipun menghadapi situasi yang membingungkan secara hukum.

Recent Posts

  • Fiqh Puasa Syiah – Kelonggaran Dalam Niat Puasa
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 44 – Keutamaan Menyampaikan Kebaikan
  • Fiqh Puasa Syiah – Niat Puasa Tetap Sah Meski Siang Hari
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 43 – Keutamaan Ilmu Dibanding Menyampaikan Sebuah Hadis yang Baik
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 42 – Keutamaan Mendoakan Pengajar Kebaikan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 41 – Keutamaan Mengingat Allah dan Menuntut Ilmu di Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 40 – Keutamaan Berbagi Ilmu dan Hikmah kepada Sesama Muslim
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 39 – Bahaya Menyembunyikan Ilmu Agama
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 38 – Cara Allah Mencabut Ilmu dari Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 37 – Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 36 – Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Mengamalkannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 35 – Keutamaan Dakwah dan Mengajak kepada Jalan Allah
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 10): Adab Masuk Masjid Saat Imam Sedang Khutbah Jumat
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 9): Adab Mendengarkan Khutbah dan Pengecualiannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 34 – Kewajiban Menyampaikan Ilmu dan Larangan Menyembunyikannya
  • 7 Skill Keamanan Jaringan yang Membuat Network Engineer Makin Dibutuhkan
  • How to Spin Up Disposable macOS and Linux VMs on Apple Silicon with TartVM
  • Belajar Cyber Security dari Nol hingga Siap Kerja, Ini Roadmap Lengkapnya
  • Running Windows 11 on Apple Silicon: UTM vs. Parallels Desktop vs. VMware Fusion
  • Testing PikaOS, a Rolling Debian Distribution Special for Gaming and Content Creation
  • Engineering the On-Premises AI Data Center: An In-Depth Technical Review of the HP ZGX Fury AI Station
  • Trying my new Favourite Task Manager, TMOG on Omarchy Linux
  • ASRock Industrial AI Box A395: Is This the Best Compact Strix Halo System for Local AI?
  • Redox OS: A Rust-Based Microkernel Operating System (And How It Differs from Linux)
  • Canonical Is Bringing Back Ubuntu Core Desktop — This Time With a Clearer Plan
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Secure DNS and NTP in Fedora Linux
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • Some of New Gemini Notebook Update is CRAZY GOOD: Native Mobile Recording
  • Clover 35B A3B Local Test | Diffusion Model Beats Qwen 35B MoE? | Local AI Setup with llama.cpp
  • The no-code app implementation plan in 2026
  • Liquid AI Unveils LFM3: A New Generation of Multimodal Foundation Models Built Small Device
  • Google DeepMind Unveils Genie 4: The Most Advanced Real-Time Interactive World Model Yet
  • Building Long-Running AI Agents with Pi Durable: An AI SRE Agent Example
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Apple
  • Bahtsul Masail
  • Bughyatul Mustarsyidin
  • Cerita
  • Download
  • Fathul Qarib
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Linux
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Review
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Tutorial
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme