Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu

Inilah Doa Saat Melepas Keberangkatan Jamaah Haji

Posted on May 12, 2024 by Manarul Ikhsan

Indonesia, dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki beragam tradisi unik dalam mengiringi calon haji menuju Tanah Suci. Salah satunya adalah tradisi pelepasan yang penuh haru, di mana tokoh masyarakat, kerabat, dan keluarga berkumpul untuk mendoakan kelancaran dan keselamatan perjalanan ibadah yang sakral ini.

Tak jarang, momen pelepasan ini diiringi dengan walimatus safar. Acara ini biasanya diisi dengan pembacaan tahlil, doa bersama, serta jamuan makan sebagai wujud syukur dan permohonan kepada Allah SWT agar perjalanan haji berjalan lancar dan penuh berkah.

Melaksanakan ibadah haji merupakan panggilan suci dari Allah SWT. Oleh karena itu, setiap doa yang dipanjatkan untuk calon jamaah haji memiliki makna yang begitu mendalam. Doa tersebut menjadi wujud harapan agar setiap langkah yang mereka tempuh di Tanah Suci senantiasa diridhoi Allah SWT, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Ustadz Alhafiz Kurniawan, Wakil Sekretaris LBM PBNU, melalui artikelnya di NU Online memaparkan sebuah doa khusus yang dapat dipanjatkan untuk para calon jamaah haji. Doa ini memiliki makna yang begitu indah dan mendalam:

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Artinya:
“Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada.”

Doa ini memiliki kekuatan yang luar biasa, memancarkan harapan dan kasih sayang bagi calon jamaah haji. Melalui doa ini, kita memohon kepada Allah SWT agar membekali mereka dengan ketakwaan sebagai landasan utama dalam menjalani setiap ritual haji.

Tak hanya itu, doa ini juga mengandung permohonan ampunan atas segala dosa dan kesalahan, serta kemudahan dalam menjalani setiap langkah perjalanan, baik di Tanah Suci maupun di manapun mereka berada.

Ustadz Alhafiz menjelaskan bahwa doa ini memiliki landasan yang kuat dalam Islam, bersumber dari hadits riwayat Imam At-Tirmidzi.

Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah membacakan doa ini kepada salah seorang sahabatnya yang hendak melakukan perjalanan jauh.

Kisah ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Anas RA:


وروينا في كتاب الترمذي، عن أنس رضي الله قال : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: يارسول الله، إني أريد سفرا فزودني، فقال: “زودك الله التقوى”، قال: زدني، قال: “وغفر ذنبك”، قال: زدني، قال: “ويسر لك الخير حيثما كنت” قال الترمذي: حديث حسن

Artinya:
“Diriwayatkan kepada kami pada Kitab At-Tirmidzi, dari Sahabat Anas RA. Ia bercerita bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasul, aku hendak berpergian. Karenanya, berikanlah aku bekal,’ kata sahabat tersebut. ‘Zawwadakallâhut taqwâ,’ kata Rasulullah SAW. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa ghafara dzanbaka,’ kata Rasulullah SAW. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta,’ jawab Rasulullah SAW. Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa kualitas hadits ini hasan,”.

Hadits ini menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan untuk calon jamaah haji bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah tuntunan yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Dengan memahami makna dan keutamaan doa ini, kita dapat menghayati setiap untaian kata dalam doa tersebut, memancarkan rasa cinta dan kasih sayang kepada calon jamaah haji.

Semoga doa ini menjadi bekal berharga bagi mereka, membimbing langkah mereka menuju kesempurnaan ibadah haji dan meraih ridha Allah SWT.

Seiring dengan keberangkatan kloter pertama jamaah haji Indonesia pada tanggal 12 Mei 2024, mari kita lantunkan doa ini dengan penuh keikhlasan, memohon agar perjalanan mereka senantiasa dilancarkan dan dipenuhi keberkahan.

Semoga setiap langkah yang mereka tempuh di Tanah Suci menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT, dan mereka kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Disadur dan ditulis ulang dari NU Online

Recent Posts

  • Fiqh Puasa Syiah – Kelonggaran Dalam Niat Puasa
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 44 – Keutamaan Menyampaikan Kebaikan
  • Fiqh Puasa Syiah – Niat Puasa Tetap Sah Meski Siang Hari
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 43 – Keutamaan Ilmu Dibanding Menyampaikan Sebuah Hadis yang Baik
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 42 – Keutamaan Mendoakan Pengajar Kebaikan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 41 – Keutamaan Mengingat Allah dan Menuntut Ilmu di Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 40 – Keutamaan Berbagi Ilmu dan Hikmah kepada Sesama Muslim
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 39 – Bahaya Menyembunyikan Ilmu Agama
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 38 – Cara Allah Mencabut Ilmu dari Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 37 – Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 36 – Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Mengamalkannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 35 – Keutamaan Dakwah dan Mengajak kepada Jalan Allah
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 10): Adab Masuk Masjid Saat Imam Sedang Khutbah Jumat
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 9): Adab Mendengarkan Khutbah dan Pengecualiannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 34 – Kewajiban Menyampaikan Ilmu dan Larangan Menyembunyikannya
  • Running Windows 11 on Apple Silicon: UTM vs. Parallels Desktop vs. VMware Fusion
  • Testing PikaOS, a Rolling Debian Distribution Special for Gaming and Content Creation
  • Engineering the On-Premises AI Data Center: An In-Depth Technical Review of the HP ZGX Fury AI Station
  • Trying my new Favourite Task Manager, TMOG on Omarchy Linux
  • ASRock Industrial AI Box A395: Is This the Best Compact Strix Halo System for Local AI?
  • Redox OS: A Rust-Based Microkernel Operating System (And How It Differs from Linux)
  • Canonical Is Bringing Back Ubuntu Core Desktop — This Time With a Clearer Plan
  • systemd Officially Adds Support for Rust Components
  • Rocky Linux Creator Builds a Brand-New “Not Linux” Kernel in 11 Days Using AI
  • Building a local AI agent in Workshop on Ubuntu 26.10
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Secure DNS and NTP in Fedora Linux
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • Some of New Gemini Notebook Update is CRAZY GOOD: Native Mobile Recording
  • Clover 35B A3B Local Test | Diffusion Model Beats Qwen 35B MoE? | Local AI Setup with llama.cpp
  • The no-code app implementation plan in 2026
  • Liquid AI Unveils LFM3: A New Generation of Multimodal Foundation Models Built Small Device
  • Google DeepMind Unveils Genie 4: The Most Advanced Real-Time Interactive World Model Yet
  • Building Long-Running AI Agents with Pi Durable: An AI SRE Agent Example
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Apple
  • Bahtsul Masail
  • Bughyatul Mustarsyidin
  • Cerita
  • Download
  • Fathul Qarib
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Linux
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Review
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Tutorial
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme