Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu
daniel johan PKB

Rencana Presiden Prabowo Menjadikan Papua Ladang Sawit, PKB INGATKAN KERAS Soal Hutan Adat

Posted on December 18, 2025 by Manarul Ikhsan

Kabar terbaru datang dari istana, di mana Presiden Prabowo Subianto memiliki rencana besar untuk menjadikan Papua sebagai pusat swasembada energi. Salah satu strateginya adalah dengan menanam kelapa sawit untuk bahan bakar minyak (BBM). Namun, rencana ini mendapatkan catatan tebal dari Senayan, khususnya dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang mewanti-wanti agar niat baik ini nggak malah jadi musibah ekologis bagi alam cenderawasih.

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong Papua agar mampu menghasilkan energi secara mandiri memang terdengar sangat visioner. Beliau menginginkan agar ketergantungan pasokan BBM dari luar daerah bisa dihentikan, sehingga harga energi di Papua menjadi jauh lebih terjangkau bagi masyarakat. Target yang dipasang pun cukup ambisius: dalam lima tahun ke depan, semua daerah harus bisa berdiri di atas kaki sendiri dalam hal pangan dan energi. Selain memanfaatkan teknologi tenaga surya dan air (hidro) untuk daerah terpencil, Presiden juga melirik potensi tanaman seperti tebu, singkong, dan kelapa sawit untuk diolah menjadi bahan bakar nabati. Jika skenario ini berjalan mulus, negara diprediksi bisa menghemat anggaran hingga ratusan triliun rupiah karena nggak perlu impor BBM lagi.

Akan tetapi, di balik optimisme tersebut, ada kekhawatiran serius yang disuarakan oleh Bapak Daniel Johan, Anggota Komisi IV DPR RI yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PKB. Beliau menyoroti dampak lingkungan yang mungkin timbul jika pembukaan lahan sawit ini dilakukan secara serampangan. Jenengan pasti paham, Papua itu ibarat benteng terakhir hutan hujan tropis dan ekologi Indonesia. Bapak Daniel mengingatkan pemerintah untuk belajar dari pengalaman pahit di Sumatera dan Aceh, di mana alih fungsi hutan secara masif telah memicu banjir bandang dan krisis lingkungan yang merugikan rakyat kecil. Beliau menegaskan, jangan sampai pembukaan hutan baru—apalagi di wilayah pegunungan dan Daerah Aliran Sungai (DAS)—malah mengundang bencana longsor di masa depan.

Solusi yang ditawarkan oleh politisi PKB ini sebenarnya sangat masuk akal dan berbasis data. Menurut Bapak Daniel, untuk mengejar target energi dari minyak nabati, pemerintah sebaiknya fokus memaksimalkan potensi lahan yang sudah ada atau existing. Saat ini, tercatat ada lebih dari 16 juta hektare lahan sawit, ditambah lagi lahan-lahan bermasalah yang sudah diinventarisir dan diambil alih negara oleh Satgas. Nah, lahan-lahan inilah yang semestinya dioptimalkan produktivitasnya. Jadi, kemandirian energi itu penting, tapi nggak boleh dibayar dengan kerusakan lingkungan permanen dan penderitaan masyarakat adat Papua. Pembangunan harus berjalan beriringan dengan kajian lingkungan yang ketat dan perlindungan terhadap tata ruang wilayah adat.

Dari perspektif praktis, kita bisa melihat bahwa keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian alam adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Kayak-nya kita semua sepakat bahwa alam ciptaan Gusti Allah ini adalah amanah yang harus dijaga, bukan sekadar objek eksploitasi demi keuntungan sesaat. Jika hutan Papua rusak, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh masyarakat lokal, tapi juga keseimbangan iklim nasional. Oleh karena itu, masukan dari PKB ini patut menjadi pertimbangan serius bagi pemerintah agar kebijakan swasembada energi ini benar-benar membawa berkah, bukan musibah.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca ulasan singkat ini, rekan-rekanita sekalian. Mari kita terus kawal kebijakan pemerintah dengan sikap kritis namun tetap santun, demi kebaikan bangsa dan kelestarian bumi pertiwi. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

Sumber: detik.com

Recent Posts

  • Fiqh Puasa Syiah – Kelonggaran Dalam Niat Puasa
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 44 – Keutamaan Menyampaikan Kebaikan
  • Fiqh Puasa Syiah – Niat Puasa Tetap Sah Meski Siang Hari
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 43 – Keutamaan Ilmu Dibanding Menyampaikan Sebuah Hadis yang Baik
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 42 – Keutamaan Mendoakan Pengajar Kebaikan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 41 – Keutamaan Mengingat Allah dan Menuntut Ilmu di Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 40 – Keutamaan Berbagi Ilmu dan Hikmah kepada Sesama Muslim
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 39 – Bahaya Menyembunyikan Ilmu Agama
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 38 – Cara Allah Mencabut Ilmu dari Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 37 – Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 36 – Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Mengamalkannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 35 – Keutamaan Dakwah dan Mengajak kepada Jalan Allah
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 10): Adab Masuk Masjid Saat Imam Sedang Khutbah Jumat
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 9): Adab Mendengarkan Khutbah dan Pengecualiannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 34 – Kewajiban Menyampaikan Ilmu dan Larangan Menyembunyikannya
  • Running Windows 11 on Apple Silicon: UTM vs. Parallels Desktop vs. VMware Fusion
  • Testing PikaOS, a Rolling Debian Distribution Special for Gaming and Content Creation
  • Engineering the On-Premises AI Data Center: An In-Depth Technical Review of the HP ZGX Fury AI Station
  • Trying my new Favourite Task Manager, TMOG on Omarchy Linux
  • ASRock Industrial AI Box A395: Is This the Best Compact Strix Halo System for Local AI?
  • Redox OS: A Rust-Based Microkernel Operating System (And How It Differs from Linux)
  • Canonical Is Bringing Back Ubuntu Core Desktop — This Time With a Clearer Plan
  • systemd Officially Adds Support for Rust Components
  • Rocky Linux Creator Builds a Brand-New “Not Linux” Kernel in 11 Days Using AI
  • Building a local AI agent in Workshop on Ubuntu 26.10
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Secure DNS and NTP in Fedora Linux
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • Some of New Gemini Notebook Update is CRAZY GOOD: Native Mobile Recording
  • Clover 35B A3B Local Test | Diffusion Model Beats Qwen 35B MoE? | Local AI Setup with llama.cpp
  • The no-code app implementation plan in 2026
  • Liquid AI Unveils LFM3: A New Generation of Multimodal Foundation Models Built Small Device
  • Google DeepMind Unveils Genie 4: The Most Advanced Real-Time Interactive World Model Yet
  • Building Long-Running AI Agents with Pi Durable: An AI SRE Agent Example
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Apple
  • Bahtsul Masail
  • Bughyatul Mustarsyidin
  • Cerita
  • Download
  • Fathul Qarib
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Linux
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Review
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Tutorial
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme