Berikut adalah terjemah kitab alfiyah ibnu malik, bagian tentang “Kalam”
| kalam | artinya |
| كَلَامُنَا لَفْظٌ مُفِيْدٌ كَاسْتَقِمْ | Kalam menurut kami para ahli nahwu adalah suara yang mengandung makna dan memberi pengertian yang jelas seperti contoh “istiqomahlah”. |
| وَاسْمٌ وَفِعْلٌ ثُمَّ حَرْفٌ الْكَلِمُ | Pembentuk dari kalim terdiri dari tiga jenis yaitu isim, fi’il, dan kemudian huruf. |
| وَاحِدُهُ كَلِمَةٌ وَالْقَوْلُ عَمَّ | Bentuk tunggal dari kalim disebut dengan kalimah, sedangkan istilah qaul adalah sebutan umum yang mencakup semuanya. |
| وَكَلِمَةٌ بِهَا كَلَامٌ قَدْ يُؤَمُّ | Terkadang sebuah kata atau kalimah bisa digunakan untuk memaksudkan sebuah pembicaraan yang panjang. |
| بِالْجَرِّ وَالتَّنْوِيْنِ وَالنِّدَا وَأَلْ وَمُسْنَدٍ لِلِاسْمِ تَمْيِيْزٌ حَصَلْ | Isim atau kata benda dapat dibedakan dari yang lain karena ia bisa menerima baris bawah atau jer, bisa memakai tanwin, bisa dipanggil, bisa diawali alif lam, serta bisa dijadikan sandaran sebuah berita dalam kalimat. |
| بِتَا فَعَلْتَ وَأَتَتْ وَيَا افْعَلِيْ وَنُوْنِ أَقْبِلَنَّ فِعْلٌ يَنْجَلِيْ | Ciri fi’il atau kata kerja bisa terlihat jelas jika ia bisa bersambung dengan huruf ta pada kata fa’alta dan atat, bisa bersambung dengan huruf ya pada kata kerja perintah if’ali, serta bisa menggunakan nun penegas pada kata aqbilanna. |
| سِوَاهُمَا الْحَرْفُ كَهَلْ وَفِيْ وَلَمْ | Jenis kata selain isim dan fi’il adalah huruf, contohnya adalah seperti kata hal, fi, dan lam. |
| فِعْلٌ مُضَارِعٌ يَلِيْ لَمْ كَيَشَمْ | Fi’il mudhari atau kata kerja yang menunjukkan waktu sekarang atau akan datang memiliki tanda khusus yaitu bisa terletak setelah kata lam seperti pada contoh yasham. |
penjelasan:
Kalam dalam ilmu nahwu adalah ucapan yang tersusun dan memberikan pemahaman sempurna kepada pendengarnya. Unsur pembentuk bahasa Arab yang paling dasar disebut kalimah yang terbagi menjadi tiga macam yaitu isim untuk nama atau benda, fi’il untuk kata kerja, dan huruf untuk kata sambung atau kata depan. Isim memiliki tanda-tanda yang tidak dimiliki oleh jenis kata lainnya seperti bisa menerima tanwin atau diawali dengan alif lam.
Begitu pula dengan fi’il yang memiliki ciri khas bisa bergabung dengan berbagai macam akhiran seperti ta pelaku atau nun taukid yang berfungsi untuk menguatkan arti. Jika sebuah kata tidak memiliki tanda-tanda isim maupun fi’il, maka kata tersebut digolongkan sebagai huruf. Dalam kelompok kata kerja, fi’il mudhari memiliki keunikan tersendiri karena hanya kata kerja jenis inilah yang bisa diawali oleh huruf penjazam seperti lam.

Sumber: https://ketabonline.com/ar/books/6048/read?part=1&page=7&index=5265454