| Kalam | Artinya |
| وَقَالَ الْأَحْنَفُ رَحِمَهُ اللَّهُ: كَادَ الْعُلَمَاءُ أَنْ يَكُونُوا أَرْبَابًا، وَكُلُّ عِزٍّ لَمْ يُوَطَّدْ بِعِلْمٍ فَإِلَى ذُلٍّ مَصِيرُهُ | Al-Ahnaf (semoga Allah merahmatinya) berkata: “Hampir saja para ulama itu menjadi para penguasa. Dan setiap kemuliaan yang tidak dikuatkan dengan ilmu, maka nasib akhirnya adalah kehinaan.” |
Penjelasan:
Kalimat ini adalah nasihat dari seorang tokoh bernama Al-Ahnaf bin Qais. Beliau menyampaikan dua pesan penting:
-
Kedudukan Ulama: Orang yang memiliki ilmu (ulama) memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan terhormat di mata manusia. Karena mereka sangat ditaati dan dihormati pendapatnya, mereka hampir saja dianggap seperti “Arbab” (tuan-tuan, pemimpin besar, atau penguasa) yang mengatur urusan banyak orang.
-
Pentingnya Ilmu sebagai Pondasi: Al-Ahnaf mengingatkan bahwa segala bentuk kemuliaan—baik itu kekayaan, jabatan, atau keturunan—harus didasari atau dikuatkan dengan ilmu. Jika seseorang memiliki jabatan atau harta tapi tidak punya ilmu untuk menjaganya, maka kemuliaan itu akan hancur dan orang tersebut pada akhirnya akan jatuh ke dalam kehinaan atau rasa malu. Jadi, ilmu adalah penjaga kemuliaan seseorang agar tetap abadi.