| kalam | artinya |
| وَقَالَ الشَّافِعِيُّ رَحْمَةُ اللهِ عَلَيْهِ: مِنْ شَرَفِ العِلْمِ أَنَّ كُلَّ مَنْ نُسِبَ إِلَيْهِ وَلَوْ فِي شَيْءٍ حَقِيرٍ فَرِحَ، وَمَنْ رُفِعَ عَنْهُ حَزِنَ. | Imam Asy-Syafi’i—semoga rahmat Allah tercurah padanya—berkata: “Salah satu bukti kemuliaan ilmu adalah, setiap orang yang disebut memiliki ilmu, walaupun hanya dalam hal yang remeh atau sederhana, dia pasti akan merasa gembira. Sebaliknya, siapa saja yang dianggap tidak memiliki ilmu, dia pasti akan merasa sedih.” |
Penjelasan:
Kalimat ini adalah nasihat yang sangat indah dari Imam Asy-Syafi’i tentang betapa mulianya sebuah ilmu. Beliau menjelaskan bahwa sifat dasar manusia itu sangat menyukai pengetahuan. Buktinya, jika ada seseorang dipuji karena kepandaiannya atau dibilang “kamu pintar” dalam suatu hal, meskipun itu hal yang sangat sederhana (misalnya pintar memasak atau pintar memperbaiki mainan), orang tersebut pasti hatinya akan senang dan bangga.
Sebaliknya, jika seseorang dikatakan “tidak tahu apa-apa”, “bodoh”, atau ilmu itu dijauhkan dari dirinya, maka orang tersebut pasti akan merasa sedih atau bahkan marah. Perasaan senang ketika dianggap berilmu dan perasaan sedih ketika dianggap tidak berilmu ini menunjukkan bahwa ilmu itu sendiri adalah sesuatu yang sangat terhormat dan tinggi derajatnya di mata manusia.