Berikut adalah Terjemah Kitab Mafatihu Arabiyah Matan Jurumiyah – Pembukaan dan Contoh I’rab Dasar
| kalam | artinya |
| مُقَدِّمَةٌ | Pembukaan. |
| اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْآنَ بِلُغَةِ الْعَرَبِ | Segala puji bagi Allah yang sudah menurunkan Al-Qur’an dengan bahasa orang Arab. |
| وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ مَنْ نَطَقَ وَخَطَبَ | Semoga selawat tercurah kepada Nabi kita Muhammad, orang paling hebat dalam berbicara dan berpidato. |
| وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ اتَّبَعَهُمْ بِإِحْسَانٍ | Juga untuk keluarga beliau, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. |
| وَرَفَعَنَا مَعَهُمْ فِي الدَّارِ الَّتِي لَا وَصَبَ فِيهَا وَلَا نَصَبَ | Serta semoga Allah mengangkat derajat kita bersama mereka di surga yang tidak ada rasa sakit atau capek sedikit pun. |
| أَمَّا بَعْدُ: فَاعْلَمْ أَنَّهُ يَنْبَغِي لِطَالِبِ الْعِلْمِ أَنْ يَتَعَلَّمَ مِنَ النَّحْوِ مَا يَصُونُ بِهِ لِسَانَهُ عَنِ الْخَطَأِ فِي كَلَامِ اللهِ تَعَالَى، وَكَلَامِ رَسُولِهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَكَلَامِ أُولِي الْعِلْمِ | Setelah itu, ketahuilah bahwa orang yang mencari ilmu harus belajar ilmu Nahwu supaya lidahnya terjaga dari salah ucap saat membaca Al-Qur’an, sabda Nabi, dan perkataan para ulama. |
| وَلَا يَتَوَغَّلَ فِيهِ بِحَيْثُ يَشْغَلُهُ عَمَّا هُوَ أَهَمُّ مِنْهُ | Tapi jangan belajar terlalu dalam sampai-sampai ilmu Nahwu malah membuat kita lupa pada ilmu lain yang lebih penting. |
| وَيَنْبَغِي لِلْمُعَلِّمِ أَنْ يُعَلِّمَ الْمُبْتَدِئِينَ مِثَالَيْنِ مِنَ النَّحْوِ قَبْلَ الشُّرُوعِ | Guru juga sebaiknya mengajar dua contoh Nahwu dulu kepada murid pemula sebelum mulai belajar lebih jauh. |
| اَلْأَوَّلُ: زَيْدٌ عَالِمٌ | Contoh pertama: Zaidun ‘alimun yang artinya Zaid itu orang yang pintar. |
| وَإِعْرَابُهُ زَيْدٌ مُبْتَدَأٌ مَرْفُوعٌ بِالِابْتِدَاءِ، وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ ضَمَّةٌ فِي آخِرِهِ، وَعَالِمٌ خَبَرُ الْمُبْتَدَأِ مَرْفُوعٌ بِالْمُبْتَدَأِ، وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ ضَمَّةٌ ظَاهِرَةٌ فِي آخِرِهِ | Cara menguraikan I’rab kalimat itu adalah: kata Zaidun jadi Mubtada’ yang dibaca Marfu’ karena ada di awal kalimat, tandanya adalah dhommah di akhirnya, sedangkan kata ‘Alimun adalah Khabar yang juga Marfu’, tandanya dhommah yang kelihatan jelas di akhirnya. |
| اَلثَّانِي: ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا وَبَكْرًا | Contoh kedua: Dhoroba Zaidun ‘Amron wa Bakron yang artinya Zaid memukul ‘Amr dan Bakr. |
| وَإِعْرَابُهُ: ضَرَبَ فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، زَيْدٌ فَاعِلٌ وَالْفَاعِلُ مَرْفُوعٌ، وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ ضَمَّةٌ ظَاهِرَةٌ فِي آخِرِهِ، عَمْرًا مَفْعُولٌ بِهِ مَنْصُوبٌ، وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ فَتْحَةٌ ظَاهِرَةٌ فِي آخِرِهِ | Cara menguraikannya adalah: kata Dhoroba itu Fi’il Madhi yang harokat akhirnya tetap Fathah, kata Zaidun adalah Fa’il atau si pelaku yang harus Marfu’ dengan tanda dhommah, dan kata ‘Amron adalah Maf’ul Bihi atau yang kena pukul yang harus Manshub dengan tanda fathah. |
| وَبَكْرًا الْوَاوُ عَاطِفَةٌ، بَكْرًا مَعْطُوفٌ عَلَى (عَمْرًا)، وَالْمَعْطُوفُ عَلَى الْمَنْصُوبِ مَنْصُوبٌ، وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ فَتْحَةٌ ظَاهِرَةٌ فِي آخِرِهِ | Lalu kata Bakron, huruf Waw-nya adalah kata sambung, dan kata Bakron mengikuti kata ‘Amron, karena yang diikuti itu Manshub maka dia ikut jadi Manshub dengan tanda fathah. |
| وَأَحْسَنُ كُتُبِ النَّحْوِ لِلْمُبْتَدِئِينَ مَتْنُ الْآجُرُّومِيَّةِ | Buku Nahwu yang paling bagus buat murid pemula adalah kitab Matan Al-Ajurrumiyyah. |
| وَهِيَ كَافِيَةٌ لِمَنْ اقْتَصَرَ عَلَيْهَا | Kitab itu sudah cukup bagi orang yang hanya mau belajar dasar-dasarnya saja. |
| وَقَدْ عَلَّقْتُ عَلَيْهَا جُمَلًا مُخْتَصَرَةً لِيَسْهُلَ حِفْظُهَا عَلَى الشَّيْخِ وَالتِّلْمِيذِ، وَسَمَّيْتُهُ: مَفَاتِيحُ الْعَرَبِيَّةِ عَلَى مَتْنِ الْآجُرُّومِيَّةِ | Aku memberikan tambahan penjelasan pendek supaya mudah dihafal oleh guru maupun murid, dan aku beri nama: Mafatihu Arabiyah ‘ala Matan Al-Ajurrumiyyah. |
| وَأَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى أَنْ يَنْفَعَنِي بِهِ وَمَنْ قَرَأَهُ وَإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِينَ، وَأَنْ يَجْعَلَهُ سَبَبًا لِنَيْلِ الْفَضَائِلِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ | Aku memohon kepada Allah supaya kitab ini bermanfaat untukku, untuk pembacanya, dan semua saudara muslim, serta jadi jalan untuk dapat kebaikan di dunia dan akhirat, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat. |
penjelasan:
Ilmu Nahwu adalah ilmu yang mempelajari perubahan bunyi di akhir kata supaya kita tidak salah saat berbicara bahasa Arab. Di dalam ilmu ini, ada yang disebut Mubtada’ yaitu kata benda di awal kalimat, dan Khabar yaitu penjelasnya, keduanya biasanya dibaca dengan bunyi dhommah yang disebut Marfu’. Ada juga Fi’il Madhi untuk kata kerja yang sudah terjadi, Fa’il untuk orang yang melakukan pekerjaan, dan Maf’ul Bihi untuk benda yang terkena pekerjaan. Kalau Fa’il dibaca Marfu’ dengan dhommah, sedangkan Maf’ul Bihi dibaca Manshub dengan bunyi fathah. Ada juga istilah Ma’thuf yaitu kata yang disambungkan dengan kata sebelumnya menggunakan huruf ‘Athaf seperti Waw, sehingga cara membacanya mengikuti kata yang disambungkan itu.
Sumber: https://ketabonline.com/ar/books/26115/read?part=1&page=2&index=3505370