Berikut adalah Terjemah Kitab Alfiyah Ibnu Malik, bagian Pembukaan
| kalam | artinya |
|
قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مَالِكِ، أَحْمَدُ رَبِّي اللهَ خَيْرَ مَالِكِ. |
Muhammad yang merupakan putra Malik berkata bahwa ia memuji Allah Tuhannya yang merupakan sebaik-baiknya Pemilik. |
|
مُصَلِّيًا عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى، وَآلِهِ الْمُسْتَكْمِلِينَ الشَّرَفَا. |
Ia mengucapkan shalawat untuk Nabi Muhammad pilihan dan juga untuk keluarganya yang memiliki kemuliaan sangat sempurna. |
|
وَأَسْتَعِينُ اللهَ فِي أَلْفِيَّةْ، مَقَاصِدُ النَّحْوِ بِهَا مَحْوِيَّةْ. |
Ia memohon bantuan kepada Allah dalam menyusun kitab Alfiyah yang di dalamnya berisi ringkasan penting ilmu Nahwu. |
|
تُقَرِّبُ الْأَقْصَى بِلَفْظٍ مُوجَزِ، وَتَبْسُطُ الْبَذْلَ بِوَعْدٍ مُنْجَزِ. |
Kitab ini membuat materi yang sulit menjadi terasa dekat dengan kata-kata yang pendek dan memberikan penjelasan yang luas dengan sangat pasti. |
|
وَتَقْتَضِي رِضًا بِغَيْرِ سُخْطِ، فَائِقَةً أَلْفِيَّةَ ابْنِ مُعْطِي. |
Kitab ini disusun untuk mendapatkan keridaan tanpa ada rasa marah serta memiliki kelebihan dibanding kitab Alfiyah milik Ibnu Mu’thi. |
|
وَهُوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيلَا، مُسْتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ الْجَمِيلَا. |
Beliau yaitu Ibnu Mu’thi tetap lebih utama karena telah memulai lebih dulu sehingga sangat pantas mendapatkan pujian yang baik dariku. |
|
وَاللهُ يَقْضِي بِهِبَاتٍ وَافِرَةْ، لِي وَلَهُ فِي دَرَجَاتِ الْآخِرَةِ. |
Semoga Allah memberikan anugerah yang sangat banyak untukku dan juga untuk beliau di tingkatan surga akhirat nanti. |
penjelasan:
Muhammad bin Malik memulai karyanya dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad beserta keluarganya yang mulia. Beliau menjelaskan bahwa kitab Alfiyah ini dibuat untuk merangkum aturan-aturan penting dalam ilmu Nahwu agar lebih mudah dipelajari oleh siapa saja. Meskipun beliau merasa kitabnya ini memiliki banyak keunggulan dan penjelasan yang sangat jelas, beliau tetap menghormati Ibnu Mu’thi yang sudah menulis kitab serupa sebelumnya. Di akhir pembukaan ini, beliau berdoa agar Allah memberikan pahala dan tempat yang mulia di akhirat bagi dirinya sendiri dan juga bagi Ibnu Mu’thi.

Sumber teks: https://ketabonline.com/ar/books/6048/read?part=1&page=7&index=5265454