| Kalimat Berbahasa Arab | Artinya |
| وَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ بِالْعِلْمِ | Umar radhiyallahu ‘anhu berkata: “Wahai sekalian manusia, kalian harus menuntut ilmu.” |
| فَإِنَّ لِلَّهِ سُبْحَانَهُ رِدَاءً يُحِبُّهُ | “Karena sesungguhnya Allah Subhanahu memiliki sebuah selendang (pakaian kebesaran) yang sangat Dia cintai.” |
| فَمَنْ طَلَبَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ رَدَّاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِرِدَائِهِ | “Maka siapa saja yang mencari satu pintu (satu bab) dari ilmu, Allah Azza wa Jalla akan memakaikan selendang-Nya itu kepada orang tersebut.” |
| فَإِنْ أَذْنَبَ ذَنْبًا اسْتَعْتَبَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لِئَلَّا يَسْلُبَهُ رِدَاءَهُ ذَلِكَ، وَإِنْ تَطَاوَلَ بِهِ ذَلِكَ الذَّنْبُ حَتَّى يَمُوتَ | “Jika orang berilmu itu melakukan sebuah dosa, Allah akan menegurnya (memberinya kesempatan bertaubat) sebanyak tiga kali agar Allah tidak perlu mencabut selendang itu darinya, meskipun dosa itu terus ada padanya sampai dia meninggal dunia.” |
Penjelasan:
Umar radhiyallahu ‘anhu memberikan nasihat yang sangat indah tentang pentingnya belajar. Beliau menggambarkan bahwa ilmu itu sangat istimewa, ibarat sebuah selendang atau pakaian kebesaran milik Allah yang sangat dicintai-Nya. Ketika seseorang mau belajar atau menuntut ilmu, Allah akan memuliakan orang tersebut dengan memakaikan “pakaian kebesaran” itu kepadanya.
Saking sayangnya Allah kepada para penuntut ilmu, jika mereka berbuat salah atau dosa, Allah tidak langsung menghukum atau mencabut kemuliaan ilmu itu. Allah akan memberi mereka kesempatan atau peringatan untuk kembali ke jalan yang benar (bertaubat) berulang kali. Ini menunjukkan betapa Allah sangat menghargai orang yang memiliki ilmu, sehingga Allah berusaha menjaga agar cahaya ilmu itu tidak hilang dari diri mereka sampai akhir hayatnya.