Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu
konflik PBNU

Sejarah Berulang: Konflik PBNU Saat Ini Dinilai Sebagai “Copy-Paste” Tragedi PKB 2008

Posted on December 18, 2025December 18, 2025 by Manarul Ikhsan

Belakangan ini, jagat Nahdliyin sedang dibuat pusing dengan dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kabar tentang dualisme kepemimpinan menyeruak ke permukaan, membuat kita bertanya-tanya tentang soliditas jam’iyah. Bukan sekadar desas-desus, analisis terbaru dari Soleh Basyari, Direktur Eksekutif CSIIS, menyebutkan bahwa apa yang terjadi sekarang ini seolah memutar ulang kaset lama sejarah konflik PKB belasan tahun silam.

Dalam kacamata Soleh, ketegangan antara kubu Rais Aam/Syuriyah dengan kubu Ketua Umum Tanfidziyah saat ini bukanlah fenomena baru yang mengejutkan. Jika jenengan amati lebih jeli, struktur konfliknya benar-benar mirip atau bisa dibilang copy-paste dari perseteruan legendaris tahun 2008 antara Gus Dur (Dewan Syuro) melawan Muhaimin Iskandar (Tanfidz).

Secara kelembagaan, kemiripan ini memang nggak bisa dibantah. Di PKB ada Dewan Syuro, di PBNU ada Rais Aam. Di partai ada Ketua Dewan Tanfidz, di jam’iyah ada Ketua Umum Tanfidziyah. Secara AD/ART, posisi dan kewenangannya sebelas dua belas. Dulu, Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro memecat Muhaimin, namun Muhaimin melawan. Hari ini, skenario yang sama persis terjadi di PBNU: jajaran Syuriyah melakukan langkah “pemecatan” atau pembekuan, dan Gus Yahya pun mengambil sikap melawan.

Soleh memberikan peringatan yang cukup tajam soal aspek hukum. Berkaca dari pengalaman masa lalu, upaya Syuriyah untuk melengserkan Ketua Umum Tanfidziyah seringkali kandas di meja hijau. Kenapa bisa begitu? Karena posisi Ketua Umum adalah mandataris Muktamar. Gus Yahya dipilih langsung oleh Muktamirin di Lampung, sama sahnya dengan Muhaimin kala itu. Jadi, secara hukum negara, pemecatan yang hanya melalui rapat pleno Syuriyah punya celah besar untuk digugat dan dimenangkan kembali oleh pihak Tanfidziyah.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah potensi lahirnya “Muktamar Kembar”. Jenengan pasti ingat tragedi Muktamar Ancol vs Muktamar Parung, bukan? Dualisme seperti itu sangat mungkin terjadi lagi jika Gus Yahya terdesak dan bermanuver ke Kemenkumham untuk mendapatkan legalitas baru, kayak langkah cerdik Cak Imin dulu. Kalau ini sampai kejadian, energi NU akan habis hanya untuk urusan administrasi kekuasaan.

Selain masalah struktur, Soleh juga menyoroti pemicu konflik yang dinilai bersifat materiil, yakni perebutan “ghonimah” atau konsesi tambang. Situasi ini diibaratkan seperti Perang Uhud, di mana pasukan menjadi kacau balau dan kalah karena sibuk berebut harta rampasan sebelum perang benar-benar usai. Elit-elit kita seolah lupa pada core business NU yang sejatinya adalah moralitas, dan malah terjebak pada perebutan sumber daya duniawi yang sifatnya sementara.

Analisis ini tentu menjadi pil pahit bagi kita semua. Situasi ini ibarat pepatah “menang jadi arang, kalah jadi abu”. Siapapun yang menang dalam pertarungan elit ini, entah kubu Kiai Zulfa Mustofa atau Gus Yahya, yang menjadi korban sebenarnya adalah marwah NU itu sendiri. Publik di luar sana nggak segan menertawakan organisasi yang seharusnya bicara soal moral bangsa, tapi elitnya malah saling menjatuhkan demi kekuasaan dan materi.

Sebagai santri dan warga Nahdliyin, tentu kita berharap ada jalan islah, meskipun analisis Soleh menyebut hal itu nyaris mustahil saat ini. Namun, harapan nggak boleh putus. Mari kita doakan agar para masyaikh dan pengurus diberikan hidayah untuk kembali pada khittah pengabdian yang tulus. Bagaimana menurut jenengan, rekan-rekanita? Apakah sejarah kelam PKB itu benar-benar akan menjadi takdir PBNU hari ini? Terima kasih sudah menyimak ulasan ini.

Sumber: inilah.com

Recent Posts

  • Fiqh Puasa Syiah – Kelonggaran Dalam Niat Puasa
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 44 – Keutamaan Menyampaikan Kebaikan
  • Fiqh Puasa Syiah – Niat Puasa Tetap Sah Meski Siang Hari
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 43 – Keutamaan Ilmu Dibanding Menyampaikan Sebuah Hadis yang Baik
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 42 – Keutamaan Mendoakan Pengajar Kebaikan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 41 – Keutamaan Mengingat Allah dan Menuntut Ilmu di Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 40 – Keutamaan Berbagi Ilmu dan Hikmah kepada Sesama Muslim
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 39 – Bahaya Menyembunyikan Ilmu Agama
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 38 – Cara Allah Mencabut Ilmu dari Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 37 – Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 36 – Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Mengamalkannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 35 – Keutamaan Dakwah dan Mengajak kepada Jalan Allah
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 10): Adab Masuk Masjid Saat Imam Sedang Khutbah Jumat
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 9): Adab Mendengarkan Khutbah dan Pengecualiannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 34 – Kewajiban Menyampaikan Ilmu dan Larangan Menyembunyikannya
  • Inilah Cara Mengatasi OneDrive yang Suka Mengubah atau Menghapus Metadata File Kalian
  • Inilah Cara Menonaktifkan Antivirus Pihak Ketiga di Windows 11 dengan Aman
  • Inilah Cara Mengatur Raspberry Pi 5 dengan Ubuntu Server untuk Python dan Desktop GUI Tanpa Ribet
  • Inilah Alasan Kenapa Galaxy Z Fold 8 Ultra Bisa Jadi Produk yang Mengecewakan
  • Inilah Alasan Intel Merilis Raptor Lake Next di Socket LGA 1700, Masih Setia dengan DDR4!
  • Gini Caranya Menghilangkan Recycle Bin dari Desktop Windows 11 Supaya Lebih Bersih!
  • Inilah Huawei AirEngine 8771-X1T, Solusi Wi-Fi 7 Super Cepat untuk Bisnis Masa Kini
  • Inilah Cara Mengatasi Error Koneksi VMware Horizon Akibat Intersepsi SSL Proxy
  • Inilah Cara Mengatasi Connection Server Authentication Failed di VMware Horizon Client
  • Cara Laptop Nggak Lemot Pas Colok SD Card, Gampang Banget!
  • How to Secure DNS and NTP in Fedora Linux
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • How to Masking & Secure Daemon in Linux Server
  • How to Hardening Mount Option in Linux Server
  • How to Secure Linux Server with AIDE
  • Auditd Custom Rules & Tips
  • Securing SSH Server with fail2ban
  • Fedora Linux Firewalld Drop Zone and Rich Rules
  • How to SSH Hardening 2026
  • How to Add Password Protection to GRUB
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • How to unlock the potential of a 12 million token context window using SubQ AI
  • How to build your own specialized AI coding team using Mistral Vibe subagents for maximum efficiency
  • How to Find Free ComfyUI Workflows and Run Creative AI Locally Without Expensive API Costs
  • How to bridge the gap between visual prototypes and functional software using Claude Design and Claude Code for professional development
  • Stop Creating Slop Website, Here’s How to Create Stunning AI Websites That Look Professional and Bespoke
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Bahtsul Masail
  • Bughyatul Mustarsyidin
  • Cerita
  • Download
  • Fathul Qarib
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme