Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu
kitab tsaquf al-akhyar an-nahdliyah

Terjemah Kitab Tsaquful Akhyarin Nahdliyah Qurratu ‘Ayn – Part 3 Keseimbangan Syariat-Hakikat dan Khauf-Raja’

Posted on January 6, 2026January 6, 2026 by Manarul Ikhsan
Kalam Artinya

[فَصْلٌ]

فِي أَهَمِّيَّةِ التَّوَسُّطِ وَالتَّوَازُنِ فِي الدِّينِ، وَعَدَمِ الْإِفْرَاطِ وَالتَّفْرِيطِ فِيهِ.

[Pasal]

Tentang pentingnya sikap tengah-tengah dan seimbang dalam agama, serta tidak berlebihan (Ifrath) atau meremehkan (Tafrith) di dalamnya.

وَلَقَدْ بَسَطْنَا الْكَلَامَ فِي هَذَا الْمَقَامِ، فَيَكْفِيكَ هَذَا الْبَيَانُ. Kami sungguh telah menjelaskan panjang lebar dalam pembahasan ini, maka penjelasan ini sudah cukup bagimu.
وَلَيْسَ الْبَيَانُ كَالْعِيَانِ. Dan penjelasan (kata-kata) itu tidak sama dengan melihat langsung (kenyataan).
هَكَذَا فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَ وَلْيَعْلَمِ الْعَالِمُونَ. هَكَذَا، وَإِلَّا فَلَا. Beginilah seharusnya orang-orang beramal, dan beginilah seharusnya orang-orang berilmu mengetahui. Harus begini, jika tidak, maka jangan (dilakukan).
وَكَمَا فِي اعْتِمَادِنَا عَلَيْهِ تَعَالَى، كَانَ يَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ وَاقِعاً بَيْنَ الْخَوْفِ وَالرَّجَاءِ، بِمَعْنَى أَنَّا نَخَافُ مِنَ اللهِ تَعَالَى ظَاهِراً، وَنَرْجُو مِنْهُ بَاطِناً. Sebagaimana dalam hal kita bersandar kepada Allah Ta’ala, seharusnya sikap kita berada di antara rasa takut (Khauf) dan rasa harap (Raja’), artinya kita takut kepada Allah Ta’ala secara lahiriah, dan berharap kepada-Nya secara batiniah.
وَنَخَافُ فِي مَقَامِ الرَّجَاءِ، وَنَرْجُو فِي مَقَامِ الْخَوْفِ. Kita merasa takut saat berada di posisi berharap, dan kita berharap saat berada di posisi takut (saling melengkapi).
لِأَنَّ مُطْلَقَ الْخَوْفِ لِلْعَبْدِ يُنَاقِضُ قَوْلَهُ تَعَالَى ﴿لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ﴾ الآيَةَ. Karena rasa takut yang mutlak (tanpa harapan) bagi seorang hamba itu bertentangan dengan firman Allah Ta’ala: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”
وَكَذَلِكَ مُطْلَقُ الرَّجَاءِ أَيْضاً لِلْعَبْدِ، يُنَاقِضُ قَوْلَهُ تَعَالَى ﴿فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ﴾. Begitu juga rasa harap yang mutlak (tanpa rasa takut) bagi seorang hamba, itu bertentangan dengan firman Allah Ta’ala: “Maka tidak ada yang merasa aman dari rencana (azab) Allah selain orang-orang yang rugi.”
فَكَمَا أَنَّ طَرِيقَنَا إِلَى اللهِ تَعَالَى يَنْبَغِي [أَنْ] يَكُونَ ظَاهِرُنَا مُقَيَّداً بِالشَّرِيعَةِ، وَبَاطِنُنَا مُؤَيَّداً بِالْحَقِيقَةِ، كَمَا تَقَدَّمَ ذَلِكَ. Maka sebagaimana jalan kita menuju Allah Ta’ala, seharusnya lahiriah kita terikat dengan Syariat, dan batin kita dikuatkan dengan Hakikat, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
وَلَا نَجْعَلُ [أَنْفُسَنَا] مِنَ الظَّاهِرِيَّةِ الْمُطْلَقَةِ – الَّذِينَ كَانُوا لَيْسَ لَهُمْ بَوَاطِنُ، فَنَصِيرَ مِنْ أَهْلِ التَّفْرِيطِ؛ وَلَا مِنَ الْبَوَاطِنِيَّةِ الْمُطْلَقَةِ، فَنَصِيرَ مِنْ أَهْلِ الْإِفْرَاطِ. Dan jangan sampai kita menjadikan diri kita termasuk golongan Zahiriyah murni—yang tidak memiliki sisi batin—sehingga kita menjadi ahli Tafrith (meremehkan); dan jangan pula menjadi golongan Bathiniyah murni, sehingga kita menjadi ahli Ifrath (berlebihan).
لِأَنَّ التَّفْرِيطَ هُوَ الْأَمْرُ الَّذِي لَا يَصِلُ إِلَى الْحُدُودِ، وَالْإِفْرَاطَ هُوَ الْأَمْرُ الَّذِي يَتَعَدَّى عَنِ الْحُدُودِ. وَكِلَاهُمَا غَيْرُ مَرْضِيَّيْنِ. Karena Tafrith adalah sikap yang tidak sampai pada batas yang seharusnya (kurang), sedangkan Ifrath adalah sikap yang melampaui batas (berlebihan). Dan kedua sikap ini tidak diridhoi.

Penjelasan:

Teks di atas adalah sebuah pasal penutup yang menekankan pentingnya keseimbangan dalam beragama. Penulis menjelaskan bahwa kita tidak boleh bersikap ekstrem, baik itu terlalu berlebihan (Ifrath) maupun terlalu meremehkan atau kurang (Tafrith). Berikut rangkumannya:

  1. Pentingnya Keseimbangan Hati: Dalam beribadah kepada Allah, hati kita harus seimbang antara rasa takut (Khauf) dan rasa harap (Raja’). Kita tidak boleh hanya memiliki rasa takut saja karena itu akan membuat kita putus asa dari rahmat Allah, yang mana hal ini dilarang dalam Al-Qur’an. Sebaliknya, kita juga tidak boleh hanya memiliki rasa harap saja tanpa rasa takut, karena itu akan membuat kita merasa terlalu aman dari hukuman Allah, yang merupakan ciri orang yang merugi. Jadi, saat kita takut kita harus tetap punya harapan, dan saat berharap kita harus tetap waspada.

  2. Keseimbangan Lahir dan Batin: Jalan menuju Allah menuntut kita untuk menggabungkan dua hal:

    • Lahiriah: Tubuh dan perbuatan kita harus patuh dan terikat pada aturan hukum agama (Syariat).

    • Batiniah: Hati kita harus dikuatkan dengan pemahaman mendalam tentang kebenaran (Hakikat).

  3. Menghindari Dua Kutub Ekstrem: Penulis memperingatkan agar kita tidak menjadi seperti kaum Zahiriyah (yang hanya peduli kulit luar/hukum saja tanpa batin) karena ini termasuk Tafrith (kurang/meremehkan). Kita juga dilarang menjadi kaum Bathiniyah (yang hanya peduli batin saja dan mengabaikan syariat) karena ini termasuk Ifrath (berlebihan).

  4. Definisi Ifrath dan Tafrith: Di akhir, dijelaskan pengertian kedua istilah tersebut. Tafrith adalah melakukan sesuatu kurang dari batasnya (tidak sampai target), sedangkan Ifrath adalah melakukan sesuatu melampaui batasnya (berlebihan). Kedua sikap ini sama-sama tidak disukai dalam agama.

Recent Posts

  • Fiqh Puasa Syiah – Kelonggaran Dalam Niat Puasa
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 44 – Keutamaan Menyampaikan Kebaikan
  • Fiqh Puasa Syiah – Niat Puasa Tetap Sah Meski Siang Hari
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 43 – Keutamaan Ilmu Dibanding Menyampaikan Sebuah Hadis yang Baik
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 42 – Keutamaan Mendoakan Pengajar Kebaikan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 41 – Keutamaan Mengingat Allah dan Menuntut Ilmu di Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 40 – Keutamaan Berbagi Ilmu dan Hikmah kepada Sesama Muslim
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 39 – Bahaya Menyembunyikan Ilmu Agama
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 38 – Cara Allah Mencabut Ilmu dari Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 37 – Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 36 – Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Mengamalkannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 35 – Keutamaan Dakwah dan Mengajak kepada Jalan Allah
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 10): Adab Masuk Masjid Saat Imam Sedang Khutbah Jumat
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 9): Adab Mendengarkan Khutbah dan Pengecualiannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 34 – Kewajiban Menyampaikan Ilmu dan Larangan Menyembunyikannya
  • Beli HP Bekas Flagship Oppo? Ini 3 Rekomendasi Terbaik yang Masih Gahar di 2026
  • Cuma 1 Jutaan! Ini 4 Rekomendasi HP POCO yang Performa Tetap Gila di 2026
  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Secure DNS and NTP in Fedora Linux
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • How to Masking & Secure Daemon in Linux Server
  • How to Hardening Mount Option in Linux Server
  • How to Secure Linux Server with AIDE
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • How to unlock the potential of a 12 million token context window using SubQ AI
  • How to build your own specialized AI coding team using Mistral Vibe subagents for maximum efficiency
  • How to Find Free ComfyUI Workflows and Run Creative AI Locally Without Expensive API Costs
  • How to bridge the gap between visual prototypes and functional software using Claude Design and Claude Code for professional development
  • Stop Creating Slop Website, Here’s How to Create Stunning AI Websites That Look Professional and Bespoke
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Bahtsul Masail
  • Bughyatul Mustarsyidin
  • Cerita
  • Download
  • Fathul Qarib
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme