Berikut adalah pembahasan tentang pembukaan kitab dan Sholawat Nur Al-Dhati.
| kalimat berbahasa arab | artinya |
|---|---|
| بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ | Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. |
| اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ | Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. |
| وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِينَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ | Rahmat dan salam semoga selalu tercurah kepada utusan yang paling mulia, yaitu pemimpin kita Nabi Muhammad, serta keluarga dan para sahabatnya semua. |
| اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّورِ الذَّاتِي وَالسِّرِّ السَّارِي فِي سَائِرِ الْأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ | Ya Allah, berikanlah rahmat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad yang merupakan cahaya bagi zat Allah dan rahasia yang mengalir pada semua nama dan sifat-Nya, juga kepada keluarga dan sahabatnya. |
Kitab ini dibuka dengan memuji Allah dan memberikan salam kepada Nabi Muhammad agar pembacanya mendapatkan keberkahan. KH Bisri Musthofa menyusun kitab ini sebagai kumpulan doa dan zikir pilihan agar umat Islam memiliki panduan untuk memohon keselamatan kepada Allah. Isi dari bagian awal ini sangat penting karena meletakkan dasar niat yang baik sebelum kita mulai mengamalkan isi kitabnya.
Salah satu amalan utama yang dibahas di halaman awal adalah Sholawat Nur Al-Dhati yang memiliki makna sangat dalam. Sholawat ini menggambarkan Nabi Muhammad sebagai cahaya yang murni dan rahasia Tuhan yang tersebar di alam semesta. Dengan membaca kalimat ini, kita mengakui keagungan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah yang paling istimewa.
Amalan sholawat ini tidak dibuat sembarangan karena penulis menyebutkan adanya ijazah atau izin khusus dari ulama besar. Di dalam sumber disebutkan bahwa doa ini berkaitan dengan KH Abdul Wahab Hasbullah dari Jombang yang merupakan tokoh ulama terpandang. Hal ini menunjukkan bahwa doa-doa dalam kitab ini memiliki rantai ajaran yang kuat dari para guru yang terpercaya.
Membaca sholawat ini dipercaya bisa membantu kita saat menghadapi masalah yang sulit atau saat memiliki keinginan yang besar. Jika kita merasa bingung atau sedang sedih, membacanya dengan tenang dapat membantu hati menjadi lebih damai. Kekuatan doa ini terletak pada keyakinan kita bahwa Allah akan memberikan jalan keluar melalui kemuliaan Nabi-Nya.
Penulis menyarankan agar amalan ini dibaca dengan penuh rasa cinta dan kehadiran hati supaya manfaatnya lebih terasa. Kita tidak hanya sekadar mengucapkan kata-kata di lisan, tetapi juga harus meresapi maknanya di dalam pikiran. Dengan cara seperti itu, hubungan batin kita dengan Rasulullah akan semakin kuat dan doa kita lebih mudah dikabulkan.
Selain itu, kitab ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga kebersihan batin dan fisik saat sedang berdoa. Sangat baik jika kita berada dalam keadaan suci atau sudah berwudu sebelum mulai membaca rangkaian zikir yang ada. Menghadap kiblat dengan sikap yang sopan juga menjadi cara kita menghargai kalimat-kalimat suci yang sedang dibaca.
Terakhir, KH Bisri Musthofa berharap kitab sederhana ini bisa menjadi teman bagi setiap muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah. Melalui kumpulan doa yang ringkas namun padat ini, kita diajak untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik senang maupun susah. Semoga dengan mempelajarinya, hidup kita menjadi lebih tenang dan penuh dengan cahaya kebaikan.
Referensi kitab populer lainnya: Afdhulu al-Sholawat ‘ala Sayyidi al-Sadat, Syeikh Yusuf bin Ismail al-Nabhani, 2004, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 125.