Cetakan 2023, Halaman 10
| kalimat berbahasa arab | artinya |
| [فَصْلٌ]
[فِيْ بَيَانِ كَلَامِ الْقَائِلِ بِأَنَّ اللهَ نَفْسُنَا وَوُجُوْدُنَا وَنَحْنُ نَفْسُهُ وَوُجُوْدُهُ] |
Bagian ini menjelaskan tentang omongan orang yang berkata bahwa Allah itu adalah diri kita dan keberadaan kita, dan kita adalah diri-Nya serta keberadaan-Nya. |
| وَكَوْنُهُ مِنْ جُمْلَةِ الْعَكْسِ الْمُسْتَوِيْ | Hal semacam itu termasuk dalam pembahasan yang disebut dengan Al-‘Aksul Mustawi. |
| وَاعْلَمْ أَنَّ لِلْعُلَمَاءِ النَّاطِقَةِ اِصْطِلَاحَاتٍ وَكَلَامَاتٍ يُقَالُ فِيْهِ (بِالْعَكْسِ الْمُسْتَوِيْ) | Ketahuilah bahwa para ulama ahli bicara atau ahli kalam punya istilah-istilah dan ucapan-ucapan yang di dalamnya disebut dengan nama Al-‘Aksul Mustawi. |
| وَالْعَكْسُ الْمُسْتَوِيْ يَكُوْنُ فِيْهِ نِسْبَةُ الْحَقِّ تَعَالَى مَعَ الْخَلْقِ مِنَ الْمُسْتَحِيْلَاتِ الَّتِي لَا تَصِحُّ أَبَدًا | Dalam aturan Al-‘Aksul Mustawi ini, menyamakan kedudukan Allah Ta’ala dengan makhluk-Nya adalah hal yang mustahil dan tidak akan pernah benar sampai kapan pun. |
| وَهُوَ غَيْرُ مَرْضِيٍّ عِنْدَ ذَوِي الْعُقُوْلِ السَّلِيْمَةِ الصَّحِيْحَةِ الِاعْتِقَادِ النَّصِيْحِ لِلْعِبَادِ | Paham atau pendapat seperti itu tidak disukai dan tidak diterima oleh orang-orang yang memiliki akal sehat, keyakinan yang benar, serta niat yang tulus dalam membimbing sesama hamba Allah. |
penjelasan:
Bagian ini membahas tentang kesalahan dalam memahami hubungan antara Allah Ta’ala dengan makhluk-Nya. Ada sebagian orang yang salah paham dan menganggap bahwa Allah adalah diri kita atau kita adalah bagian dari Allah. Istilah Al-‘Aksul Mustawi digunakan untuk menjelaskan bahwa membalikkan posisi antara Pencipta dan ciptaan adalah sesuatu yang mustahil secara akal dan agama. Para ulama menegaskan bahwa Allah Ta’ala sangat berbeda dengan makhluk-Nya, sehingga tidak boleh ada keyakinan yang menyamakan keduanya. Pendapat yang menyamakan Allah dengan makhluk ini ditolak keras oleh orang-orang yang memiliki pemikiran yang sehat dan akidah yang kuat karena bisa menyesatkan orang lain.
| kalimat berbahasa arab | artinya |
| وَالْقَوْلُ بِـ (أَنَّ اللهَ نَفْسُنَا وَوُجُودُنَا، وَنَحْنُ نَفْسُهُ وَوُجُودُهُ) يَكُونُ مِنْ جُمْلَةِ الْعَكْسِ الْمُسْتَوِي الْمَعْلُومِ عِنْدَ الْعُلَمَاءِ الْمَنَاطِقَةِ. | Ucapan bahwa Allah adalah diri kita dan keberadaan kita, serta kita adalah diri-Nya dan keberadaan-Nya, itu termasuk dalam aturan kebalikan yang sama yang dikenal oleh para ahli ilmu logika. |
| فَلِأَجْلِ ذَلِكَ، اتَّفَقَ الْعَارِفُونَ بِاللهِ تَعَالَى مِنَ الْمُحَقِّقِينَ أَصْحَابِ الْكَمَالِ وَالْإِكْمَالِ، يَصْطَلِحُونَ بِقَوْلِهِمْ: (إِنَّ اللهَ مَعَكَ وَلَسْتَ مَعَهُ). | Karena itulah, orang-orang yang sangat mengenal Allah dan sudah mencapai derajat yang sempurna sepakat menggunakan istilah: Sesungguhnya Allah itu bersamamu, tapi kamu tidak bersama-Nya. |
| وَلَوْ كَانَ الْعَبْدُ مَعَ اللهِ تَعَالَى لَكَانَ الْكَلَامُ فِي الْجُمْلَةِ مِنْ جُمْلَةِ الْعَكْسِ الْمُسْتَوِي. | Seandainya seorang hamba itu bersama Allah, maka kalimat itu akan menjadi bagian dari aturan kebalikan yang sama tadi. |
| فَافْهَمْ وَلَا تَغْلَطْ، فَإِنَّ ذَلِكَ بَعِيدُ الْمُدْرَكِ. | Maka pahamilah hal ini baik-baik dan jangan sampai salah paham, karena masalah ini memang agak sulit dimengerti. |
| فَالتَّعْرِيفُ بِأَنَّ الْعَكْسَ الْمُسْتَوِي كَانَ يُوجِبُ مِثْلِيَّةَ الشَّيْئَيْنِ، وَيُصَيِّرُ أَحَدَ الشَّيْئَيْنِ الْآخَرَ ذَاتًا وَصِفَةً، صُورَةً وَمَعْنًى، ظَاهِرًا وَبَاطِنًا عَلَى حَدٍّ سَوَاءٍ، مُطْلَقًا مِنْ غَيْرِ تَفَاوُتٍ بِوَجْهٍ مِنَ الْوُجُوهِ. | Definisi kebalikan yang sama itu artinya mengharuskan dua hal menjadi serupa, dan menjadikan salah satu dari keduanya adalah yang lain secara zat, sifat, bentuk, makna, luar maupun dalam secara sama persis tanpa ada beda sedikit pun. |
| مِثَالُ ذَلِكَ – أَيِ الْعَكْسِ الْمُسْتَوِي : أَنَّ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ هُوَ بِعَيْنِهِ الْمَسِيحُ بْنُ مَرْيَمَ. | Contoh dari kebalikan yang sama ini adalah bahwa Nabi Isa alaihis salam itu ya Al-Masih putra Maryam. |
| وَالْمَسِيحُ بْنُ مَرْيَمَ هُوَ عِيسَى النَّبِيُّ عَلَيْهِ السَّلَامُ بِعَيْنِهِ مِنْ غَيْرِ تَفَاوُتٍ بِوَجْهٍ مِنَ الْوُجُوهِ، ذَاتًا وَصِفَةً، صُورَةً وَمَعْنًى، ظَاهِرًا وَبَاطِنًا. | Dan Al-Masih putra Maryam itu ya Nabi Isa alaihis salam itu sendiri, tidak ada bedanya sama sekali baik dari segi zat, sifat, bentuk, makna, lahir, maupun batin. |
| وَالْقَوْلُ بِـ (أَنَّ اللهَ نَفْسُنَا وَوُجُودُنَا، وَنَحْنُ نَفْسُهُ وَوُجُودُهُ)؛ كَانَ مِنْ جُمْلَةِ الْعَكْسِ الْمُسْتَوِي. | Jadi, perkataan bahwa Allah adalah diri kita dan kita adalah diri-Nya, itu mengikuti aturan kebalikan yang sama tadi. |
| فَلَزِمَ مِنْ ذَلِكَ الْقَوْلِ أَنَّ اللهَ تَعَالَى هُوَ الْعَبْدُ، بَلْ هُوَ الْعَوَالِمُ كُلُّهَا، وَالْعَوَالِمُ كُلُّهَا هُوَ اللهُ. | Akibat dari perkataan itu adalah Allah itu hamba, bahkan Allah adalah seluruh alam semesta, dan seluruh alam semesta adalah Allah. |
| وَأَنَّ اللهَ تَعَالَى هُوَ الْخَالِقُ وَالْمَخْلُوقُ، وَأَنَّ الْعَوَالِمَ كُلَّهَا هِيَ الْخَالِقُ الْمَخْلُوقُ حَقِيقَةً وَمَجَازًا، ظَاهِرًا وَبَاطِنًا. | Itu juga berarti Allah adalah Pencipta sekaligus yang diciptakan, dan seluruh alam ini adalah Pencipta yang diciptakan, baik secara nyata maupun kiasan, lahir maupun batin. |
| هَكَذَا كَانَ هَذَا الْقَوْلُ يُؤَدِّي إِلَى هَذَا الْمَعْنَى رَغْمًا عَلَى أَنْفِ الْقَائِلِ بِالْقَرِينَةِ الْعِلْمِيَّةِ وَالتَّحْقِيقَاتِ الْحُكْمِيَّةِ. | Seperti inilah ucapan tersebut akan membawa kepada pemahaman yang salah ini, meskipun orang yang mengucapkannya tidak bermaksud begitu, jika dilihat dari bukti ilmu pengetahuan dan penelitian hukum agama. |
| وَذَلِكَ لَا يَقُولُ أَحَدٌ بِاتِّفَاقِ النِّحَلِ وَالْمِلَلِ مِنَ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، فَضْلًا عَنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ، فَضْلًا عَنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْهُمُ النَّصِيحِينَ لِلْعِبَادِ الصَّحِيحِينَ فِي الِاعْتِقَادِ. | Tidak ada satu pun orang dari agama atau aliran mana pun sejak dulu sampai sekarang yang mengatakan hal salah seperti itu, apalagi orang Islam, terlebih lagi para ulama yang memberikan nasihat baik kepada orang-orang yang keyakinannya benar. |
penjelasan:
Pelajaran ini membahas tentang kesalahan dalam memahami hubungan antara Tuhan dan makhluk-Nya jika menggunakan logika yang salah. Dalam ilmu mantiq atau logika, ada istilah aks mustawi yang artinya jika A adalah B, maka B pasti adalah A, seperti contoh Nabi Isa adalah Al-Masih, maka Al-Masih pasti Nabi Isa. Namun, aturan ini tidak boleh dipakai untuk hubungan Allah dengan manusia. Jika kita berkata Allah adalah diri kita, maka secara logika itu berarti kita adalah Allah, dan ini adalah pemahaman yang sangat berbahaya dan salah.
Para ulama yang benar-benar mengenal Allah menjelaskan bahwa Allah selalu bersama kita dengan pengawasan dan kekuasaan-Nya, tapi kita tidak bisa dibilang sama atau satu dengan Allah. Jika seseorang menganggap Allah dan alam semesta itu satu hal yang sama, maka dia akan menganggap Pencipta adalah makhluk itu sendiri. Pemahaman seperti ini ditolak oleh semua agama dan seluruh ulama Islam karena Allah itu Maha Suci dan berbeda dengan semua ciptaan-Nya. Kita harus berhati-hati dalam menggunakan kata-kata agar tidak terjerumus ke dalam keyakinan yang menganggap hamba itu sama dengan Tuhan.