Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu
kitab tsaquf al-akhyar an-nahdliyah

Terjemah Kitab Tsaquful Akhyarin Nahdliyah (Qurratu ‘Ayn) Halaman 15 – Tsaquful Akhyarin Nahdliyin – Menjaga Diri Saat Kekacauan Melanda Kerajaan

Posted on March 4, 2026February 26, 2026 by Manarul Ikhsan

Cetakan 2023, Halaman 15

kalimat berbahasa arab artinya
أَيْ؛ وَإِنْ تَخَرَّبَتِ الْمَمْلَكَةُ السُّلْطَانِيَّةُ بِتَنْفِيْذِ حُكْمِ الْحَاكِمِ الْمَذْكُوْرِ، فَحِيْنَئِذٍ يَتَوَقَّفُ الْحَاكِمُ أَوْ نَائِبُهُ أَوَّلًا، وَيَصْبِرُ حَتَّى يَنْظُرَ كَيْفَ جَرَى حُكْمُ اللهِ تَعَالَى عَلَى ذَلِكَ. Maksudnya, jika kerajaan menjadi rusak karena menjalankan keputusan pemimpin tersebut, maka saat itu pemimpin atau wakilnya harus berhenti dulu dan bersabar sampai melihat bagaimana keputusan Allah Ta’ala terjadi pada masalah itu.
فَلَعَلَّ اللهَ تَعَالَى غَيَّرَ تِلْكَ الْأُمُوْرَ الْوَاقِعَةَ الْمَذْكُوْرَةَ إِلَى حَالَةٍ أُخْرَى، فَيُجْرِي الْحَاكِمُ الْأَحْكَامَ الصَّالِحَةَ عَلَيْهَا، فَيَحْصُلُ الْمَطْلُوْبُ وَهُوَ الْمَقْصُوْدُ بِذَلِكَ. فَافْهَمْ. Mungkin saja Allah Ta’ala mengubah keadaan yang terjadi itu menjadi keadaan lain, lalu pemimpin bisa menjalankan aturan-aturan yang baik, sehingga tujuan yang diinginkan pun tercapai. Jadi, pahamilah hal ini.
غَيْرَ أَنَّ الْحَاكِمَ الْمَذْكُوْرَ يَتُوْبُ مِنْ ذَنْبِهِ وَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ، حَيْثُ لَمْ يَقْدِرْ أَوَّلًا عَلَى تَنْفِيْذِ ظَوَاهِرِ الِاجْتِهَادِ الشَّرْعِيَّةِ الْمَذْكُوْرَةِ عَلَى هَذَا التَّقْرِيْرِ السَّابِقِ الْمَذْكُوْرِ. Selain itu, pemimpin tersebut harus bertaubat dari dosanya dan meminta ampun kepada Tuhannya, karena sebelumnya ia tidak mampu menjalankan aturan agama sesuai hasil pemikiran yang tampak dalam penjelasan tadi.
لِأَنَّ الْعَبْدَ مَحَلُّ الْخَطَأِ، وَهُوَ عَبْدٌ مُذْنِبٌ غَيْرُ مَعْصُوْمٍ. Sebab, manusia memang tempatnya salah, dan ia adalah hamba yang bisa berdosa serta tidak suci dari kesalahan.
وَلَعَلَّهُ بِسَبَبِ تَوْبَتِهِ وَاعْتِرَافِهِ بِذَنْبِهِ، يَدْخُلُ تَحْتَ إِشَارَةِ قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ. Mungkin karena taubat dan pengakuannya atas dosa tersebut, ia termasuk dalam maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa orang yang bertaubat dari dosa itu seperti orang yang tidak punya dosa sama sekali.
يَرْجِعُ الْحَاكِمُ أَوْ نَائِبُهُ بِالْمُلَاحَظَةِ الْقَلْبِيَّةِ إِلَى قَوْلِهِ تَعَالَى: عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ. Pemimpin atau wakilnya harus mengembalikan perhatian hatinya kepada firman Allah Ta’ala yang meminta kita menjaga diri sendiri, karena orang yang sesat tidak akan membahayakan kita jika kita sudah mendapat petunjuk.
وَقَوْلِهِ أَيْضًا: وَمَنْ يُضْلِلِ اللهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ. Dan juga firman-Nya bahwa barangsiapa yang dijauhkan dari petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang bisa memberinya petunjuk.
وَقَوْلِهِ: وَمَا تَشَاءُوْنَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللهُ. Serta firman-Nya bahwa kita tidak bisa punya keinginan kecuali jika Allah juga menghendakinya.
وَإِلَى قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا شَاءَ اللهُ كَانَ، وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ. Dan merujuk pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa apa yang Allah mau pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia mau tidak akan pernah terjadi.
وَقَوْلِهِ أَيْضًا: سَيَأْتِيْنَ عَلَيْكُمْ زَمَانٌ خَيْرُكُمْ فِيْهِ مَنْ لَمْ يَأْمُرْ بِمَعْرُوْفٍ وَلَمْ يَنْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ. Juga sabda beliau bahwa akan datang suatu masa di mana orang yang paling baik adalah yang tidak ikut campur urusan orang lain dalam hal menyuruh kebaikan atau melarang keburukan saat keadaan sangat kacau.
وَقَوْلِهِ أَيْضًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا كَثُرَتِ الْفِتْنَةُ، فَعَلَيْكَ بِخُوَيْصَةِ نَفْسِكَ، وَدَعِ الْأُمُوْرَ الْعَامَّةَ. Serta sabda beliau bahwa jika fitnah atau kekacauan sudah banyak terjadi, maka kita harus mengurusi diri kita sendiri saja dan meninggalkan urusan orang banyak.

penjelasan:

Seorang pemimpin atau Hakim harus memiliki sifat sabar dan tenang ketika menghadapi masalah besar dalam negara atau kerajaan. Jika sebuah keputusan ternyata membawa dampak buruk, pemimpin tersebut disarankan untuk berhenti sejenak sambil melihat bagaimana kehendak Allah Ta’ala bekerja memperbaiki keadaan tersebut. Penting bagi seorang pemimpin untuk menyadari bahwa manusia adalah tempatnya salah dan tidak ada yang sempurna atau ma’shum kecuali para Nabi. Oleh karena itu, jika terjadi kesalahan dalam berijtihad atau mengambil keputusan hukum, pemimpin tersebut harus segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Ta’ala.

Dalam menghadapi masa-masa yang penuh kekacauan atau fitnah, seorang pemimpin dan wakilnya harus memperkuat keyakinan hati bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah Ta’ala. Mereka diingatkan untuk lebih fokus menjaga diri sendiri dan orang-orang terdekat agar tetap berada di jalan yang benar. Hal ini berdasarkan pada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengajarkan bahwa di saat fitnah merajalela, mengurusi diri sendiri agar tetap dalam hidayah lebih diutamakan daripada terjebak dalam urusan umum yang penuh dengan kesesatan. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah hasil dari kehendak Allah Ta’ala yang tidak bisa ditolak oleh siapapun.

Recent Posts

  • Fiqh Puasa Syiah – Kelonggaran Dalam Niat Puasa
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 44 – Keutamaan Menyampaikan Kebaikan
  • Fiqh Puasa Syiah – Niat Puasa Tetap Sah Meski Siang Hari
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 43 – Keutamaan Ilmu Dibanding Menyampaikan Sebuah Hadis yang Baik
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 42 – Keutamaan Mendoakan Pengajar Kebaikan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 41 – Keutamaan Mengingat Allah dan Menuntut Ilmu di Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 40 – Keutamaan Berbagi Ilmu dan Hikmah kepada Sesama Muslim
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 39 – Bahaya Menyembunyikan Ilmu Agama
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 38 – Cara Allah Mencabut Ilmu dari Dunia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 37 – Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 36 – Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Mengamalkannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 35 – Keutamaan Dakwah dan Mengajak kepada Jalan Allah
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 10): Adab Masuk Masjid Saat Imam Sedang Khutbah Jumat
  • Terjemah Kitab Fathul Qarib Sholat Jumat (Part 9): Adab Mendengarkan Khutbah dan Pengecualiannya
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Part 34 – Kewajiban Menyampaikan Ilmu dan Larangan Menyembunyikannya
  • Beli HP Bekas Flagship Oppo? Ini 3 Rekomendasi Terbaik yang Masih Gahar di 2026
  • Cuma 1 Jutaan! Ini 4 Rekomendasi HP POCO yang Performa Tetap Gila di 2026
  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Secure DNS and NTP in Fedora Linux
  • How to Hardening DNF on Fedora/Almalinux
  • How to Masking & Secure Daemon in Linux Server
  • How to Hardening Mount Option in Linux Server
  • How to Secure Linux Server with AIDE
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • How to unlock the potential of a 12 million token context window using SubQ AI
  • How to build your own specialized AI coding team using Mistral Vibe subagents for maximum efficiency
  • How to Find Free ComfyUI Workflows and Run Creative AI Locally Without Expensive API Costs
  • How to bridge the gap between visual prototypes and functional software using Claude Design and Claude Code for professional development
  • Stop Creating Slop Website, Here’s How to Create Stunning AI Websites That Look Professional and Bespoke
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Bahtsul Masail
  • Bughyatul Mustarsyidin
  • Cerita
  • Download
  • Fathul Qarib
  • Fiqh Syiah
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Kitab Kuning Politik
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
  • Uncategorized
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme