| Kalam | Artinya |
| وَقَالَ الزُّبَيْرُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ: كَتَبَ إِلَيَّ أَبِي بِالْعِرَاقِ: عَلَيْكَ بِالْعِلْمِ، فَإِنَّكَ إِنِ افْتَقَرْتَ كَانَ لَكَ مَالًا، وَإِنِ اسْتَغْنَيْتَ كَانَ لَكَ جَمَالًا | Az-Zubair bin Abi Bakr bercerita: “Ayahku pernah menulis surat kepadaku saat beliau berada di Irak. Isinya: ‘Kamu harus rajin menuntut ilmu. Karena jika suatu saat kamu menjadi orang yang tidak punya harta, ilmu itu akan menjadi kekayaan bagimu. Dan jika kamu menjadi orang kaya, ilmu itu akan menjadi hiasan yang membuatmu semakin terhormat.'” |
| وَحُكِيَ ذَلِكَ فِي وَصَايَا لُقْمَانَ لِابْنِهِ قَالَ: يَا بُنَيَّ جَالِسِ الْعُلَمَاءَ وَزَاحِمْهُمْ بِرُكْبَتَيْكَ، فَإِنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ يُحْيِي الْقُلُوبَ بِنُورِ الْحِكْمَةِ كَمَا يُحْيِي الْأَرْضَ بِوَابِلِ السَّمَاءِ | Nasihat serupa juga diceritakan ada dalam pesan Luqman kepada anaknya. Beliau berkata: “Wahai anakku, sering-seringlah duduk bersama para Ulama dan dekatilah mereka dengan sungguh-sungguh (sampai lututmu bersentuhan dengan mereka). Karena sesungguhnya Allah akan menghidupkan hati manusia dengan cahaya hikmah (ilmu yang bermanfaat), sama seperti Allah menghidupkan tanah yang kering dengan air hujan yang deras dari langit.” |
Penjelasan:
Teks ini berisi dua nasihat penting tentang keutamaan ilmu.
-
Nasihat Ayah Az-Zubair bin Abi Bakr:
Sang ayah berpesan agar anaknya selalu mengutamakan ilmu. Alasannya sangat masuk akal:-
Bagi orang yang sedang kekurangan atau miskin, ilmu bisa menjadi “harta” karena dengan ilmu seseorang bisa bekerja, dihargai orang lain, dan mendapatkan rezeki.
-
Bagi orang yang sudah kaya raya, ilmu akan menjadi “jamal” (keindahan/hiasan). Orang kaya yang pintar dan berilmu akan terlihat lebih berwibawa, sopan, dan mulia dibandingkan orang kaya yang bodoh.
-
-
Nasihat Luqman Al-Hakim:
Luqman menasihati anaknya agar rajin mendatangi majelis ilmu. Istilah “zahimhum bi rukbataika” (desaklah mereka dengan lututmu) menggambarkan betapa kita harus sangat dekat dan antusias saat mendengarkan guru atau Ulama, tidak duduk jauh-jauh atau bermalas-malasan.Luqman juga memberikan perumpamaan yang indah:
-
Hati manusia ibarat tanah.
-
Ilmu dan Hikmah ibarat air hujan.
Tanah yang kering dan mati bisa menjadi subur kembali jika terkena air hujan. Begitu juga hati manusia yang gersang atau bingung, akan menjadi hidup, tenang, dan terarah jika mendapatkan cahaya ilmu dan hikmah dari Allah.
-