Cetakan 2023, Halaman 16
| kalimat berbahasa arab | artinya |
| قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عِنْدَ وَقْتِ الْفِتْنَةِ السُّفْيَانِيَّةِ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَتْلُ الْعُلَمَاءِ كَقَتْلِ الْكِلَابِ. | Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa nanti di masa kekacauan besar pada akhir zaman, banyak orang pintar agama atau ulama yang dibunuh seperti hewan yang tidak berharga. |
| فَيَا لَيْتَهُمْ لَوْ تَجَانَبُوا الْحَدِيثَ، لِأَنَّ كُلَّ ذَلِكَ يَدُلُّ عَلَى وُجُوبِ تَخْلِيصِ النَّفْسِ خَاصَّةً عِنْدَمَا ظَهَرَتِ الْفِتْنَةُ. | Duh, andai saja mereka mau menjauhkan diri dari pembicaraan yang tidak perlu, karena hal itu menunjukkan kalau kita wajib menyelamatkan diri sendiri terutama saat terjadi kekacauan. |
| وَتَرْكِ الْأُمُورِ الْعَامَّةِ، وَمُرَاعَاةِ أُمُورِ الْمَمْلَكَةِ السِّيَاسِيَّةِ وَالْقَوَاعِدِ السُّلْطَانِيَّةِ. | Kita juga harus meninggalkan urusan orang banyak yang tidak penting dan tetap memperhatikan aturan negara serta hukum pemerintahan yang berlaku. |
| وَلَقَدْ دَخَلَ وَقْتُنَا هَذَا فِي آخِرِ الزَّمَانِ. | Dan sebenarnya, zaman yang kita tinggali sekarang ini sudah masuk ke dalam masa akhir zaman. |
| فَلِأَجْلِ ذَلِكَ يَكُونُ زَمَانُنَا هَذَا فَاسِدًا. | Karena itulah, kenapa zaman kita sekarang ini terasa banyak sekali kerusakannya. |
| وَفِيهِ مَفَاسِدُ بِفَسَادِ أَهْلِهِ. | Di zaman ini banyak keburukan karena orang-orang yang tinggal di dalamnya juga sudah mulai rusak akhlaknya. |
| وَأَنَّهُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أَيْضًا قِلَّةُ الْعُلَمَاءِ وَعَدَمُ السَّلَاطِينِ الصُّلَحَاءِ. | Di akhir zaman nanti, jumlah ulama yang benar-benar ahli akan semakin sedikit dan susah sekali mencari pemimpin yang baik serta jujur. |
| وَفَسَادُهُمْ بِفَسَادِ الْعَوَامِ وَالرَّعَايَا. | Keburukan para pemimpin itu sebenarnya terjadi karena rakyat atau orang-orang biasanya juga berkelakuan buruk. |
| لِأَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: كَمَا تَكُونُوا يُوَلَّى عَلَيْكُمْ. | Sebab Rasulullah SAW pernah berpesan bahwa pemimpin yang kalian dapatkan itu sesuai dengan keadaan atau sifat kalian sendiri. |
| إِنَّمَا أَعْمَالُكُمْ تُرَدُّ عَلَيْكُمْ. | Sesungguhnya semua perbuatan yang kalian lakukan nanti akan kembali balasannya kepada kalian sendiri. |
| هَكَذَا اسْتَفَدْنَا مِنْ مَشَايِخِنَا، وَفَهِمْنَا مِنْهُمْ وَقْتَ الْقِرَاءَةِ عِنْدَ مُجَالَسَتِهِمْ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَنَفَعَنَا بِهِمْ. | Begitulah ilmu yang kami dapatkan dari guru-guru kami, dan kami memahaminya saat belajar bersama mereka, semoga Allah meridai dan memberi kita manfaat lewat ilmu mereka. |
| آمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. | Kabulkanlah doa kami, wahai Tuhan semesta alam. |
penjelasan:
Tulisan ini menjelaskan tentang tanda-tanda akhir zaman yang sangat mengkhawatirkan, salah satunya adalah hilangnya rasa hormat kepada ulama hingga mereka disakiti. Di masa yang penuh kekacauan atau fitnah tersebut, kita diajarkan untuk lebih fokus menyelamatkan diri sendiri dan memperbaiki diri daripada ikut campur dalam urusan yang bisa membahayakan agama kita. Zaman dianggap rusak karena perilaku orang-orang di dalamnya sudah tidak baik lagi. Salah satu pesan pentingnya adalah bahwa sifat seorang pemimpin biasanya mencerminkan sifat rakyatnya sendiri. Jika rakyatnya baik, maka Allah akan memberikan pemimpin yang baik, namun jika rakyatnya rusak, maka pemimpin yang muncul pun akan buruk. Semua ini adalah pelajaran berharga yang didapatkan dari para guru atau Masyayikh saat mengaji bersama mereka agar kita selalu waspada dalam menjalani hidup di akhir zaman.