Berikut adalah pembahasan tentang makna politik yang sesungguhnya menurut para ulama yang ada di dalam kitab ini.
| kalimat berbahasa arab | artinya |
|---|---|
| اِعْلَمُوا أَيُّهَا الْإِخْوَةُ – وَفَّقَكُمُ اللهُ – أَنَّ السِّيَاسَةَ كَمَا قَالَ ابْنُ فَارِسٍ فِي “الْمُجْمَلِ” مَصْدَرٌ لِـ “سَاسَ” الْأَمْرَ إِذَا قَامَ بِهِ | Ketahuilah wahai rekan-rekanita semua—semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita—bahwa kata politik itu berasal dari kata dasar yang artinya mengurus suatu urusan sampai selesai. |
| وَقَالَ الْجَوْهَرِيُّ : سُسْتُ الرَّعِيَّةَ سِيَاسَةً ، وَسَوَّسَ الرَّجُلُ أُمُورَ النَّاسِ إِذَا مُلِّكَ أَمْرَهُمْ | Ulama bernama Al-Jauhari menjelaskan bahwa mengatur rakyat itu disebut berpolitik, dan seseorang dikatakan berpolitik jika dia sudah dipercaya untuk memimpin urusan orang banyak. |
| وَفِي الْحَدِيْثِ : “كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيْلَ تَسُوسُهُمْ أَنْبِيَاؤُهُمْ” أَيْ تَتَوَلَّى أُمُورَهُمْ كَمَا يَفْعَلُ الْأُمَرَاءُ وَالْوُلَاةُ بِالرَّعِيَّةِ | Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa dahulu bangsa Bani Israil itu urusannya diatur oleh para Nabi mereka, maksudnya para Nabi itulah yang memimpin mereka seperti pemimpin negara mengatur rakyatnya. |
| فَالسِّيَاسَةُ لُغَةً : الْقِيَامُ عَلَى الشَّيْءِ بِمَا يُصْلِحُهُ | Jadi, kalau dilihat dari arti bahasanya, politik itu artinya adalah mengurus sesuatu agar keadaan sesuatu itu menjadi lebih baik. |
| وَقَالَ أَبُو الْوَفَاءِ بْنُ عَقِيْلٍ : السِّيَاسَةُ هِيَ مَا كَانَ فِعْلًا يَكُونُ مَعَهُ النَّاسُ أَقْرَبَ إِلَى الصَّلَاحِ وَأَبْعَدَ عَنِ الْفَسَادِ | Tokoh bernama Abu al-Wafa bin Aqil juga berkata bahwa politik adalah segala macam tindakan yang bisa membuat orang-orang menjadi lebih dekat dengan kebaikan dan menjauhkan mereka dari hal-hal yang rusak. |
| وَقَالَ عَبْدُ الْوَهَّابِ خَلَّافٍ : السِّيَاسَةُ هِيَ تَدْبِيرُ شُؤُونِ الدَّوْلَةِ بِمَا يَكْفُلُ تَحْقِيْقَ الْمَصَالِحِ وَرَفْعَ الْمَضَارِ | Ulama bernama Abdul Wahhab Khallaf menjelaskan bahwa politik adalah cara mengatur urusan negara agar kepentingan masyarakat terjamin dan hal-hal yang merugikan bisa dihilangkan. |
Jadi begini rekan-rekanita, politik dalam pandangan kitab ini sebenarnya punya arti yang sangat mulia dan jauh dari kesan buruk. Secara bahasa, politik itu mirip seperti saat kita merawat sesuatu dengan sungguh-sungguh agar hal tersebut tidak rusak dan tetap terjaga kualitasnya. KH Kholil Bisri dalam kitab ini ingin menegaskan bahwa inti dari politik adalah pengabdian untuk mengurus urusan masyarakat luas agar hidup mereka menjadi lebih teratur dan nyaman. Bahkan dalam sejarah, para Nabi pun melakukan “politik” dalam arti memimpin dan membimbing umatnya agar tetap berada di jalan yang benar dan terjaga kesejahteraannya.
Penjelasan ini sangat penting agar kita mengerti bahwa standar politik yang baik adalah setiap keputusan atau aturan yang diambil harus membuat orang-orang semakin dekat dengan kebaikan. Jika ada sebuah kebijakan yang justru membuat masyarakat susah atau malah merusak tatanan yang sudah baik, maka itu tidak bisa disebut politik yang sesuai dengan semangat Islam. Tujuan akhir dari politik adalah bagaimana cara mengelola negara sehingga semua kepentingan umum bisa terpenuhi dan segala hal yang bisa mencelakakan atau merugikan masyarakat bisa dibuang jauh-jauh. Intinya, politik adalah alat untuk menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi semua orang tanpa terkecuali.
Materi yang dibahas di atas juga dapat ditemukan dalam kitab populer lainnya yaitu: As-Siyasah as-Syar’iyyah fi Ishlahi ar-Ra’i wa ar-Ra’iyyah Nama Penulis: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Tahun Terbit: 1998 Nama Penerbit: Darul Kutub Al-Ilmiyyah Halaman: 15-18