Skip to content

surauEMKA

مَا زِلتَ طالبًا

Menu
  • Home
  • Pendidikan
  • Ke-NU-an
  • Bahtsul Masail
  • PKB
  • Kitab Kuning
    • Ihya Ulumiddin
    • Nashoihul Ibad
    • Idhotun Nasyiin
    • Jurumiyah
    • Alala
    • Akhlaq lil Banin
Menu
misteri kematian Subhan ZE

Inilah Kisah Tragis Subhan ZE, Tokoh NU yang Berani Menantang Soeharto Hingga Akhir Hayat!

Posted on January 4, 2026January 4, 2026 by Manarul Ikhsan

Pernah dengar nama Subhan ZE? Kalau belum, rasanya kalian melewatkan satu kepingan puzzle sejarah yang penting banget. Dia bukan sekadar tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) biasa, tapi sosok pemberani yang awalnya mendukung lahirnya Orde Baru, tapi akhirnya justru jadi musuh bebuyutan Presiden Soeharto. Penasaran gimana sepak terjang dan akhir hidupnya yang penuh misteri? Mari kita bahas lebih dalam di sini.

Subhan Zaenuri Echsan atau yang lebih akrab dipanggil Subhan ZE adalah figur sentral di masa transisi yang penuh gejolak di pertengahan tahun 60-an. Sebagai tokoh muda NU yang cerdas, karirnya melesat cepat hingga menjadi Wakil Ketua MPRS dari fraksi NU periode 1966-1971. Namun, peran paling krusial yang dimainkannya bermula tepat setelah peristiwa G30S meletus. Hanya selang sehari setelah tragedi berdarah itu, tepatnya pada 2 Oktober 1965, Subhan yang dikenal sebagai tokoh antikomunis langsung bergerak cepat. Dia nggak mau diam saja melihat situasi negara yang kacau. Bersama Brigjen TNI Sujipto, mereka ngebangun sebuah front perlawanan yang diberi nama KAP-Gestapu (Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan September Tiga Puluh).

Di organisasi ini, Subhan menjabat sebagai ketua, didampingi oleh Harry Tjan Silalahi dari Partai Katolik sebagai sekretarisnya. Langkah mereka tergolong sangat berani di masa itu. Pada tanggal 4 Oktober, mereka menemui Mayjen Soeharto di markas Kostrad. Pertemuan ini menjadi titik awal kolaborasi sipil dan militer untuk menumpas PKI. Tak lama setelah itu, mereka mengadakan rapat umum di Taman Sunda Kelapa yang sukses menarik massa dalam jumlah besar. Tuntutan mereka jelas: kutuk G30S dan bubarkan PKI. Gerakan ini makin membesar pada tanggal 8 Oktober dengan desakan agar Presiden Soekarno segera membubarkan PKI beserta ormas-ormasnya.

Gerakan yang diinisiasi oleh Subhan ini sepertinya menjadi pemicu efek domino yang luar biasa. Semangat perlawanan ini ngebuat munculnya berbagai kesatuan aksi lainnya yang menjadi motor penggerak sejarah, di antaranya:

  1. KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia): Wadah bagi mahasiswa yang ingin perubahan politik.

  2. KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia): Organisasi pelajar yang turut turun ke jalan.

  3. KASI (Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia): Kalangan intelektual yang memberikan dukungan pemikiran dan moral.

Dalam pergerakannya, kami mencatat bahwa para pemuda dan mahasiswa ini didukung penuh oleh Angkatan Darat. Pihak militer secara rutin ngasih jadwal dan lokasi demonstrasi, bahkan memberikan pengamanan agar aksi berjalan lancar. Puncak dari semua aksi ini melahirkan tiga tuntutan rakyat yang legendaris, dikenal sebagai Tritura: Bubarkan PKI, Rombak Kabinet Dwikora, dan Turunkan Harga Pangan.

Ada satu cerita menarik yang menunjukkan betapa “badung”-nya Subhan di mata kekuasaan lama. Suatu kali, Subhan bertemu dengan Presiden Soekarno. Bung Karno sempat menyindir, mengatakan kalau dulu Subhan anak baik, tapi sekarang jadi nakal karena ikut-ikutan demonstrasi. Jawaban Subhan sungguh di luar dugaan dan sangat berani. Dia bilang ke Bung Karno kalau dia nggak sekadar ikut-ikutan demo, tapi dialah yang “memimpin demonstrasi” tersebut. Keberanian semacam inilah yang akhirnya mendorong lahirnya Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) pada tahun 1966, yang menjadi legitimasi bagi Soeharto untuk membubarkan PKI. Subhan pun menyambut ini dengan gembira.

Namun, bulan madu antara Subhan dan Soeharto ternyata nggak berlangsung lama. Meskipun Subhan sangat berjasa dalam naiknya Soeharto ke kursi presiden, integritasnya membuatnya nggak bisa tutup mata terhadap penyimpangan yang terjadi. Dia mulai mengkritik tajam gaya kepemimpinan rezim Orde Baru yang dinilainya sudah melenceng, semakin koruptif, dan sama sekali nggak demokratis. Berkat perjuangan kerasnya pula, pemilu yang tadinya sengaja ditunda-tunda oleh pemerintah Soeharto hingga tahun 1973, akhirnya bisa dipercepat menjadi tahun 1971.

Menjelang Pemilu 1971, konfrontasi antara mereka berdua makin meruncing. Bayangkan saja, di setiap pidatonya di kampanye NU, Subhan nggak ragu mengobarkan semangat jihad untuk melawan ketidakadilan. Soeharto pun membalas dengan ancaman bahwa jihad akan dihadapi dengan jihad pula. Subhan sepertinya nggak gentar sedikitpun menghadapi cengkeraman kekuasaan Soeharto yang makin kuat. Dia bahkan nyaris menggugat Soeharto dan Golkar ke Mahkamah Internasional karena saking kesalnya dengan kecurangan yang terjadi. Dia juga sangat vokal mengkritik Asisten Pribadi (Aspri) Presiden dan peraturan Menteri Dalam Negeri yang dianggapnya cuma nguntungin Golkar dan mengebiri demokrasi.

Sikap kritis Subhan ini ternyata berbuah pahit. Dia nggak cuma dimusuhi pemerintah, tapi juga mulai berkonflik dengan kalangan internal NU sendiri. Puncaknya, Pengurus Besar Syuriah NU mengeluarkan surat pemecatan terhadap Subhan yang ditandatangani oleh Rois Aam K.H. Bisri Syansuri. Alasannya? Beberapa tokoh NU menilai kritik Subhan ke pemerintah kurang bermoral. Ditambah lagi, saat itu beredar foto-foto kehidupan “glamor” Subhan yang dianggap jauh dari nilai-nilai Islam. Namun, banyak pihak mencurigai kalau tersebarnya foto-foto itu adalah hasil operasi intelijen (Opsus) yang dipimpin Ali Murtopo untuk membunuh karakter Subhan. Memang, saat itu rezim Orde Baru mulai memandang organisasi keagamaan dengan basis massa besar sebagai ancaman politis yang harus diredam.

Setelah terbuang dari panggung politik, nasib Subhan makin tragis. Bersama Jenderal Nasution, dia sempat menulis “Buku Putih” yang berisi laporan pimpinan MPRS. Tapi, buku itu disita oleh Kopkamtib sebelum sempat beredar luas karena isinya dianggap terlalu berbahaya bagi rezim. Merasa terancam oleh loyalis Orde Baru, Subhan bahkan sempat meminta perlindungan kepada Nasution.

Akhir hidup tokoh pemberani ini terjadi di Tanah Suci. Setelah tidak lagi menjabat di MPRS dan NU, Subhan berangkat haji. Namun malang, pada tanggal 21 Januari 1973, kendaraan yang ditumpanginya di Mekkah mengalami kecelakaan parah hingga terguling. Setelah sempat pingsan selama satu jam, Subhan dinyatakan meninggal dunia. Kematiannya menyisakan tanda tanya besar. Banyak yang percaya kalau ini adalah hasil konspirasi tingkat tinggi untuk melenyapkan suara kritisnya, meski ada juga yang meyakini ini murni kecelakaan. Apapun itu, nama Subhan ZE nyaris terhapus dari sejarah, meski untungnya masih ada jalan di Kudus, Jawa Tengah, yang dinamai Jl. HM Subhan ZE sebagai bentuk penghormatan.

Kisah hidup Subhan ZE ini sepertinya ngasih kita tamparan keras sekaligus pelajaran berharga tentang konsistensi. Dia mengajarkan bahwa kekuasaan itu menggoda, dan berani berkata “tidak” pada penguasa yang zalim—meskipun itu teman sendiri—membutuhkan nyali yang luar biasa besar. Subhan menolak untuk kompromi meski harus kehilangan jabatan, reputasi, bahkan nyawanya. Sejarah mungkin bisa direkayasa, tapi jejak keberanian seperti yang ditunjukkan Subhan nggak akan mudah hilang begitu saja. Tugas kita sekarang adalah merawat ingatan itu agar kesalahan masa lalu nggak terulang lagi di masa depan.

Salam rekan-rekanita dan terimakasih sudah membaca.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Recent Posts

  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Bab Ilmu – Part 16 Bukti Kemuliaan Ilmu Menurut Imam Syafi’i
  • Terjemah Kitab Tsaquful Akhyarin Nahdliyah Qurratu ‘Ayn – Part 3 Keseimbangan Syariat-Hakikat dan Khauf-Raja’
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Bab Ilmu – Part 15 Hikmah Mengantarmu Menjadi Pemimpin
  • Inilah Kisah Tragis Subhan ZE, Tokoh NU yang Berani Menantang Soeharto Hingga Akhir Hayat!
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Bab Ilmu – Part 14 Ilmu Adalah Harta yang Paling Setia
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Bab Ilmu – Part 13 Makna Doa Sapu Jagat Menurut Al-Hasan
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Bab Ilmu – Part 12 Keutamaan Belajar Dibanding Shalat Sunnah Malam
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Bab Ilmu – Part 11 Keutamaan Ulama Dibandingkan Syuhada
  • Terjemah Kitab Ihya Ulumiddin Bab Ilmu – Part 10
  • Terjemah Kitab Al Filahah – Bab 1 Seputar Tanah
  • Terjemah Kitab al Filahah – Muqaddimah (Pembukaan)
  • Terjemah Kitab Tsaquful Akhyarin Nahdliyah Qurratul ‘Ain – Part 1
  • Terjemah Kitab Tsaquful Akhayarin Nahdliyah Qurratul ‘Ain – Pembukaan
  • Menjaga Nyala Pesantren Sepeninggal Kiai
  • Pandangan Imam Ghazali tentang Parenting di Era Digital
  • Nonton Drama Bisa Dapat Cuan? Simak Cara Main Yudia APK Biar Nggak Salah Langkah!
  • Cuma Nonton Drama Pendek Bisa Cair Saldo DANA? Cobain Aplikasi Melolo, Begini Caranya!
  • Nonton Drama Bisa Dapat Cuan? Jangan Senang Dulu, Simak Fakta Mengejutkan Aplikasi Cash Drama Ini!
  • Ini Video Asli Bocil Block Blast 1 VS 3 di TikTok, Awas Jangan Asal Klik Link Sembarangan!
  • Instapop Terbukti Membayar atau Cuma Tipuan? Cek Faktanya Sebelum Kalian Buang Waktu Main Game!
  • Geger Video Botol Coca Cola 24 Detik di TikTok, Jangan Asal Klik! Ini Fakta Sebenarnya
  • Apa itu Video Botol Makarizo Viral? Ini Faktanya
  • Apa itu Merge Fruit Master? Ini Pengertian dan Cara Main Game yang Katanya Bisa Menghasilkan Saldo
  • Apa itu Shortbox? Ini Pengertian dan Cara Menghasilkan Uang di Aplikasinya
  • Masih Bingung Bedanya CRM dan ERP? Ini Tips Cari Software CRM dan ERP Terbaik
  • Apa itu Cosmic Desktop: Pengertian dan Cara Pasangnya di Ubuntu 26.04?
  • Apa Itu Auvidea X242? Pengertian Carrier Board Jetson T5000 dengan Dual 10Gbe
  • Elementary OS 8.1 Resmi Rilis: Kini Pakai Wayland Secara Standar!
  • Apa Itu Raspberry Pi Imager? Pengertian dan Pembaruan Versi 2.0.3 yang Wajib Kalian Tahu
  • Performa Maksimal! Ini Cara Manual Update Ubuntu ke Linux Kernel 6.18 LTS
  • Ubuntu 26.04 LTS Resmi Gunakan Kernel Terbaru!
  • Apa Itu AI Kill Switch di Firefox? Ini Pengertian dan Detail Fitur Terbarunya
  • Apa Itu Platform Modular Intel Alder Lake N (N100)? Ini Pengertian dan Spesifikasinya
  • Apa Itu Armbian Imager? Pengertian Utilitas Flashing Resmi untuk Perangkat ARM Kalian
  • Apa Itu OpenShot 3.4? Pengertian dan Fitur LUT Terbaru untuk Grading Warna
  • Tutorial Membuat Game Dengan LangChain
  • X Terancam Sanksi Eropa Gara-Gara AI Grok Bikin Deepfake Anak Kecil
  • Nano Banana 2 Flash Itu Apa Sih? Ini Penjelasan Lengkapnya
  • Inilah Cara Install dan Pakai ChatGPT Atlas Browser, Pesaing Baru di Dunia Web
  • Inilah Cara Mengamankan Aplikasi LLM dengan AI Guardrails agar Tidak Halusinasi dan Bocor Data
  • Prompt AI Poster Vecna Stranger Things
  • Inilah Cara Menghancurkan Model AI Raksasa Hanya Bermodal 250 Dokumen
  • Tutorial Cara Menjalankan LLM Private di Laptop Sendiri, Aman dan Gratis Tanpa Internet
  • Begini Cara Buat Generator Stiker WhatsApp Otomatis Menggunakan Python dan OpenAI GPT-Image-1
  • Inilah Cara Kerja AI Instagram Deteksi Konten Berbahaya dan Spam Secara Otomatis
  • Jadi Subscriber OnlyFans? Ini Risiko Fatal yang Mengintai Kalian!
  • Apa Itu CVE-2025-14733? Ini Pengertian Vulnerability Kritis di WatchGuard Firebox
  • Apa itu CVE-2020-12812? Ini Pengertian dan Bahaya Bug 2FA Bypass di Fortinet
  • Trust Wallet Hack? Ini Penjelasan Lengkap Mengenai Serangan Sha1-Hulud
  • Geger Tren Botol Golda di TikTok! Begini Cara Nonton Video Aslinya Tanpa Kena Tipu
  • Lagi Rame di FYP! Ini Misteri Video Botol Coca Cola 24 Detik yang Bikin Penasaran, Hati-hati Link Palsu!
  • Belum Tahu? Inilah Isi Video Botol Makarizo 7 Menit yang Lagi Rame Diburu Warga TikTok
  • Lagi Rame di FYP: Misteri Video Botol Makarizo Terbongkar, Awas Jebakan Link Palsu!
  • Apa itu Malware GlassWorm? Ini Pengertian dan Bahayanya bagi Developer
  • Kronologi Dilarangnya Flipper Zero dan Raspberry Pi Itu Apa Sih?

Categories

  • Akhlaq lil Banin
  • Alala
  • Bahtsul Masail
  • Cerita
  • Download
  • Gusdur
  • Idhotun Nasyiin
  • Ihya Ulumiddin
  • Ilmu Umum
  • Jurumiyah
  • Ke-NU-an
  • Nashoihul Ibad
  • Pendidikan
  • PKB
  • Tokoh
  • Tsaquful Akhyarin Nahdliyah
©2026 surauEMKA | Design: Newspaperly WordPress Theme